23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Beri Ruang kepada Pelaku Usaha Mikro

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen 17 Agustus perlu dirayakan oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali oleh kalangan anak muda. Sebab, kaum milenial merupakan generasi penerus bangsa di masa depan. Dan sudah sepatutnya anak muda memiliki pengaruh di lingkungan sosialnya. Salah satunya adalah Yoga Satria, 29. Dirinya memiliki sebuah bisnis pusat jajanan serbaada (pujasera) yang bernama Ruang Micro.

Merdeka Ekonomi untuk Jember Maju

Bisnis yang mulai dibangunnya sejak 2019 itu kini semakin berkembang dan makin diminati oleh anak muda, terutama para mahasiswa. Sebab, konsep pujasera yang diusungnya berbeda dengan yang lainnya. Dia mengubah konsep pujasera yang terkenal jadul dan jarang diminati. Menjadi wadah bagi berkumpulnya para anak muda untuk sekadar nongkrong maupun melakukan kegiatan rapat organisasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, konsep pujasera yang dipilih oleh Yoga didasarkan pada keinginannya untuk memberikan wadah bagi para pelaku UMKM yang ada di Jember. “Saya ingin Ruang Micro ini sebagai tempat atau wadah untuk pelaku usaha mikro. Dan kemudian dapat membantu permasalahan kebanyakan pelaku usaha, seperti agak malas dalam pencatatan laporan keuangan atau mungkin ada yang tidak ngerti,” kata pemuda asli Jember itu.

Pujasera yang saat ini ada meraupkan wujud idealisme yang dimilikinya semasa kuliah di Fakultas Pertanian (Faperta) Jurusan Agribisnis Universitas Jember (Unej). Pada waktu tersebut dirinya memiliki idealisme ingin membuat usaha yang dapat berdampak sosial dan berdampak ke masyarakat.

“Saya berpikir, ketika mahasiswa punya pikiran untuk berwirausaha, misalkan ada seribu mahasiswa di Jember berwirausaha, bayangkan berapa banyak warga Jember yang akan terserap. Berapa besar ekonomi yang akan bergerak, dan berapa besar pendapatan daerah yang akan didapatkan. Impact-nya akan besar,” imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan terkait makna kemerdekaan. Menurut dia, kemerdekaan adalah kebebasan. “Kalau kita berbicara kebebasan kan berhubungan dengan orang lain. Kebebasan yang dimaksud bebas dalam finansial, bebas menolong orang, dan bebas memberi manfaat kepada lebih banyak orang,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: BENI BAYU SANJAYA/RADAR JEMBER
Editor: Muchammad Ainul Budi

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen 17 Agustus perlu dirayakan oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali oleh kalangan anak muda. Sebab, kaum milenial merupakan generasi penerus bangsa di masa depan. Dan sudah sepatutnya anak muda memiliki pengaruh di lingkungan sosialnya. Salah satunya adalah Yoga Satria, 29. Dirinya memiliki sebuah bisnis pusat jajanan serbaada (pujasera) yang bernama Ruang Micro.

Merdeka Ekonomi untuk Jember Maju

Bisnis yang mulai dibangunnya sejak 2019 itu kini semakin berkembang dan makin diminati oleh anak muda, terutama para mahasiswa. Sebab, konsep pujasera yang diusungnya berbeda dengan yang lainnya. Dia mengubah konsep pujasera yang terkenal jadul dan jarang diminati. Menjadi wadah bagi berkumpulnya para anak muda untuk sekadar nongkrong maupun melakukan kegiatan rapat organisasi.

Tak hanya itu, konsep pujasera yang dipilih oleh Yoga didasarkan pada keinginannya untuk memberikan wadah bagi para pelaku UMKM yang ada di Jember. “Saya ingin Ruang Micro ini sebagai tempat atau wadah untuk pelaku usaha mikro. Dan kemudian dapat membantu permasalahan kebanyakan pelaku usaha, seperti agak malas dalam pencatatan laporan keuangan atau mungkin ada yang tidak ngerti,” kata pemuda asli Jember itu.

