alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Merdeka Menurut Mereka….

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap orang bebas memaknai kata merdeka. Karena setiap individu memiliki pemahaman dan nilai-nilai yang berbeda dalam mengekspresikannya. Seorang tenaga medis bisa jadi memaknai dengan sirnanya wabah dari muka bumi. Pun dengan petani. Mereka bisa saja mengartikan merdeka dengan pupuk terjangkau dan hasil panen melimpah. Demikian juga dengan pekerjaan dan profesi yang lain.

Tapi, bagaimana jika mereka diminta memaknai merdeka hanya dalam dua kata? Jadi, menggambarkan kemerdekaan dengan dua kata yang sarat makna. Dua kata inilah yang direkam Jawa Pos Radar Jember. Rupanya, setiap profesi memiliki ungkapan tak sama dalam memaknai kemerdekaan.

Jember Tangguh, Merdeka, dan Kreatif

Mobile_AP_Rectangle 2

Hari ini merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI. Menyongsong hari yang sarat dengan perjuangan ini, menuai makna beragam. Di antaranya seperti yang disampaikan Bupati Jember dr Faida MMR dan Wakil Bupati Jember Drs Abdul Muqit Arief.

“Makna kemerdekaan bagi saya adalah bersinergi bersama untuk menjadi tangguh,” tutur Faida, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember itu. Ketangguhan tersebut merupakan kemerdekaan yang diharapkan bupati kepada masyarakat Jember pada saat pandemi Covid-19 ini.

Seperti kita ketahui, banyak program yang dibuat untuk memberantas persebaran Covid-19. Di antaranya, pondok pesantren tangguh, pasar dan mal tangguh, kampus tangguh, sekolah tangguh, serta kantor tangguh. Program tersebut tak akan tercapai tanpa sinergisitas semua elemen masyarakat.

“Mari bersama-sama menerapkan protokol kesehatan untuk menyongsong Jember tangguh. Dan Saling mengingatkan diri sendiri, serta orang lain,” imbuhnya. Di antaranya, dengan rajin memakai masker, memakai hand sanitizer, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menerapkan physical dan social distancing.

Sementara itu, Wabup Muqit Arief memaknai kemerdekaan dengan kata ‘merdeka’ dan ‘kreatif’. Dua kata tersebut memiliki makna luas yang berarti tak terikat dan tak terbelenggu. “Serta mampu berkreasi dalam kehidupan sehari-hari. Dirgahayu Republik Indonesia, merdeka!” pungkasnya.

 

Optimalkan Layanan

PROKLAMASI kemerdekaan menjadi puncak perjuangan panjang dalam membangun bangsa dan negara. Kemerdekaan sekaligus menjadi titik awal perjuangan baru dalam membangun cita-cita. Kemerdekaan juga menjadi titik awal berlakunya tata hukum nasional di Indonesia.

Lalu, apa makna kemerdekaan bagi aparatur penegak hukum, seperti jaksa dan hakim? Ternyata, arti kemerdekaan di era modern dalam bidang hukum lebih terfokus pada pelayanan. Pelayanan hukum dan menciptakan rasa keadilan bagi masyarakat.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jember Marolop Simamora mengutarakan, di saat situasi pandemi Covid-19 saat ini, sudah waktunya lembaga peradilan seperti pengadilan berkarya. “Memberikan yang terbaik kepada nusa dan bangsa. Terutama untuk memberikan pelayanan hukum dan keadilan yang terbaik kepada masyarakat pencari keadilan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ketua PN asal Medan, Sumatera Utara, ini menambahkan, PN harus semakin mendorong dan menyadarkan peradilan. “Walaupun saat ini situasinya masih pandemi, pengadilan negeri harus tetap mengedepankan pelayanan,” imbuhnya.

Senada dengan Marolop, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza memaknai kemerdekaan dengan berbagai terobosan dan inovasi. Terutama bagi kejaksaan, bahwa pihaknya selalu ingin berbuat lebih baik. “Di era Kejaksaan Agung saat ini dituntut lebih berinovasi dan membuat terobosan pelayanan kepada masyarakat yang berkeadilan,” ujarnya.

