alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Zikir dan Doa Bersama untuk Jember Sehat dan Tangguh

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Merayakan peringatan hari ulang tahun dengan cara yang berbeda. Inilah yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember. Di usianya yang ke-22 tahun, Jawa Pos Radar Jember ingin memberikan contoh dan inspirasi dalam kondisi pandemi yang tak kunjung usai.

Dalam peringatan hari jadi ini pula, Jawa Pos Radar Jember tetap ingin memberikan kisah kepada negeri. Salah satunya melalui zikir dan doa bersama. Mendoakan agar pandemi segera usai dari bumi. Serta mendoakan seluruh masyarakat yang tengah terdampak pandemi. Baik dari sisi perekonomian, sosial, pendidikan, serta kesehatan. Semua bermuara pada satu tujuan, yakni ingin memberikan semangat menuju Jember sehat dan tangguh.

Momen peringatan ulang tahun ini pun sangat bermakna. Doa bersama yang diselenggarakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah yang penuh berkah, tepat di hari Jumat (16/7), dan menjelang Magrib. Waktu yang diijabah oleh Allah SWT. Hal ini diungkapkan oleh Ustad Abu Hasanudin kala memimpin doa bersama di Jawa Pos Radar Jember, kemarin (16/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Ustad Abu Hasan juga menyampaikan tentang kemuliaan bulan Zulhijah. Momen ulang tahun Jawa Pos Radar Jember yang diperingati, Jumat kemarin, menurutnya, sangat tepat. Sebab, siapa yang berbuat baik pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah, maka pahalanya sangat besar.

Khatmil Quran dan doa bersama secara daring yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember pun, menurutnya, menjadi pilihan terbaik, karena tidak dilakukan dengan hura-hura. Ya, acara ini memang diselenggarakan secara daring dan luring. Karyawan yang hadir pun dibatasi, serta sebagian mengikuti lewat aplikasi virtual. Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat. “Bersyukur itu banyak caranya, dan ini adalah cara yang baik,” pungkasnya.

Menurut dia, di tengah pandemi korona ini, semua warga harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Hal yang juga penting adalah tetap menaruh harapan yang baik dalam kondisi yang cukup sulit ini. Jika tidak memiliki harapan, maka ada dua kemungkinan dan itu cukup dua detik. “Berapa lama orang mampu bertahan tanpa harapan? Hanya dua detik. Detik pertama putus asa, detik kedua mengakhiri hidupnya. Maka kita semua harus tetap punya harapan,” tegasnya.

Dengan demikian, semua warga Jember atau siapa saja layak untuk tidak pernah kehilangan prasangka baik terhadap keadaan. Termasuk di masa sulit pandemi korona sekarang ini. “Percayalah, tidak ada cinta yang melebihi cintanya Allah kepada kita. Ada kesulitan, pasti ada kemudahan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya menegaskan, di usianya yang ke-22 tahun, Jawa Pos Radar Jember juga terus melakukan adaptasi untuk mengepakkan sayap menjadi media dengan platform terlengkap di Indonesia. “Media di era sekarang harus banyak memberikan pencerahan kepada semua elemen masyarakat,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Merayakan peringatan hari ulang tahun dengan cara yang berbeda. Inilah yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember. Di usianya yang ke-22 tahun, Jawa Pos Radar Jember ingin memberikan contoh dan inspirasi dalam kondisi pandemi yang tak kunjung usai.

Dalam peringatan hari jadi ini pula, Jawa Pos Radar Jember tetap ingin memberikan kisah kepada negeri. Salah satunya melalui zikir dan doa bersama. Mendoakan agar pandemi segera usai dari bumi. Serta mendoakan seluruh masyarakat yang tengah terdampak pandemi. Baik dari sisi perekonomian, sosial, pendidikan, serta kesehatan. Semua bermuara pada satu tujuan, yakni ingin memberikan semangat menuju Jember sehat dan tangguh.

Momen peringatan ulang tahun ini pun sangat bermakna. Doa bersama yang diselenggarakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah yang penuh berkah, tepat di hari Jumat (16/7), dan menjelang Magrib. Waktu yang diijabah oleh Allah SWT. Hal ini diungkapkan oleh Ustad Abu Hasanudin kala memimpin doa bersama di Jawa Pos Radar Jember, kemarin (16/7).

Ustad Abu Hasan juga menyampaikan tentang kemuliaan bulan Zulhijah. Momen ulang tahun Jawa Pos Radar Jember yang diperingati, Jumat kemarin, menurutnya, sangat tepat. Sebab, siapa yang berbuat baik pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah, maka pahalanya sangat besar.