Pujasera yang saat ini ada meraupkan wujud idealisme yang dimilikinya semasa kuliah di Fakultas Pertanian (Faperta) Jurusan Agribisnis Universitas Jember (Unej). Pada waktu tersebut dirinya memiliki idealisme ingin membuat usaha yang dapat berdampak sosial dan berdampak ke masyarakat.

“Saya berpikir, ketika mahasiswa punya pikiran untuk berwirausaha, misalkan ada seribu mahasiswa di Jember berwirausaha, bayangkan berapa banyak warga Jember yang akan terserap. Berapa besar ekonomi yang akan bergerak, dan berapa besar pendapatan daerah yang akan didapatkan. Impact-nya akan besar,” imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan terkait makna kemerdekaan. Menurut dia, kemerdekaan adalah kebebasan. “Kalau kita berbicara kebebasan kan berhubungan dengan orang lain. Kebebasan yang dimaksud bebas dalam finansial, bebas menolong orang, dan bebas memberi manfaat kepada lebih banyak orang,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: BENI BAYU SANJAYA/RADAR JEMBER
Editor: Muchammad Ainul Budi

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen 17 Agustus perlu dirayakan oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali oleh kalangan anak muda. Sebab, kaum milenial merupakan generasi penerus bangsa di masa depan. Dan sudah sepatutnya anak muda memiliki pengaruh di lingkungan sosialnya. Salah satunya adalah Yoga Satria, 29. Dirinya memiliki sebuah bisnis pusat jajanan serbaada (pujasera) yang bernama Ruang Micro.

Merdeka Ekonomi untuk Jember Maju

Bisnis yang mulai dibangunnya sejak 2019 itu kini semakin berkembang dan makin diminati oleh anak muda, terutama para mahasiswa. Sebab, konsep pujasera yang diusungnya berbeda dengan yang lainnya. Dia mengubah konsep pujasera yang terkenal jadul dan jarang diminati. Menjadi wadah bagi berkumpulnya para anak muda untuk sekadar nongkrong maupun melakukan kegiatan rapat organisasi.

Tak hanya itu, konsep pujasera yang dipilih oleh Yoga didasarkan pada keinginannya untuk memberikan wadah bagi para pelaku UMKM yang ada di Jember. “Saya ingin Ruang Micro ini sebagai tempat atau wadah untuk pelaku usaha mikro. Dan kemudian dapat membantu permasalahan kebanyakan pelaku usaha, seperti agak malas dalam pencatatan laporan keuangan atau mungkin ada yang tidak ngerti,” kata pemuda asli Jember itu.

Pujasera yang saat ini ada meraupkan wujud idealisme yang dimilikinya semasa kuliah di Fakultas Pertanian (Faperta) Jurusan Agribisnis Universitas Jember (Unej). Pada waktu tersebut dirinya memiliki idealisme ingin membuat usaha yang dapat berdampak sosial dan berdampak ke masyarakat.

“Saya berpikir, ketika mahasiswa punya pikiran untuk berwirausaha, misalkan ada seribu mahasiswa di Jember berwirausaha, bayangkan berapa banyak warga Jember yang akan terserap. Berapa besar ekonomi yang akan bergerak, dan berapa besar pendapatan daerah yang akan didapatkan. Impact-nya akan besar,” imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan terkait makna kemerdekaan. Menurut dia, kemerdekaan adalah kebebasan. “Kalau kita berbicara kebebasan kan berhubungan dengan orang lain. Kebebasan yang dimaksud bebas dalam finansial, bebas menolong orang, dan bebas memberi manfaat kepada lebih banyak orang,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: BENI BAYU SANJAYA/RADAR JEMBER
Editor: Muchammad Ainul Budi

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca