alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Kontrak Proyek Multiyears Rp 664 Miliar Berakhir Bulan Ini

Progress Pekerjaan Ada Yang Belum 50 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Pekerjaan perbaikan jalan yang menyasar jalan desa/kecamatan di Jember masih terus berlangsung. Proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears) senilai Rp 664 miliar ini, hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

BACA JUGA : Hasilkan Cuan Ratusan Ribu Setiap Hari

Bersama dengan itu, justru beredar kabar bahwa ada sejumlah rekanan yang pekerjaannya dinilai lelet. DPRD Jember menyebut, ada fakta sebanyak 7 perusahaan yang mengerjakan megaproyek tersebut dengan lambat. Bahkan, tiga pekan sebelum kontrak berakhir, ada capaian yang belum mencapai 50 persen. “Ada tujuh perusahaan yang progress perbaikannya tidak sampai 50 persen. Bahkan salah satunya ada yang hanya 18 persen, yaitu PT Tanjung Harapan yang berlokasi di peningkatan jalan Paleran, Umbulsari, Gunung Sari, dan Umbulrejo,” urai Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono.

Mobile_AP_Rectangle 2

Paparan tersebut diakui Budi juga sempat diutarakan kala bertemu dan koordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember Jupriono, bersama sejumlah pejabat yang menangani proyek multiyears. Ketujuh rekanan tersebut dinilainya bekerja lelet dari tahapan yang telah ditentukan, sebagaimana dalam kontrak dengan DPUBMSDA Jember.

Padahal, berdasar durasi kontrak, pekerjaan ketujuh rekanan itu selayaknya sudah hampir selesai karena masa kerjanya hingga akhir bulan ini. Budi menyayangkan lambatnya pekerjaan tersebut. “Waktunya sudah hampir akhir Juni, tapi hasilnya masih di bawah 50 persen. Kok terkesan kerjanya kayak kura-kura,” sesal pria yang akrab dipanggil Budi Pink itu.

Budi membandingkan keterlambatan yang dilakukan ketujuh rekanan dengan capaian perbaikan jalan oleh 16 perusahaan lainnya. Diketahui, ada perbedaan yang signifikan antara pekerjaan 16 perusahaan lain, dengan ketujuh rekanan tersebut dimaksud. Perbedaan profesionalitas dan komitmen antar rekanan diakuinya begitu mencolok.

Capaian 16 rekanan lain, lanjut dia, sudah berada di kisaran 75 – 100 persen yang terletak di 16 titik. Bahkan beberapa diantaranya sudah mencapai 90 – 100 persen, seperti garapan PT Mukti Razuka Sakti pada pekerjaan peningkatan jalan, di ruas Jalan Jenggawah, Tempurejo, dan Mumbulsari.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Pekerjaan perbaikan jalan yang menyasar jalan desa/kecamatan di Jember masih terus berlangsung. Proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears) senilai Rp 664 miliar ini, hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

BACA JUGA : Hasilkan Cuan Ratusan Ribu Setiap Hari

Bersama dengan itu, justru beredar kabar bahwa ada sejumlah rekanan yang pekerjaannya dinilai lelet. DPRD Jember menyebut, ada fakta sebanyak 7 perusahaan yang mengerjakan megaproyek tersebut dengan lambat. Bahkan, tiga pekan sebelum kontrak berakhir, ada capaian yang belum mencapai 50 persen. “Ada tujuh perusahaan yang progress perbaikannya tidak sampai 50 persen. Bahkan salah satunya ada yang hanya 18 persen, yaitu PT Tanjung Harapan yang berlokasi di peningkatan jalan Paleran, Umbulsari, Gunung Sari, dan Umbulrejo,” urai Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono.

Paparan tersebut diakui Budi juga sempat diutarakan kala bertemu dan koordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember Jupriono, bersama sejumlah pejabat yang menangani proyek multiyears. Ketujuh rekanan tersebut dinilainya bekerja lelet dari tahapan yang telah ditentukan, sebagaimana dalam kontrak dengan DPUBMSDA Jember.

