30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Aplikasi Mastrip Siaga, Tekan Kentongan Online, Alarm HP Berbunyi

Banyak orang memaknai kemerdekaan secara bebas. Sebagai generasi bangsa, mengisinya perlu dengan hal positif. Nah, karya pemuda yang satu ini bisa ditiru, karena banyak menciptakan aplikasi demi masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ADA sejumlah komputer di ruang kerja Alifian Bayu Hidayatullah di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Siang itu, pemuda 23 tahun tersebut mengutak-atik salah satu komputer. Dia memantau sejumlah aplikasi yang dibuat. Salah satunya aplikasi Mastrip Siaga.

https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/17/08/2022/dari-bertani-bisa-buka-lapangan-kerja/

Pria ini merupakan Sarjana Teknik Informatika lulusan Universitas Jember. Melalui aplikasi Mastrip Siaga, dirinya berhasil menyabet penghargaan dalam kompetisi Panggung Inovasi. Dia meraih juara satu melalui aplikasi Mastrip Siaga berbasis Android tersebut. “Saya gak nyangka bisa mendapat juara satu,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aplikasi Mastrip Siaga dibuat berdasar kepedulian melihat ketua RW di Perumahan Mastrip yang masih memberikan pengumuman kepada warga dengan banner, pamflet, dan alat lain yang ditempel di beberapa tempat. Melihat cara tersebut kurang praktis, Alifian pun melakukan penggalian informasi dengan bertanya-tanya kepada warga setempat. Beberapa keluhan warga mengarah pada sulitnya informasi, termasuk soal bencana. Apalagi di Mastrip juga tidak ada sistem mitigasi bencana yang terbangun dengan rapi.

Keluhan warga yang mengarah pada sulitnya informasi di era yang serbah canggih itu membuatnya berpikir untuk membuat aplikasi. Sebab, apabila terjadi musibah atau hal lain yang tidak diinginkan, warga masih kebingungan harus lapor ke mana agar cepat sampai kepada pihak yang berwenang.

Di sinilah, aplikasi Mastrip Siaga dengan dua fitur diciptakan. Ada fitur untuk pusat informasi dan ada kentongan online. “Di pusat informasi, para ketua RW dapat menulis pengumuman atau informasi penting lainnya di aplikasi” imbuhnya.

Nantinya, warga Perumahan Mastrip dapat membaca informasi tersebut langsung lewat aplikasi Mastrip Siaga. Sehingga informasi lebih mudah diakses, terpusat, dan dapat mengantisipasi informasi hoax.

Sementara itu, kentongan online konsepnya mirip seperti kentongan tradisional. “Saat ada bencana seperti kebakaran atau kemalingan, warga yang pertama kali menyadari hal tersebut bisa langsung membuka aplikasi Mastrip Siaga. Caranya cukup mudah, yakni dengan menginput nama kejadian dan lokasi kejadian. “Selanjutnya cukup menekan tombol alarm,” jelasnya. Otomatis semua HP warga perumahan Mastrip yang sudah menginstal aplikasi. Dengan begitu, informasi bisa lebih cepat tersebar, termasuk penangannya.

Aplikasi ini pun hanya bisa diakses oleh warga Perumahan Mastrip. “Mungkin ke depannya nanti saya ingin aplikasi ini kegunaannya lebih diperluas untuk masyarakat banyak,” tuturnya.

Di hari kemerdekaan ini, sebagai pengembang aplikasi, makna kemerdekaan menurutnya adalah kebebasan belajar. Teknologi terus berkembang pesat dan menuntut pengembang aplikasi terus belajar pula. “Bebas belajar, itu sudah merdeka menurut saya,” katanya.

Jurnalis: AZZQAL AZQIYA’ ACHMAD/RADAR JEMBER
Fotografer: AZZQAL AZQIYA’ ACHMAD/RADAR JEMBER
Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ADA sejumlah komputer di ruang kerja Alifian Bayu Hidayatullah di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Siang itu, pemuda 23 tahun tersebut mengutak-atik salah satu komputer. Dia memantau sejumlah aplikasi yang dibuat. Salah satunya aplikasi Mastrip Siaga.

https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/17/08/2022/dari-bertani-bisa-buka-lapangan-kerja/

Pria ini merupakan Sarjana Teknik Informatika lulusan Universitas Jember. Melalui aplikasi Mastrip Siaga, dirinya berhasil menyabet penghargaan dalam kompetisi Panggung Inovasi. Dia meraih juara satu melalui aplikasi Mastrip Siaga berbasis Android tersebut. “Saya gak nyangka bisa mendapat juara satu,” ujarnya.

Aplikasi Mastrip Siaga dibuat berdasar kepedulian melihat ketua RW di Perumahan Mastrip yang masih memberikan pengumuman kepada warga dengan banner, pamflet, dan alat lain yang ditempel di beberapa tempat. Melihat cara tersebut kurang praktis, Alifian pun melakukan penggalian informasi dengan bertanya-tanya kepada warga setempat. Beberapa keluhan warga mengarah pada sulitnya informasi, termasuk soal bencana. Apalagi di Mastrip juga tidak ada sistem mitigasi bencana yang terbangun dengan rapi.

Keluhan warga yang mengarah pada sulitnya informasi di era yang serbah canggih itu membuatnya berpikir untuk membuat aplikasi. Sebab, apabila terjadi musibah atau hal lain yang tidak diinginkan, warga masih kebingungan harus lapor ke mana agar cepat sampai kepada pihak yang berwenang.

