alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pemasangan Jaring Sia-Sia

Masih Banyak yang Buang Sampah di Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di atas jembatan itu terlihat samar-samar dari samping jembatan. Sebab, ada jaring yang menyerupai pagar terpasang di sisi jembatan. Tepatnya jembatan di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Slawu, Kecamatan Kaliwates.

Jaring itu sengaja dipasang oleh pemilik tanah supaya orang-orang tidak membuang sampah sembarangan di sungai dan lahan sekitar sungai. Dewi, salah satu pedagang yang berjualan di dekat jembatan, menuturkan, sebelum jaring itu dipasang pada dua tahun silam, sampah-sampah selalu berserakan di sekitar sungai. “Banyak pengendara yang seenaknya membuang sampah,” ungkapnya.

Namun, dia menyayangkan aksi oknum yang masih juga membuang sampah dari atas jembatan, meski sudah ditutup jaring. Seiring berjalannya waktu, penutupan itu dirasa mubazir alias sia-sia. “Soalnya, meski sudah ditutup, masih banyak yang membuang sampah di sungai,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wanita berusia 37 tahun itu mengungkapkan, orang-orang biasanya membuang sampah ke sungai saat menjelang petang atau pagi hari. Tak jarang, para oknum yang tidak bertanggung jawab itu berhenti sejenak dari kendaraan yang mereka gunakan, lalu melemparkan sampah ke arah sungai. Karena tertutup jaring, mereka biasa membuang sampah di pinggir jaring. “Ada celah yang mengarah ke sungai,” paparnya.

Akibatnya, sampah-sampah itu jelas mencemari sungai. Meski hanya sungai buangan dari sawah, intensitas air sungai kerap meninggi. “Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang. Jadi, banyak sampah yang hanyut terbawa arus,” imbuhnya.

Namun, dia menegaskan bahwa sekarang tidak begitu. “Meski intensitas air meninggi, sampah tetap menumpuk. Soalnya ada limbah bambu dan dahan pohon,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di atas jembatan itu terlihat samar-samar dari samping jembatan. Sebab, ada jaring yang menyerupai pagar terpasang di sisi jembatan. Tepatnya jembatan di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Slawu, Kecamatan Kaliwates.

Jaring itu sengaja dipasang oleh pemilik tanah supaya orang-orang tidak membuang sampah sembarangan di sungai dan lahan sekitar sungai. Dewi, salah satu pedagang yang berjualan di dekat jembatan, menuturkan, sebelum jaring itu dipasang pada dua tahun silam, sampah-sampah selalu berserakan di sekitar sungai. “Banyak pengendara yang seenaknya membuang sampah,” ungkapnya.

Namun, dia menyayangkan aksi oknum yang masih juga membuang sampah dari atas jembatan, meski sudah ditutup jaring. Seiring berjalannya waktu, penutupan itu dirasa mubazir alias sia-sia. “Soalnya, meski sudah ditutup, masih banyak yang membuang sampah di sungai,” ucapnya.

Wanita berusia 37 tahun itu mengungkapkan, orang-orang biasanya membuang sampah ke sungai saat menjelang petang atau pagi hari. Tak jarang, para oknum yang tidak bertanggung jawab itu berhenti sejenak dari kendaraan yang mereka gunakan, lalu melemparkan sampah ke arah sungai. Karena tertutup jaring, mereka biasa membuang sampah di pinggir jaring. “Ada celah yang mengarah ke sungai,” paparnya.

Akibatnya, sampah-sampah itu jelas mencemari sungai. Meski hanya sungai buangan dari sawah, intensitas air sungai kerap meninggi. “Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang. Jadi, banyak sampah yang hanyut terbawa arus,” imbuhnya.

Namun, dia menegaskan bahwa sekarang tidak begitu. “Meski intensitas air meninggi, sampah tetap menumpuk. Soalnya ada limbah bambu dan dahan pohon,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lalang kendaraan di atas jembatan itu terlihat samar-samar dari samping jembatan. Sebab, ada jaring yang menyerupai pagar terpasang di sisi jembatan. Tepatnya jembatan di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Slawu, Kecamatan Kaliwates.

Jaring itu sengaja dipasang oleh pemilik tanah supaya orang-orang tidak membuang sampah sembarangan di sungai dan lahan sekitar sungai. Dewi, salah satu pedagang yang berjualan di dekat jembatan, menuturkan, sebelum jaring itu dipasang pada dua tahun silam, sampah-sampah selalu berserakan di sekitar sungai. “Banyak pengendara yang seenaknya membuang sampah,” ungkapnya.

Namun, dia menyayangkan aksi oknum yang masih juga membuang sampah dari atas jembatan, meski sudah ditutup jaring. Seiring berjalannya waktu, penutupan itu dirasa mubazir alias sia-sia. “Soalnya, meski sudah ditutup, masih banyak yang membuang sampah di sungai,” ucapnya.

Wanita berusia 37 tahun itu mengungkapkan, orang-orang biasanya membuang sampah ke sungai saat menjelang petang atau pagi hari. Tak jarang, para oknum yang tidak bertanggung jawab itu berhenti sejenak dari kendaraan yang mereka gunakan, lalu melemparkan sampah ke arah sungai. Karena tertutup jaring, mereka biasa membuang sampah di pinggir jaring. “Ada celah yang mengarah ke sungai,” paparnya.

Akibatnya, sampah-sampah itu jelas mencemari sungai. Meski hanya sungai buangan dari sawah, intensitas air sungai kerap meninggi. “Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang. Jadi, banyak sampah yang hanyut terbawa arus,” imbuhnya.

Namun, dia menegaskan bahwa sekarang tidak begitu. “Meski intensitas air meninggi, sampah tetap menumpuk. Soalnya ada limbah bambu dan dahan pohon,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/