Padahal, berdasar durasi kontrak, pekerjaan ketujuh rekanan itu selayaknya sudah hampir selesai karena masa kerjanya hingga akhir bulan ini. Budi menyayangkan lambatnya pekerjaan tersebut. “Waktunya sudah hampir akhir Juni, tapi hasilnya masih di bawah 50 persen. Kok terkesan kerjanya kayak kura-kura,” sesal pria yang akrab dipanggil Budi Pink itu.

Budi membandingkan keterlambatan yang dilakukan ketujuh rekanan dengan capaian perbaikan jalan oleh 16 perusahaan lainnya. Diketahui, ada perbedaan yang signifikan antara pekerjaan 16 perusahaan lain, dengan ketujuh rekanan tersebut dimaksud. Perbedaan profesionalitas dan komitmen antar rekanan diakuinya begitu mencolok.

Capaian 16 rekanan lain, lanjut dia, sudah berada di kisaran 75 – 100 persen yang terletak di 16 titik. Bahkan beberapa diantaranya sudah mencapai 90 – 100 persen, seperti garapan PT Mukti Razuka Sakti pada pekerjaan peningkatan jalan, di ruas Jalan Jenggawah, Tempurejo, dan Mumbulsari.

SUMBERSARI, Radar Jember – Pekerjaan perbaikan jalan yang menyasar jalan desa/kecamatan di Jember masih terus berlangsung. Proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears) senilai Rp 664 miliar ini, hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

BACA JUGA : Hasilkan Cuan Ratusan Ribu Setiap Hari

Bersama dengan itu, justru beredar kabar bahwa ada sejumlah rekanan yang pekerjaannya dinilai lelet. DPRD Jember menyebut, ada fakta sebanyak 7 perusahaan yang mengerjakan megaproyek tersebut dengan lambat. Bahkan, tiga pekan sebelum kontrak berakhir, ada capaian yang belum mencapai 50 persen. “Ada tujuh perusahaan yang progress perbaikannya tidak sampai 50 persen. Bahkan salah satunya ada yang hanya 18 persen, yaitu PT Tanjung Harapan yang berlokasi di peningkatan jalan Paleran, Umbulsari, Gunung Sari, dan Umbulrejo,” urai Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono.

Paparan tersebut diakui Budi juga sempat diutarakan kala bertemu dan koordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember Jupriono, bersama sejumlah pejabat yang menangani proyek multiyears. Ketujuh rekanan tersebut dinilainya bekerja lelet dari tahapan yang telah ditentukan, sebagaimana dalam kontrak dengan DPUBMSDA Jember.

Padahal, berdasar durasi kontrak, pekerjaan ketujuh rekanan itu selayaknya sudah hampir selesai karena masa kerjanya hingga akhir bulan ini. Budi menyayangkan lambatnya pekerjaan tersebut. “Waktunya sudah hampir akhir Juni, tapi hasilnya masih di bawah 50 persen. Kok terkesan kerjanya kayak kura-kura,” sesal pria yang akrab dipanggil Budi Pink itu.

Budi membandingkan keterlambatan yang dilakukan ketujuh rekanan dengan capaian perbaikan jalan oleh 16 perusahaan lainnya. Diketahui, ada perbedaan yang signifikan antara pekerjaan 16 perusahaan lain, dengan ketujuh rekanan tersebut dimaksud. Perbedaan profesionalitas dan komitmen antar rekanan diakuinya begitu mencolok.

Capaian 16 rekanan lain, lanjut dia, sudah berada di kisaran 75 – 100 persen yang terletak di 16 titik. Bahkan beberapa diantaranya sudah mencapai 90 – 100 persen, seperti garapan PT Mukti Razuka Sakti pada pekerjaan peningkatan jalan, di ruas Jalan Jenggawah, Tempurejo, dan Mumbulsari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/