alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Empat Wartawan Gadungan Ditangkap

Peras Korban hingga Rp 17 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah pers di Jember tercoreng akibat ulah empat orang yang mengaku wartawan. Pewarta abal-abal itu melakukan pemerasan terhadap salah seorang warga asal Kecamatan Wuluhan hingga Rp 17 juta. Kini, kasus kejahatan berkedok jurnalis tersebut telah ditangani oleh Polres Jember.

Kasus ini berawal ketika korban dimintai sejumlah uang oleh para tersangka. Jika tidak membayar, mereka mengancam bakal menyebarkan aib korban melalui media daring. Berangkat dari laporan tersebut, selanjutnya Tim Resmob Polres Jember membekuk dua tersangka. Masing-masing adalah Muhammad Abdullah, 50, warga Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, dan Muhammad Erwin, 35, warga Jalan Sriwijaya 41, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari.

Rupanya, dua tersangka ini tidak bekerja sendiri. Masih ada tersangka lain. Berbekal keterangan itu, polisi kemudian memburu dua orang yang disebut terlibat dalam kasus ini. Dua tersangka yang dibekuk belakangan adalah Susanto alias To, 42, warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, dan Abdul Gani, 38, warga Kecamatan Jenggawah. Keduanya ditangkap karena ditengarai terlibat dalam kasus pemerasan itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setiawan mengatakan, penangkapan terhadap para tersangka berawal dari laporan korban pemerasan berinisial EY, 40, warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan. “Saat itu, korban baru saja keluar dari salah satu hotel di wilayah Jember,” kata Bagus.

Setelah keluar dari hotel, tersangka membuntuti dan menemui korban. Para tersangka kemudian meminta uang sebesar Rp 17 juta. “Dalam transaksi itu, korban hanya menyanggupi untuk memberi uang Rp 3 juta saja,” jelas Bagus.

Pada saat menyerahkan uang Rp 3 juta itulah, polisi datang dan langsung menangkap dua tersangka pertama, Abdullah dan Erwin. “Barang bukti yang diamankan uang tunai, HP, dan mobil Escudo sebagai sarana,” kata perwira polisi berpangkat balok emas satu tersebut.

Dari penangkapan itu, lanjut Bagus, kemudian berkembang pada dua tersangka lain. Yakni Susanto dan Gani. “Dua tersangka ini juga ikut terlibat dalam kasus itu. Mereka juga menerima pembagian hasil dari pemerasan terhadap korban,” pungkasnya.

 

Terlibat Kasus Curanmor

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah pers di Jember tercoreng akibat ulah empat orang yang mengaku wartawan. Pewarta abal-abal itu melakukan pemerasan terhadap salah seorang warga asal Kecamatan Wuluhan hingga Rp 17 juta. Kini, kasus kejahatan berkedok jurnalis tersebut telah ditangani oleh Polres Jember.

Kasus ini berawal ketika korban dimintai sejumlah uang oleh para tersangka. Jika tidak membayar, mereka mengancam bakal menyebarkan aib korban melalui media daring. Berangkat dari laporan tersebut, selanjutnya Tim Resmob Polres Jember membekuk dua tersangka. Masing-masing adalah Muhammad Abdullah, 50, warga Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, dan Muhammad Erwin, 35, warga Jalan Sriwijaya 41, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari.

Rupanya, dua tersangka ini tidak bekerja sendiri. Masih ada tersangka lain. Berbekal keterangan itu, polisi kemudian memburu dua orang yang disebut terlibat dalam kasus ini. Dua tersangka yang dibekuk belakangan adalah Susanto alias To, 42, warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, dan Abdul Gani, 38, warga Kecamatan Jenggawah. Keduanya ditangkap karena ditengarai terlibat dalam kasus pemerasan itu.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setiawan mengatakan, penangkapan terhadap para tersangka berawal dari laporan korban pemerasan berinisial EY, 40, warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan. “Saat itu, korban baru saja keluar dari salah satu hotel di wilayah Jember,” kata Bagus.

Setelah keluar dari hotel, tersangka membuntuti dan menemui korban. Para tersangka kemudian meminta uang sebesar Rp 17 juta. “Dalam transaksi itu, korban hanya menyanggupi untuk memberi uang Rp 3 juta saja,” jelas Bagus.

Pada saat menyerahkan uang Rp 3 juta itulah, polisi datang dan langsung menangkap dua tersangka pertama, Abdullah dan Erwin. “Barang bukti yang diamankan uang tunai, HP, dan mobil Escudo sebagai sarana,” kata perwira polisi berpangkat balok emas satu tersebut.

Dari penangkapan itu, lanjut Bagus, kemudian berkembang pada dua tersangka lain. Yakni Susanto dan Gani. “Dua tersangka ini juga ikut terlibat dalam kasus itu. Mereka juga menerima pembagian hasil dari pemerasan terhadap korban,” pungkasnya.

 

Terlibat Kasus Curanmor

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah pers di Jember tercoreng akibat ulah empat orang yang mengaku wartawan. Pewarta abal-abal itu melakukan pemerasan terhadap salah seorang warga asal Kecamatan Wuluhan hingga Rp 17 juta. Kini, kasus kejahatan berkedok jurnalis tersebut telah ditangani oleh Polres Jember.

Kasus ini berawal ketika korban dimintai sejumlah uang oleh para tersangka. Jika tidak membayar, mereka mengancam bakal menyebarkan aib korban melalui media daring. Berangkat dari laporan tersebut, selanjutnya Tim Resmob Polres Jember membekuk dua tersangka. Masing-masing adalah Muhammad Abdullah, 50, warga Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, dan Muhammad Erwin, 35, warga Jalan Sriwijaya 41, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari.

Rupanya, dua tersangka ini tidak bekerja sendiri. Masih ada tersangka lain. Berbekal keterangan itu, polisi kemudian memburu dua orang yang disebut terlibat dalam kasus ini. Dua tersangka yang dibekuk belakangan adalah Susanto alias To, 42, warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, dan Abdul Gani, 38, warga Kecamatan Jenggawah. Keduanya ditangkap karena ditengarai terlibat dalam kasus pemerasan itu.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setiawan mengatakan, penangkapan terhadap para tersangka berawal dari laporan korban pemerasan berinisial EY, 40, warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan. “Saat itu, korban baru saja keluar dari salah satu hotel di wilayah Jember,” kata Bagus.

Setelah keluar dari hotel, tersangka membuntuti dan menemui korban. Para tersangka kemudian meminta uang sebesar Rp 17 juta. “Dalam transaksi itu, korban hanya menyanggupi untuk memberi uang Rp 3 juta saja,” jelas Bagus.

Pada saat menyerahkan uang Rp 3 juta itulah, polisi datang dan langsung menangkap dua tersangka pertama, Abdullah dan Erwin. “Barang bukti yang diamankan uang tunai, HP, dan mobil Escudo sebagai sarana,” kata perwira polisi berpangkat balok emas satu tersebut.

Dari penangkapan itu, lanjut Bagus, kemudian berkembang pada dua tersangka lain. Yakni Susanto dan Gani. “Dua tersangka ini juga ikut terlibat dalam kasus itu. Mereka juga menerima pembagian hasil dari pemerasan terhadap korban,” pungkasnya.

 

Terlibat Kasus Curanmor

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/