Khatmil Quran dan doa bersama secara daring yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember pun, menurutnya, menjadi pilihan terbaik, karena tidak dilakukan dengan hura-hura. Ya, acara ini memang diselenggarakan secara daring dan luring. Karyawan yang hadir pun dibatasi, serta sebagian mengikuti lewat aplikasi virtual. Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat. “Bersyukur itu banyak caranya, dan ini adalah cara yang baik,” pungkasnya.

Menurut dia, di tengah pandemi korona ini, semua warga harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Hal yang juga penting adalah tetap menaruh harapan yang baik dalam kondisi yang cukup sulit ini. Jika tidak memiliki harapan, maka ada dua kemungkinan dan itu cukup dua detik. “Berapa lama orang mampu bertahan tanpa harapan? Hanya dua detik. Detik pertama putus asa, detik kedua mengakhiri hidupnya. Maka kita semua harus tetap punya harapan,” tegasnya.

Dengan demikian, semua warga Jember atau siapa saja layak untuk tidak pernah kehilangan prasangka baik terhadap keadaan. Termasuk di masa sulit pandemi korona sekarang ini. “Percayalah, tidak ada cinta yang melebihi cintanya Allah kepada kita. Ada kesulitan, pasti ada kemudahan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya menegaskan, di usianya yang ke-22 tahun, Jawa Pos Radar Jember juga terus melakukan adaptasi untuk mengepakkan sayap menjadi media dengan platform terlengkap di Indonesia. “Media di era sekarang harus banyak memberikan pencerahan kepada semua elemen masyarakat,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Merayakan peringatan hari ulang tahun dengan cara yang berbeda. Inilah yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember. Di usianya yang ke-22 tahun, Jawa Pos Radar Jember ingin memberikan contoh dan inspirasi dalam kondisi pandemi yang tak kunjung usai.

Dalam peringatan hari jadi ini pula, Jawa Pos Radar Jember tetap ingin memberikan kisah kepada negeri. Salah satunya melalui zikir dan doa bersama. Mendoakan agar pandemi segera usai dari bumi. Serta mendoakan seluruh masyarakat yang tengah terdampak pandemi. Baik dari sisi perekonomian, sosial, pendidikan, serta kesehatan. Semua bermuara pada satu tujuan, yakni ingin memberikan semangat menuju Jember sehat dan tangguh.

Momen peringatan ulang tahun ini pun sangat bermakna. Doa bersama yang diselenggarakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah yang penuh berkah, tepat di hari Jumat (16/7), dan menjelang Magrib. Waktu yang diijabah oleh Allah SWT. Hal ini diungkapkan oleh Ustad Abu Hasanudin kala memimpin doa bersama di Jawa Pos Radar Jember, kemarin (16/7).

Ustad Abu Hasan juga menyampaikan tentang kemuliaan bulan Zulhijah. Momen ulang tahun Jawa Pos Radar Jember yang diperingati, Jumat kemarin, menurutnya, sangat tepat. Sebab, siapa yang berbuat baik pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah, maka pahalanya sangat besar.

Khatmil Quran dan doa bersama secara daring yang dilakukan Jawa Pos Radar Jember pun, menurutnya, menjadi pilihan terbaik, karena tidak dilakukan dengan hura-hura. Ya, acara ini memang diselenggarakan secara daring dan luring. Karyawan yang hadir pun dibatasi, serta sebagian mengikuti lewat aplikasi virtual. Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat. “Bersyukur itu banyak caranya, dan ini adalah cara yang baik,” pungkasnya.

Menurut dia, di tengah pandemi korona ini, semua warga harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Hal yang juga penting adalah tetap menaruh harapan yang baik dalam kondisi yang cukup sulit ini. Jika tidak memiliki harapan, maka ada dua kemungkinan dan itu cukup dua detik. “Berapa lama orang mampu bertahan tanpa harapan? Hanya dua detik. Detik pertama putus asa, detik kedua mengakhiri hidupnya. Maka kita semua harus tetap punya harapan,” tegasnya.

Dengan demikian, semua warga Jember atau siapa saja layak untuk tidak pernah kehilangan prasangka baik terhadap keadaan. Termasuk di masa sulit pandemi korona sekarang ini. “Percayalah, tidak ada cinta yang melebihi cintanya Allah kepada kita. Ada kesulitan, pasti ada kemudahan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya menegaskan, di usianya yang ke-22 tahun, Jawa Pos Radar Jember juga terus melakukan adaptasi untuk mengepakkan sayap menjadi media dengan platform terlengkap di Indonesia. “Media di era sekarang harus banyak memberikan pencerahan kepada semua elemen masyarakat,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/