alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Berkegiatan Profesional, Seduluran hingga Tuai Prestasi

Jember bisa disebut gudangnya talenta berbakat. Beberapa artis tanah air juga banyak kelahiran Jember. Pun dengan talenta-talenta muda yang kini sedang naik daun. Beberapa dari mereka terwadahi di Lingkar Kreatif Independen atau Linkrafin, salah satu wadah bentukan Wakajzee.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wadah aktualisasi yang terbentuk dalam satu naungan Wakajzee ini seketika melesat melalui karya-karya dan kiprahnya. Lomba Karya Musik Anak Komunitas yang diselenggarakan Kemenparekraf RI pada akhir Mei 2021 lalu menjadi salah satu bukti prestasi yang ditorehkan Linkrafin.

Baca Juga : Usai Pesta Miras di Depan Masjid Jamik Jember, Dua Pemuda Alami Kecelakaan

“Saya speechless, karena koreografinya memukau, lagunya majestic, penampilan overall fantastic,” kata Sandiaga Salahuddin Uno pada malam final di Jakarta, Senin, 24 Mei 2021, lalu, yang ditayangkan melalui channel YouTube saat itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak sampai di situ, wadah yang digawangi anak-anak muda Jember ini juga sempat menyabet predikat karya rekam audio terbaik dalam Pekan Penghargaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada September 2021 lalu.

Jika ingin mengintip perform dari bakat mereka, intip saja kanal YouTube Wakajzee, Stamplat Garage dan Sisi Lokal. Di sana ada banyak talenta kelahiran Jember yang unjuk kemampuan sekaligus diorbitkan melalui music video cover. “Kita tidak melihat latar belakang temen-temen, kita kumpul bikin karya secara profesional,” kata Willy Jaya Sukma, Music Director Wakajzee.

Sebagai salah satu rumah produksi kreatif, Wakajzee melalui Linkrafin mencoba memotret berbagai fenomena di masyarakat. Termasuk mengenai tren-tren ataupun isu-isu kekinian. Kemudian, mereka visualisasikan dalam bentuk video musik. Beberapa juga dengan video dokumenter, berupa tarian, genap dengan artis atau penarinya. Namun, semuanya dikemas dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang ada.

Kendati begitu, wadah tersebut tidak sekadar menjadi ruang aktualisasi. Beberapa kali mereka juga mendapatkan apresiasi atas kerja kreatif dan profesionalnya. Kontrak kerja sama juga kerap kali datang silih berganti.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wadah aktualisasi yang terbentuk dalam satu naungan Wakajzee ini seketika melesat melalui karya-karya dan kiprahnya. Lomba Karya Musik Anak Komunitas yang diselenggarakan Kemenparekraf RI pada akhir Mei 2021 lalu menjadi salah satu bukti prestasi yang ditorehkan Linkrafin.

Baca Juga : Usai Pesta Miras di Depan Masjid Jamik Jember, Dua Pemuda Alami Kecelakaan

“Saya speechless, karena koreografinya memukau, lagunya majestic, penampilan overall fantastic,” kata Sandiaga Salahuddin Uno pada malam final di Jakarta, Senin, 24 Mei 2021, lalu, yang ditayangkan melalui channel YouTube saat itu.

Tidak sampai di situ, wadah yang digawangi anak-anak muda Jember ini juga sempat menyabet predikat karya rekam audio terbaik dalam Pekan Penghargaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada September 2021 lalu.

Jika ingin mengintip perform dari bakat mereka, intip saja kanal YouTube Wakajzee, Stamplat Garage dan Sisi Lokal. Di sana ada banyak talenta kelahiran Jember yang unjuk kemampuan sekaligus diorbitkan melalui music video cover. “Kita tidak melihat latar belakang temen-temen, kita kumpul bikin karya secara profesional,” kata Willy Jaya Sukma, Music Director Wakajzee.

Sebagai salah satu rumah produksi kreatif, Wakajzee melalui Linkrafin mencoba memotret berbagai fenomena di masyarakat. Termasuk mengenai tren-tren ataupun isu-isu kekinian. Kemudian, mereka visualisasikan dalam bentuk video musik. Beberapa juga dengan video dokumenter, berupa tarian, genap dengan artis atau penarinya. Namun, semuanya dikemas dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang ada.

Kendati begitu, wadah tersebut tidak sekadar menjadi ruang aktualisasi. Beberapa kali mereka juga mendapatkan apresiasi atas kerja kreatif dan profesionalnya. Kontrak kerja sama juga kerap kali datang silih berganti.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wadah aktualisasi yang terbentuk dalam satu naungan Wakajzee ini seketika melesat melalui karya-karya dan kiprahnya. Lomba Karya Musik Anak Komunitas yang diselenggarakan Kemenparekraf RI pada akhir Mei 2021 lalu menjadi salah satu bukti prestasi yang ditorehkan Linkrafin.

Baca Juga : Usai Pesta Miras di Depan Masjid Jamik Jember, Dua Pemuda Alami Kecelakaan

“Saya speechless, karena koreografinya memukau, lagunya majestic, penampilan overall fantastic,” kata Sandiaga Salahuddin Uno pada malam final di Jakarta, Senin, 24 Mei 2021, lalu, yang ditayangkan melalui channel YouTube saat itu.

Tidak sampai di situ, wadah yang digawangi anak-anak muda Jember ini juga sempat menyabet predikat karya rekam audio terbaik dalam Pekan Penghargaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada September 2021 lalu.

Jika ingin mengintip perform dari bakat mereka, intip saja kanal YouTube Wakajzee, Stamplat Garage dan Sisi Lokal. Di sana ada banyak talenta kelahiran Jember yang unjuk kemampuan sekaligus diorbitkan melalui music video cover. “Kita tidak melihat latar belakang temen-temen, kita kumpul bikin karya secara profesional,” kata Willy Jaya Sukma, Music Director Wakajzee.

Sebagai salah satu rumah produksi kreatif, Wakajzee melalui Linkrafin mencoba memotret berbagai fenomena di masyarakat. Termasuk mengenai tren-tren ataupun isu-isu kekinian. Kemudian, mereka visualisasikan dalam bentuk video musik. Beberapa juga dengan video dokumenter, berupa tarian, genap dengan artis atau penarinya. Namun, semuanya dikemas dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang ada.

Kendati begitu, wadah tersebut tidak sekadar menjadi ruang aktualisasi. Beberapa kali mereka juga mendapatkan apresiasi atas kerja kreatif dan profesionalnya. Kontrak kerja sama juga kerap kali datang silih berganti.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/