Dia mencontohkan, terobosan kejaksaan sekarang ini yang juga mempunyai peran menjaga desa juga. “Jaksa masuk ke semua lini masyarakat. Baik di perkotaan maupun di perdesaan. Bahkan juga di kalangan pengusaha muda, serta UMKM,” jelas dia.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap orang bebas memaknai kata merdeka. Karena setiap individu memiliki pemahaman dan nilai-nilai yang berbeda dalam mengekspresikannya. Seorang tenaga medis bisa jadi memaknai dengan sirnanya wabah dari muka bumi. Pun dengan petani. Mereka bisa saja mengartikan merdeka dengan pupuk terjangkau dan hasil panen melimpah. Demikian juga dengan pekerjaan dan profesi yang lain.

Tapi, bagaimana jika mereka diminta memaknai merdeka hanya dalam dua kata? Jadi, menggambarkan kemerdekaan dengan dua kata yang sarat makna. Dua kata inilah yang direkam Jawa Pos Radar Jember. Rupanya, setiap profesi memiliki ungkapan tak sama dalam memaknai kemerdekaan.

Jember Tangguh, Merdeka, dan Kreatif

Hari ini merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI. Menyongsong hari yang sarat dengan perjuangan ini, menuai makna beragam. Di antaranya seperti yang disampaikan Bupati Jember dr Faida MMR dan Wakil Bupati Jember Drs Abdul Muqit Arief.

“Makna kemerdekaan bagi saya adalah bersinergi bersama untuk menjadi tangguh,” tutur Faida, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember itu. Ketangguhan tersebut merupakan kemerdekaan yang diharapkan bupati kepada masyarakat Jember pada saat pandemi Covid-19 ini.

Seperti kita ketahui, banyak program yang dibuat untuk memberantas persebaran Covid-19. Di antaranya, pondok pesantren tangguh, pasar dan mal tangguh, kampus tangguh, sekolah tangguh, serta kantor tangguh. Program tersebut tak akan tercapai tanpa sinergisitas semua elemen masyarakat.

“Mari bersama-sama menerapkan protokol kesehatan untuk menyongsong Jember tangguh. Dan Saling mengingatkan diri sendiri, serta orang lain,” imbuhnya. Di antaranya, dengan rajin memakai masker, memakai hand sanitizer, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menerapkan physical dan social distancing.

Sementara itu, Wabup Muqit Arief memaknai kemerdekaan dengan kata ‘merdeka’ dan ‘kreatif’. Dua kata tersebut memiliki makna luas yang berarti tak terikat dan tak terbelenggu. “Serta mampu berkreasi dalam kehidupan sehari-hari. Dirgahayu Republik Indonesia, merdeka!” pungkasnya.

 

Optimalkan Layanan

PROKLAMASI kemerdekaan menjadi puncak perjuangan panjang dalam membangun bangsa dan negara. Kemerdekaan sekaligus menjadi titik awal perjuangan baru dalam membangun cita-cita. Kemerdekaan juga menjadi titik awal berlakunya tata hukum nasional di Indonesia.

Lalu, apa makna kemerdekaan bagi aparatur penegak hukum, seperti jaksa dan hakim? Ternyata, arti kemerdekaan di era modern dalam bidang hukum lebih terfokus pada pelayanan. Pelayanan hukum dan menciptakan rasa keadilan bagi masyarakat.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jember Marolop Simamora mengutarakan, di saat situasi pandemi Covid-19 saat ini, sudah waktunya lembaga peradilan seperti pengadilan berkarya. “Memberikan yang terbaik kepada nusa dan bangsa. Terutama untuk memberikan pelayanan hukum dan keadilan yang terbaik kepada masyarakat pencari keadilan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ketua PN asal Medan, Sumatera Utara, ini menambahkan, PN harus semakin mendorong dan menyadarkan peradilan. “Walaupun saat ini situasinya masih pandemi, pengadilan negeri harus tetap mengedepankan pelayanan,” imbuhnya.

Senada dengan Marolop, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza memaknai kemerdekaan dengan berbagai terobosan dan inovasi. Terutama bagi kejaksaan, bahwa pihaknya selalu ingin berbuat lebih baik. “Di era Kejaksaan Agung saat ini dituntut lebih berinovasi dan membuat terobosan pelayanan kepada masyarakat yang berkeadilan,” ujarnya.

