alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Terpaksa Latihan Gunakan Trotoar

Atlet Sepatu Roda Berbakat Terkendala Sarana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gaya meliuk-liuk yang ditunjukkan gadis itu benar-benar mencuri perhatian. Mereka meluncur, berputar, lalu meluncur lagi di trotoar, sekitar kawasan Alun-Alun Jember, baru-baru ini. Rupanya, para bocah itu tak sekadar berolahraga, tapi mereka juga sedang latihan.

Diketahui, mereka ternyata adalah para atlet sepatu roda yang kerap membawa nama Jember tenar di level nasional. Bahkan, ada pula event internasional yang mereka ikuti. Namun sayang, bakat dan prestasi luar biasa mereka justru tak diimbangi dengan fasilitas latihan memadai. Kesuksesan para atlet itu banyak ditopang dari kerasnya trotoar alun-alun. “Hanya di sini lokasi yang pas. Lantainya mulus. Kami tidak nemu tempat lagi,” kata Mega Dwi Rutanto, Ketua Komunitas Sepatu Roda.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, ia mengatakan, bakat para atlet sepatu roda asli Jember tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka kerap mengikuti event dan olimpiade, dan menang membawa juara. “Namun, selama ini, kami sering membawa nama pribadi. Meski kalau sudah di perlombaan, kami dikenal membawa nama Jember,” jelas Mega, yang juga Ketua Jember Inline Skate Community (JIC) tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Minimnya tempat latihan sepatu roda di Jember jelas menjadi keluhan para atlet berbakat itu. Sebab, hingga kini mereka hanya mengandalkan trotoar yang ada di alun-alun kota. “Kalau punya jalur sendiri, tentu lebih mudah mengembangkan bakat para atlet. Bisa semacam TC (training center, Red),” ujarnya.

Selain itu, eksistensi para atlet sepatu roda diakuinya juga sudah banyak menyasar kalangan usia anak sekolah. Seperti Tata, salah satunya. Siswa SD asal Kecamatan Semboro itu kerap menyabet piagam saat lomba sepatu roda. “Sengaja dari Semboro ke alun-alun agar bisa latihan bareng temen-temen,” ucap Tata, yang didampingi ibundanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gaya meliuk-liuk yang ditunjukkan gadis itu benar-benar mencuri perhatian. Mereka meluncur, berputar, lalu meluncur lagi di trotoar, sekitar kawasan Alun-Alun Jember, baru-baru ini. Rupanya, para bocah itu tak sekadar berolahraga, tapi mereka juga sedang latihan.

Diketahui, mereka ternyata adalah para atlet sepatu roda yang kerap membawa nama Jember tenar di level nasional. Bahkan, ada pula event internasional yang mereka ikuti. Namun sayang, bakat dan prestasi luar biasa mereka justru tak diimbangi dengan fasilitas latihan memadai. Kesuksesan para atlet itu banyak ditopang dari kerasnya trotoar alun-alun. “Hanya di sini lokasi yang pas. Lantainya mulus. Kami tidak nemu tempat lagi,” kata Mega Dwi Rutanto, Ketua Komunitas Sepatu Roda.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, ia mengatakan, bakat para atlet sepatu roda asli Jember tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka kerap mengikuti event dan olimpiade, dan menang membawa juara. “Namun, selama ini, kami sering membawa nama pribadi. Meski kalau sudah di perlombaan, kami dikenal membawa nama Jember,” jelas Mega, yang juga Ketua Jember Inline Skate Community (JIC) tersebut.

Minimnya tempat latihan sepatu roda di Jember jelas menjadi keluhan para atlet berbakat itu. Sebab, hingga kini mereka hanya mengandalkan trotoar yang ada di alun-alun kota. “Kalau punya jalur sendiri, tentu lebih mudah mengembangkan bakat para atlet. Bisa semacam TC (training center, Red),” ujarnya.

Selain itu, eksistensi para atlet sepatu roda diakuinya juga sudah banyak menyasar kalangan usia anak sekolah. Seperti Tata, salah satunya. Siswa SD asal Kecamatan Semboro itu kerap menyabet piagam saat lomba sepatu roda. “Sengaja dari Semboro ke alun-alun agar bisa latihan bareng temen-temen,” ucap Tata, yang didampingi ibundanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gaya meliuk-liuk yang ditunjukkan gadis itu benar-benar mencuri perhatian. Mereka meluncur, berputar, lalu meluncur lagi di trotoar, sekitar kawasan Alun-Alun Jember, baru-baru ini. Rupanya, para bocah itu tak sekadar berolahraga, tapi mereka juga sedang latihan.

Diketahui, mereka ternyata adalah para atlet sepatu roda yang kerap membawa nama Jember tenar di level nasional. Bahkan, ada pula event internasional yang mereka ikuti. Namun sayang, bakat dan prestasi luar biasa mereka justru tak diimbangi dengan fasilitas latihan memadai. Kesuksesan para atlet itu banyak ditopang dari kerasnya trotoar alun-alun. “Hanya di sini lokasi yang pas. Lantainya mulus. Kami tidak nemu tempat lagi,” kata Mega Dwi Rutanto, Ketua Komunitas Sepatu Roda.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, ia mengatakan, bakat para atlet sepatu roda asli Jember tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka kerap mengikuti event dan olimpiade, dan menang membawa juara. “Namun, selama ini, kami sering membawa nama pribadi. Meski kalau sudah di perlombaan, kami dikenal membawa nama Jember,” jelas Mega, yang juga Ketua Jember Inline Skate Community (JIC) tersebut.

Minimnya tempat latihan sepatu roda di Jember jelas menjadi keluhan para atlet berbakat itu. Sebab, hingga kini mereka hanya mengandalkan trotoar yang ada di alun-alun kota. “Kalau punya jalur sendiri, tentu lebih mudah mengembangkan bakat para atlet. Bisa semacam TC (training center, Red),” ujarnya.

Selain itu, eksistensi para atlet sepatu roda diakuinya juga sudah banyak menyasar kalangan usia anak sekolah. Seperti Tata, salah satunya. Siswa SD asal Kecamatan Semboro itu kerap menyabet piagam saat lomba sepatu roda. “Sengaja dari Semboro ke alun-alun agar bisa latihan bareng temen-temen,” ucap Tata, yang didampingi ibundanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/