alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Sudah Tembus Ribuan Kasus

Mobile_AP_Rectangle 1

KEBONSARI, Radar Jember – Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Namun, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) masih saja tinggi sementara ini. Bahkan tiap hari kondisinya semakin memprihatinkan.

BACA JUGA : Dua Pekan Hilang, Warga Glingseran Bondowoso Ditemukan Meninggal

Hanya berselang dua hari kemarin, sudah bertambah 196 kasus dari jumlah 1.294 menjadi 1.490 suspect, dengan tujuh hewan yang mati. Rata-rata hewan ternak yang diserang adalah sapi, kambing serta domba.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti menyampaikan, per tanggal 16 Juni kemarin pihaknya merilis laporan penambahan kasus PMK. Yakni sudah bertambah 196 kasus dari sebelumnya 1.294 menjadi 1.490 kasus.

“Tentunya ini menjadi perhatian serius, melihat sebentar lagi mendekati Idul Adha. Setidaknya kita tidak lengah dalam mencegah penyebarannya,” jelas Elok kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari 31 kecamatan di Jember hanya tinggal dua kecamatan yang belum ditemukan kasus penyebarannya. Salah satunya Jelbuk dan Arjasa. “Kalau Kecamatan Kaliwates sudah ditemukan kasus PMK, setelah sebelumnya masih masuk katagori zona hijau bersama Jelbuk dan Arjasa,” terang Elok.

Sedangkan untuk sapi masih ditemukan tujuh yang mati disebabkan PMK. Diantaranya terdapat di tiga kecamatan, seperti di Sumbersari dua ekor sapi, satu di Kecamatan Balung, dan empat di Kecamatan Puger. “Semuanya sapi, karena memang hewan jenis sapi cukup rentan dan sangat peka terhadap virus PMK,” imbuhnya.

- Advertisement -

KEBONSARI, Radar Jember – Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Namun, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) masih saja tinggi sementara ini. Bahkan tiap hari kondisinya semakin memprihatinkan.

BACA JUGA : Dua Pekan Hilang, Warga Glingseran Bondowoso Ditemukan Meninggal

Hanya berselang dua hari kemarin, sudah bertambah 196 kasus dari jumlah 1.294 menjadi 1.490 suspect, dengan tujuh hewan yang mati. Rata-rata hewan ternak yang diserang adalah sapi, kambing serta domba.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti menyampaikan, per tanggal 16 Juni kemarin pihaknya merilis laporan penambahan kasus PMK. Yakni sudah bertambah 196 kasus dari sebelumnya 1.294 menjadi 1.490 kasus.

“Tentunya ini menjadi perhatian serius, melihat sebentar lagi mendekati Idul Adha. Setidaknya kita tidak lengah dalam mencegah penyebarannya,” jelas Elok kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari 31 kecamatan di Jember hanya tinggal dua kecamatan yang belum ditemukan kasus penyebarannya. Salah satunya Jelbuk dan Arjasa. “Kalau Kecamatan Kaliwates sudah ditemukan kasus PMK, setelah sebelumnya masih masuk katagori zona hijau bersama Jelbuk dan Arjasa,” terang Elok.

Sedangkan untuk sapi masih ditemukan tujuh yang mati disebabkan PMK. Diantaranya terdapat di tiga kecamatan, seperti di Sumbersari dua ekor sapi, satu di Kecamatan Balung, dan empat di Kecamatan Puger. “Semuanya sapi, karena memang hewan jenis sapi cukup rentan dan sangat peka terhadap virus PMK,” imbuhnya.

KEBONSARI, Radar Jember – Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Namun, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) masih saja tinggi sementara ini. Bahkan tiap hari kondisinya semakin memprihatinkan.

BACA JUGA : Dua Pekan Hilang, Warga Glingseran Bondowoso Ditemukan Meninggal

Hanya berselang dua hari kemarin, sudah bertambah 196 kasus dari jumlah 1.294 menjadi 1.490 suspect, dengan tujuh hewan yang mati. Rata-rata hewan ternak yang diserang adalah sapi, kambing serta domba.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti menyampaikan, per tanggal 16 Juni kemarin pihaknya merilis laporan penambahan kasus PMK. Yakni sudah bertambah 196 kasus dari sebelumnya 1.294 menjadi 1.490 kasus.

“Tentunya ini menjadi perhatian serius, melihat sebentar lagi mendekati Idul Adha. Setidaknya kita tidak lengah dalam mencegah penyebarannya,” jelas Elok kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari 31 kecamatan di Jember hanya tinggal dua kecamatan yang belum ditemukan kasus penyebarannya. Salah satunya Jelbuk dan Arjasa. “Kalau Kecamatan Kaliwates sudah ditemukan kasus PMK, setelah sebelumnya masih masuk katagori zona hijau bersama Jelbuk dan Arjasa,” terang Elok.

Sedangkan untuk sapi masih ditemukan tujuh yang mati disebabkan PMK. Diantaranya terdapat di tiga kecamatan, seperti di Sumbersari dua ekor sapi, satu di Kecamatan Balung, dan empat di Kecamatan Puger. “Semuanya sapi, karena memang hewan jenis sapi cukup rentan dan sangat peka terhadap virus PMK,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/