Dia mencontohkan, terobosan kejaksaan sekarang ini yang juga mempunyai peran menjaga desa juga. “Jaksa masuk ke semua lini masyarakat. Baik di perkotaan maupun di perdesaan. Bahkan juga di kalangan pengusaha muda, serta UMKM,” jelas dia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap orang bebas memaknai kata merdeka. Karena setiap individu memiliki pemahaman dan nilai-nilai yang berbeda dalam mengekspresikannya. Seorang tenaga medis bisa jadi memaknai dengan sirnanya wabah dari muka bumi. Pun dengan petani. Mereka bisa saja mengartikan merdeka dengan pupuk terjangkau dan hasil panen melimpah. Demikian juga dengan pekerjaan dan profesi yang lain.

Tapi, bagaimana jika mereka diminta memaknai merdeka hanya dalam dua kata? Jadi, menggambarkan kemerdekaan dengan dua kata yang sarat makna. Dua kata inilah yang direkam Jawa Pos Radar Jember. Rupanya, setiap profesi memiliki ungkapan tak sama dalam memaknai kemerdekaan.

Jember Tangguh, Merdeka, dan Kreatif

Hari ini merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI. Menyongsong hari yang sarat dengan perjuangan ini, menuai makna beragam. Di antaranya seperti yang disampaikan Bupati Jember dr Faida MMR dan Wakil Bupati Jember Drs Abdul Muqit Arief.

“Makna kemerdekaan bagi saya adalah bersinergi bersama untuk menjadi tangguh,” tutur Faida, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember itu. Ketangguhan tersebut merupakan kemerdekaan yang diharapkan bupati kepada masyarakat Jember pada saat pandemi Covid-19 ini.

Seperti kita ketahui, banyak program yang dibuat untuk memberantas persebaran Covid-19. Di antaranya, pondok pesantren tangguh, pasar dan mal tangguh, kampus tangguh, sekolah tangguh, serta kantor tangguh. Program tersebut tak akan tercapai tanpa sinergisitas semua elemen masyarakat.

“Mari bersama-sama menerapkan protokol kesehatan untuk menyongsong Jember tangguh. Dan Saling mengingatkan diri sendiri, serta orang lain,” imbuhnya. Di antaranya, dengan rajin memakai masker, memakai hand sanitizer, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menerapkan physical dan social distancing.

Sementara itu, Wabup Muqit Arief memaknai kemerdekaan dengan kata ‘merdeka’ dan ‘kreatif’. Dua kata tersebut memiliki makna luas yang berarti tak terikat dan tak terbelenggu. “Serta mampu berkreasi dalam kehidupan sehari-hari. Dirgahayu Republik Indonesia, merdeka!” pungkasnya.

 

Optimalkan Layanan

PROKLAMASI kemerdekaan menjadi puncak perjuangan panjang dalam membangun bangsa dan negara. Kemerdekaan sekaligus menjadi titik awal perjuangan baru dalam membangun cita-cita. Kemerdekaan juga menjadi titik awal berlakunya tata hukum nasional di Indonesia.

Lalu, apa makna kemerdekaan bagi aparatur penegak hukum, seperti jaksa dan hakim? Ternyata, arti kemerdekaan di era modern dalam bidang hukum lebih terfokus pada pelayanan. Pelayanan hukum dan menciptakan rasa keadilan bagi masyarakat.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jember Marolop Simamora mengutarakan, di saat situasi pandemi Covid-19 saat ini, sudah waktunya lembaga peradilan seperti pengadilan berkarya. “Memberikan yang terbaik kepada nusa dan bangsa. Terutama untuk memberikan pelayanan hukum dan keadilan yang terbaik kepada masyarakat pencari keadilan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ketua PN asal Medan, Sumatera Utara, ini menambahkan, PN harus semakin mendorong dan menyadarkan peradilan. “Walaupun saat ini situasinya masih pandemi, pengadilan negeri harus tetap mengedepankan pelayanan,” imbuhnya.

Senada dengan Marolop, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza memaknai kemerdekaan dengan berbagai terobosan dan inovasi. Terutama bagi kejaksaan, bahwa pihaknya selalu ingin berbuat lebih baik. “Di era Kejaksaan Agung saat ini dituntut lebih berinovasi dan membuat terobosan pelayanan kepada masyarakat yang berkeadilan,” ujarnya.

Dia mencontohkan, terobosan kejaksaan sekarang ini yang juga mempunyai peran menjaga desa juga. “Jaksa masuk ke semua lini masyarakat. Baik di perkotaan maupun di perdesaan. Bahkan juga di kalangan pengusaha muda, serta UMKM,” jelas dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/