alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Sederhana, Paskah di GKJW Rejoagung Diakhiri Makan Pecel Pincuk Bareng

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Hari Paskah merupakan peristiwa penting dalam liturgi gereja umat Kristiani. Hari Paskah menandai bangkitnya Yesus Kristus ke langit pada hari ketiga usai penyaliban. Hal ini menjadi momen paling sakral bagi kehidupan Yesus Kristus, serta umat Kristiani.

Meski maknanya sama, tapi rangkaian Paskah setiap gereja bisa berbeda-beda. Di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Desa Rejoagung, Semboro, Jember ini, misalnya, prosesinya diakhiri dengan makan nasi pecel beralaskan daun pisang alias nasi pecel pincuk secara bersama-sama. Prosesi penutup yang belum tentu dilakukan oleh gereja lain.

Sejak Minggu (17/4) pagi, sekitar pukul 04.00, jemaat GKJW Rejoagung sudah memenuhi gereja tersebut. Saking penuhnya, jemaat hingga meluber ke teras dan samping gedung gereja. Penuhnya jemaat tidak lepas dari pelonggaran peraturan pemerintah yang mulai memperbolehkan kegiatan keagamaan maupun lainnya, termasuk mudik nanti.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Dua Tahun Vakum Akibat Pandemi, GKT Jember Kembali Gelar Donor Darah

Paskah sendiri diawali dengan Rabu Abu Pra Paskah, kemudian dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Dan hari ini, Minggu, merayakan kemenangan. Rangkain Paskah tersebut diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pendeta Rena Kartikaningrum.

Seusai memimpin doa, pendeta mengupas ketupat dan diberikan kepada Kepala Desa Rejoagung Gatut Susanto. Ketupat ini mengandung nilai filosofis sebagai tubuh Yesus yang telah dipecah-pecah oleh manusia dan diminta oleh siapa saja tubuh Yesus boleh demi keselamatan umat manusia.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Hari Paskah merupakan peristiwa penting dalam liturgi gereja umat Kristiani. Hari Paskah menandai bangkitnya Yesus Kristus ke langit pada hari ketiga usai penyaliban. Hal ini menjadi momen paling sakral bagi kehidupan Yesus Kristus, serta umat Kristiani.

Meski maknanya sama, tapi rangkaian Paskah setiap gereja bisa berbeda-beda. Di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Desa Rejoagung, Semboro, Jember ini, misalnya, prosesinya diakhiri dengan makan nasi pecel beralaskan daun pisang alias nasi pecel pincuk secara bersama-sama. Prosesi penutup yang belum tentu dilakukan oleh gereja lain.

Sejak Minggu (17/4) pagi, sekitar pukul 04.00, jemaat GKJW Rejoagung sudah memenuhi gereja tersebut. Saking penuhnya, jemaat hingga meluber ke teras dan samping gedung gereja. Penuhnya jemaat tidak lepas dari pelonggaran peraturan pemerintah yang mulai memperbolehkan kegiatan keagamaan maupun lainnya, termasuk mudik nanti.

BACA JUGA: Dua Tahun Vakum Akibat Pandemi, GKT Jember Kembali Gelar Donor Darah

Paskah sendiri diawali dengan Rabu Abu Pra Paskah, kemudian dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Dan hari ini, Minggu, merayakan kemenangan. Rangkain Paskah tersebut diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pendeta Rena Kartikaningrum.

Seusai memimpin doa, pendeta mengupas ketupat dan diberikan kepada Kepala Desa Rejoagung Gatut Susanto. Ketupat ini mengandung nilai filosofis sebagai tubuh Yesus yang telah dipecah-pecah oleh manusia dan diminta oleh siapa saja tubuh Yesus boleh demi keselamatan umat manusia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Hari Paskah merupakan peristiwa penting dalam liturgi gereja umat Kristiani. Hari Paskah menandai bangkitnya Yesus Kristus ke langit pada hari ketiga usai penyaliban. Hal ini menjadi momen paling sakral bagi kehidupan Yesus Kristus, serta umat Kristiani.

Meski maknanya sama, tapi rangkaian Paskah setiap gereja bisa berbeda-beda. Di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Desa Rejoagung, Semboro, Jember ini, misalnya, prosesinya diakhiri dengan makan nasi pecel beralaskan daun pisang alias nasi pecel pincuk secara bersama-sama. Prosesi penutup yang belum tentu dilakukan oleh gereja lain.

Sejak Minggu (17/4) pagi, sekitar pukul 04.00, jemaat GKJW Rejoagung sudah memenuhi gereja tersebut. Saking penuhnya, jemaat hingga meluber ke teras dan samping gedung gereja. Penuhnya jemaat tidak lepas dari pelonggaran peraturan pemerintah yang mulai memperbolehkan kegiatan keagamaan maupun lainnya, termasuk mudik nanti.

BACA JUGA: Dua Tahun Vakum Akibat Pandemi, GKT Jember Kembali Gelar Donor Darah

Paskah sendiri diawali dengan Rabu Abu Pra Paskah, kemudian dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. Dan hari ini, Minggu, merayakan kemenangan. Rangkain Paskah tersebut diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pendeta Rena Kartikaningrum.

Seusai memimpin doa, pendeta mengupas ketupat dan diberikan kepada Kepala Desa Rejoagung Gatut Susanto. Ketupat ini mengandung nilai filosofis sebagai tubuh Yesus yang telah dipecah-pecah oleh manusia dan diminta oleh siapa saja tubuh Yesus boleh demi keselamatan umat manusia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/