alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Merdeka Ekonomi untuk Jember Maju

Tantangan di Balik HUT Ke-77 RI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MERDEKA, kata itu kerap dipekikkan di Indonesia tercinta, termasuk di Jember. Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, ada banyak hal yang menjadi tantangan negara. Tak terkecuali tantangan hidup yang dihadapi setiap insan.

Pemdes dan Warga di Jember Bentangkan Merah Putih Sepanjang 3.000 Meter

Secara umum, sejak para pahlawan menang melawan penjajah dari bumi pertiwi, orang Indonesia bisa menikmati hidup dengan aman dan damai. Negeri kita telah terlepas dari penjajahan Belanda dan Jepang. Untuk itu, Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat perlu digaungkan di momen kemerdekaan ini. Jika dua tahun sebelumnya ada pandemi, salah satu fokus tahun ini dan tahun depan adalah membangun infrastruktur dan membangun Jember dari segi ekonomi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Banyak orang mengartikan merdeka adalah bebas. Namun, kebebasan memiliki batasan-batasan yang perlu dijaga. Bebas bersinergi untuk kebangkitan ekonomi, juga memiliki rel yang harus dibangun dan dijaga bersama. Ada gotong royong yang perlu dibangkitkan demi kemajuan ekonomi Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, kemerdekaan atau kebebasan harus dimaknai memiliki batas. Masing-masing individu bisa mengukur kebebasan dan keterbatasannya. Menurutnya, merdeka harus mengarah pada hal yang muaranya baik. “Merdeka berarti bisa bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Manfaat yang lahir dan tumbuh, selayaknya tidak hanya berdampak pada diri sendiri. Tetapi, harus ditebar sehingga bisa dirasakan khalayak umum. Setidaknya di lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, merdeka secara ekonomi berarti mampu membuat sinergi besar dengan banyak pihak. Hendy meyakini, dalam meningkatkan perekonomian, bukan hanya bersinergi dengan satu atau dua pihak. “Semakin banyak kolaborasi, semakin bagus,” tambahnya.

Dalam hal menjalankan kemerdekaan ekonomi, menurutnya, perlu adanya keterbukaan informasi publik (KIP). Hal itu penting, karena sesuatu yang dilakukan sendiri dari hulu ke hilir akan dapat menghambat kemajuan. Namun, jika banyak yang terlibat, maka akan menjadi sesuatu yang besar.

Dia mencontohkan, Pemkab Jember telah melakukan kerja sama dengan banyak stakeholder untuk mewujudkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendunia. “Kami sudah libatkan Bea Cukai, BI, dan banyak lagi untuk itu,” tuturnya. Soal kemudahan persyaratan hingga permodalan pun terus dikerjakan.

Sementara itu, Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman memaknai kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para patriot bangsa. Bukan lagi dengan fisik, karena saat ini tidak ada Belanda dan Jepang yang menjajah seperti perjuangan para pahlawan dulu. “Mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai positif. Jika tidak bisa, setidaknya menjaga apa yang sudah ada dan tidak membuat persoalan,” ungkapnya.

Pascapandemi, pemkab telah memberikan ruang pada event-event besar untuk digeber di Jember, khususnya di sepanjang bulan Agustus ini. Gus Firjaun berharap hal itu bisa membuat ekonomi bergerak dan tumbuh. Menurutnya, Jember memiliki banyak pedagang. Karenanya, salah satu yang dilakukan dengan memanfaatkan event yang melibatkan banyak massa untuk UMKM berjualan.

Lebih lanjut, tahun ini pemkab telah mempersiapkan infrastruktur berupa jalan maupun saluran irigasi. Perbaikan jalan di seluruh pelosok Jember, tambahnya, bisa berdampak pada berbagai sektor. Misalnya pendidikan dan kesehatan. “Jika pendidikan naik, maka otomatis peluang ekonomi naik,” timpalnya.

Konsep ekonomi perlu diimplementasikan di lapangan. Untuk keberlanjutan UMKM di Jember, Gus Firjaun menyatakan, pemkab akan mempermudah pengurusan izin produk bagi para pelaku ekonomi. Untuk membuat produknya lebih menarik di pasar dunia, akan didukung dengan pelatihan tentang pengemasan yang baik hingga strategi promosinya. Dengan demikian, ke depannya akan banyak warga Jember yang bisa merdeka secara ekonomi.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: Mega Silvia
Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MERDEKA, kata itu kerap dipekikkan di Indonesia tercinta, termasuk di Jember. Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, ada banyak hal yang menjadi tantangan negara. Tak terkecuali tantangan hidup yang dihadapi setiap insan.