Di sinilah, aplikasi Mastrip Siaga dengan dua fitur diciptakan. Ada fitur untuk pusat informasi dan ada kentongan online. “Di pusat informasi, para ketua RW dapat menulis pengumuman atau informasi penting lainnya di aplikasi” imbuhnya.

Nantinya, warga Perumahan Mastrip dapat membaca informasi tersebut langsung lewat aplikasi Mastrip Siaga. Sehingga informasi lebih mudah diakses, terpusat, dan dapat mengantisipasi informasi hoax.

Sementara itu, kentongan online konsepnya mirip seperti kentongan tradisional. “Saat ada bencana seperti kebakaran atau kemalingan, warga yang pertama kali menyadari hal tersebut bisa langsung membuka aplikasi Mastrip Siaga. Caranya cukup mudah, yakni dengan menginput nama kejadian dan lokasi kejadian. “Selanjutnya cukup menekan tombol alarm,” jelasnya. Otomatis semua HP warga perumahan Mastrip yang sudah menginstal aplikasi. Dengan begitu, informasi bisa lebih cepat tersebar, termasuk penangannya.

Aplikasi ini pun hanya bisa diakses oleh warga Perumahan Mastrip. “Mungkin ke depannya nanti saya ingin aplikasi ini kegunaannya lebih diperluas untuk masyarakat banyak,” tuturnya.

Di hari kemerdekaan ini, sebagai pengembang aplikasi, makna kemerdekaan menurutnya adalah kebebasan belajar. Teknologi terus berkembang pesat dan menuntut pengembang aplikasi terus belajar pula. “Bebas belajar, itu sudah merdeka menurut saya,” katanya.

Jurnalis: AZZQAL AZQIYA’ ACHMAD/RADAR JEMBER
Fotografer: AZZQAL AZQIYA’ ACHMAD/RADAR JEMBER
Editor: Nur Hariri

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ADA sejumlah komputer di ruang kerja Alifian Bayu Hidayatullah di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Siang itu, pemuda 23 tahun tersebut mengutak-atik salah satu komputer. Dia memantau sejumlah aplikasi yang dibuat. Salah satunya aplikasi Mastrip Siaga.

https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/17/08/2022/dari-bertani-bisa-buka-lapangan-kerja/

Pria ini merupakan Sarjana Teknik Informatika lulusan Universitas Jember. Melalui aplikasi Mastrip Siaga, dirinya berhasil menyabet penghargaan dalam kompetisi Panggung Inovasi. Dia meraih juara satu melalui aplikasi Mastrip Siaga berbasis Android tersebut. “Saya gak nyangka bisa mendapat juara satu,” ujarnya.

Aplikasi Mastrip Siaga dibuat berdasar kepedulian melihat ketua RW di Perumahan Mastrip yang masih memberikan pengumuman kepada warga dengan banner, pamflet, dan alat lain yang ditempel di beberapa tempat. Melihat cara tersebut kurang praktis, Alifian pun melakukan penggalian informasi dengan bertanya-tanya kepada warga setempat. Beberapa keluhan warga mengarah pada sulitnya informasi, termasuk soal bencana. Apalagi di Mastrip juga tidak ada sistem mitigasi bencana yang terbangun dengan rapi.

Keluhan warga yang mengarah pada sulitnya informasi di era yang serbah canggih itu membuatnya berpikir untuk membuat aplikasi. Sebab, apabila terjadi musibah atau hal lain yang tidak diinginkan, warga masih kebingungan harus lapor ke mana agar cepat sampai kepada pihak yang berwenang.

Di sinilah, aplikasi Mastrip Siaga dengan dua fitur diciptakan. Ada fitur untuk pusat informasi dan ada kentongan online. “Di pusat informasi, para ketua RW dapat menulis pengumuman atau informasi penting lainnya di aplikasi” imbuhnya.

Nantinya, warga Perumahan Mastrip dapat membaca informasi tersebut langsung lewat aplikasi Mastrip Siaga. Sehingga informasi lebih mudah diakses, terpusat, dan dapat mengantisipasi informasi hoax.

Sementara itu, kentongan online konsepnya mirip seperti kentongan tradisional. “Saat ada bencana seperti kebakaran atau kemalingan, warga yang pertama kali menyadari hal tersebut bisa langsung membuka aplikasi Mastrip Siaga. Caranya cukup mudah, yakni dengan menginput nama kejadian dan lokasi kejadian. “Selanjutnya cukup menekan tombol alarm,” jelasnya. Otomatis semua HP warga perumahan Mastrip yang sudah menginstal aplikasi. Dengan begitu, informasi bisa lebih cepat tersebar, termasuk penangannya.

Aplikasi ini pun hanya bisa diakses oleh warga Perumahan Mastrip. “Mungkin ke depannya nanti saya ingin aplikasi ini kegunaannya lebih diperluas untuk masyarakat banyak,” tuturnya.

Di hari kemerdekaan ini, sebagai pengembang aplikasi, makna kemerdekaan menurutnya adalah kebebasan belajar. Teknologi terus berkembang pesat dan menuntut pengembang aplikasi terus belajar pula. “Bebas belajar, itu sudah merdeka menurut saya,” katanya.

Jurnalis: AZZQAL AZQIYA’ ACHMAD/RADAR JEMBER
Fotografer: AZZQAL AZQIYA’ ACHMAD/RADAR JEMBER
Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Atlet Bridge Jember Gacor di Kejurnas

Eksepsi Kades Klatakan Ditolak

Ancaman Resesi Jelang Akhir Tahun

Wajib Dibaca

/