Pemdes dan Warga di Jember Bentangkan Merah Putih Sepanjang 3.000 Meter

Secara umum, sejak para pahlawan menang melawan penjajah dari bumi pertiwi, orang Indonesia bisa menikmati hidup dengan aman dan damai. Negeri kita telah terlepas dari penjajahan Belanda dan Jepang. Untuk itu, Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat perlu digaungkan di momen kemerdekaan ini. Jika dua tahun sebelumnya ada pandemi, salah satu fokus tahun ini dan tahun depan adalah membangun infrastruktur dan membangun Jember dari segi ekonomi.

Banyak orang mengartikan merdeka adalah bebas. Namun, kebebasan memiliki batasan-batasan yang perlu dijaga. Bebas bersinergi untuk kebangkitan ekonomi, juga memiliki rel yang harus dibangun dan dijaga bersama. Ada gotong royong yang perlu dibangkitkan demi kemajuan ekonomi Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, kemerdekaan atau kebebasan harus dimaknai memiliki batas. Masing-masing individu bisa mengukur kebebasan dan keterbatasannya. Menurutnya, merdeka harus mengarah pada hal yang muaranya baik. “Merdeka berarti bisa bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Manfaat yang lahir dan tumbuh, selayaknya tidak hanya berdampak pada diri sendiri. Tetapi, harus ditebar sehingga bisa dirasakan khalayak umum. Setidaknya di lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, merdeka secara ekonomi berarti mampu membuat sinergi besar dengan banyak pihak. Hendy meyakini, dalam meningkatkan perekonomian, bukan hanya bersinergi dengan satu atau dua pihak. “Semakin banyak kolaborasi, semakin bagus,” tambahnya.

Dalam hal menjalankan kemerdekaan ekonomi, menurutnya, perlu adanya keterbukaan informasi publik (KIP). Hal itu penting, karena sesuatu yang dilakukan sendiri dari hulu ke hilir akan dapat menghambat kemajuan. Namun, jika banyak yang terlibat, maka akan menjadi sesuatu yang besar.

Dia mencontohkan, Pemkab Jember telah melakukan kerja sama dengan banyak stakeholder untuk mewujudkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendunia. “Kami sudah libatkan Bea Cukai, BI, dan banyak lagi untuk itu,” tuturnya. Soal kemudahan persyaratan hingga permodalan pun terus dikerjakan.

Sementara itu, Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman memaknai kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para patriot bangsa. Bukan lagi dengan fisik, karena saat ini tidak ada Belanda dan Jepang yang menjajah seperti perjuangan para pahlawan dulu. “Mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai positif. Jika tidak bisa, setidaknya menjaga apa yang sudah ada dan tidak membuat persoalan,” ungkapnya.

Pascapandemi, pemkab telah memberikan ruang pada event-event besar untuk digeber di Jember, khususnya di sepanjang bulan Agustus ini. Gus Firjaun berharap hal itu bisa membuat ekonomi bergerak dan tumbuh. Menurutnya, Jember memiliki banyak pedagang. Karenanya, salah satu yang dilakukan dengan memanfaatkan event yang melibatkan banyak massa untuk UMKM berjualan.

Lebih lanjut, tahun ini pemkab telah mempersiapkan infrastruktur berupa jalan maupun saluran irigasi. Perbaikan jalan di seluruh pelosok Jember, tambahnya, bisa berdampak pada berbagai sektor. Misalnya pendidikan dan kesehatan. “Jika pendidikan naik, maka otomatis peluang ekonomi naik,” timpalnya.

Konsep ekonomi perlu diimplementasikan di lapangan. Untuk keberlanjutan UMKM di Jember, Gus Firjaun menyatakan, pemkab akan mempermudah pengurusan izin produk bagi para pelaku ekonomi. Untuk membuat produknya lebih menarik di pasar dunia, akan didukung dengan pelatihan tentang pengemasan yang baik hingga strategi promosinya. Dengan demikian, ke depannya akan banyak warga Jember yang bisa merdeka secara ekonomi.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: Mega Silvia
Editor: Nur Hariri

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MERDEKA, kata itu kerap dipekikkan di Indonesia tercinta, termasuk di Jember. Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, ada banyak hal yang menjadi tantangan negara. Tak terkecuali tantangan hidup yang dihadapi setiap insan.

Pemdes dan Warga di Jember Bentangkan Merah Putih Sepanjang 3.000 Meter

Secara umum, sejak para pahlawan menang melawan penjajah dari bumi pertiwi, orang Indonesia bisa menikmati hidup dengan aman dan damai. Negeri kita telah terlepas dari penjajahan Belanda dan Jepang. Untuk itu, Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat perlu digaungkan di momen kemerdekaan ini. Jika dua tahun sebelumnya ada pandemi, salah satu fokus tahun ini dan tahun depan adalah membangun infrastruktur dan membangun Jember dari segi ekonomi.

Banyak orang mengartikan merdeka adalah bebas. Namun, kebebasan memiliki batasan-batasan yang perlu dijaga. Bebas bersinergi untuk kebangkitan ekonomi, juga memiliki rel yang harus dibangun dan dijaga bersama. Ada gotong royong yang perlu dibangkitkan demi kemajuan ekonomi Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, kemerdekaan atau kebebasan harus dimaknai memiliki batas. Masing-masing individu bisa mengukur kebebasan dan keterbatasannya. Menurutnya, merdeka harus mengarah pada hal yang muaranya baik. “Merdeka berarti bisa bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Manfaat yang lahir dan tumbuh, selayaknya tidak hanya berdampak pada diri sendiri. Tetapi, harus ditebar sehingga bisa dirasakan khalayak umum. Setidaknya di lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, merdeka secara ekonomi berarti mampu membuat sinergi besar dengan banyak pihak. Hendy meyakini, dalam meningkatkan perekonomian, bukan hanya bersinergi dengan satu atau dua pihak. “Semakin banyak kolaborasi, semakin bagus,” tambahnya.

Dalam hal menjalankan kemerdekaan ekonomi, menurutnya, perlu adanya keterbukaan informasi publik (KIP). Hal itu penting, karena sesuatu yang dilakukan sendiri dari hulu ke hilir akan dapat menghambat kemajuan. Namun, jika banyak yang terlibat, maka akan menjadi sesuatu yang besar.

Dia mencontohkan, Pemkab Jember telah melakukan kerja sama dengan banyak stakeholder untuk mewujudkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendunia. “Kami sudah libatkan Bea Cukai, BI, dan banyak lagi untuk itu,” tuturnya. Soal kemudahan persyaratan hingga permodalan pun terus dikerjakan.

Sementara itu, Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman memaknai kemerdekaan dengan melanjutkan perjuangan para patriot bangsa. Bukan lagi dengan fisik, karena saat ini tidak ada Belanda dan Jepang yang menjajah seperti perjuangan para pahlawan dulu. “Mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai positif. Jika tidak bisa, setidaknya menjaga apa yang sudah ada dan tidak membuat persoalan,” ungkapnya.

Pascapandemi, pemkab telah memberikan ruang pada event-event besar untuk digeber di Jember, khususnya di sepanjang bulan Agustus ini. Gus Firjaun berharap hal itu bisa membuat ekonomi bergerak dan tumbuh. Menurutnya, Jember memiliki banyak pedagang. Karenanya, salah satu yang dilakukan dengan memanfaatkan event yang melibatkan banyak massa untuk UMKM berjualan.

Lebih lanjut, tahun ini pemkab telah mempersiapkan infrastruktur berupa jalan maupun saluran irigasi. Perbaikan jalan di seluruh pelosok Jember, tambahnya, bisa berdampak pada berbagai sektor. Misalnya pendidikan dan kesehatan. “Jika pendidikan naik, maka otomatis peluang ekonomi naik,” timpalnya.

Konsep ekonomi perlu diimplementasikan di lapangan. Untuk keberlanjutan UMKM di Jember, Gus Firjaun menyatakan, pemkab akan mempermudah pengurusan izin produk bagi para pelaku ekonomi. Untuk membuat produknya lebih menarik di pasar dunia, akan didukung dengan pelatihan tentang pengemasan yang baik hingga strategi promosinya. Dengan demikian, ke depannya akan banyak warga Jember yang bisa merdeka secara ekonomi.

Jurnalis: Mega Silvia
Fotografer: Mega Silvia
Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/