alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Berencana Sewa Kantor Pemkab di Jakarta

Bagian Umum Ajukan Rp 10 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu program baru di era kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, kemarin (16/3). Yaitu, sebuah rencana untuk membuka Kantor Perwakilan Pemkab Jember di Jakarta. Apakah program ini efektif?

Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir, hubungan Pemkab Jember dengan DPRD tidak harmonis. Hubungan dengan pemerintah provinsi dan pusat juga kurang terjalin dengan baik. Komunikasi juga terbatas pada hal-hal yang wajib. Keberadaan Wisma Daerah di Surabaya juga tak banyak memberikan keuntungan.

Bahkan, tidak sedikit bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat yang tidak diambil. Pemkab Jember justru menolak bantuan seperti yang sempat ramai, yaitu menolak bantuan alat-alat pertanian yang harganya puluhan sampai ratusan juta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Atas alasan memperbaiki komunikasi dan menjalin kedekatan dengan pemerintah provinsi dan pusat inilah, Pemkab Jember menganggarkan sedikitnya Rp 10 miliar untuk membuka Kantor Perwakilan Pemkab Jember di Jakarta. “Rencana anggaran Rp 10 miliar. Itu untuk sewa kantor plus mebel,” kata Nurul Hafid Yasin, Plt Kabag Umum Pemkab Jember, di ruang Komisi C DPRD Jember.

Hafid, sapaan akrabnya, menuturkan, ada beberapa fungsi terkait rencana pembukaan kantor di Jakarta itu. “Kantor ini nanti sebagai fasilitas penghubung agar komunikasi ASN Jember dengan para pejabat pusat bisa maksimal,” katanya.

Kantor perwakilan yang belum diketahui apakah akan berupa rumah atau semacam apartemen itu juga bisa menjadi tempat rapat antara ASN dengan para pejabat kementerian, anggota DPR RI, atau pihak lain yang berkepentingan. “Juga berfungsi sebagai tempat penginapan ASN Jember yang sedang ke Jakarta,” bebernya.

Melalui kantor perwakilan itu nanti, diharapkan dapat menjalin komunikasi yang maksimal dengan mereka yang ada di Jakarta. “Ini untuk memaksimalkan agar Jember ke depan banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Karena saat ini hanya Rp 4,5 triliun (APBD belum didok, Red) dan tidak cukup untuk semua kegiatan atau pembangunan di Jember,” papar Hafid.

Berdasar argumentasi inilah, Pemkab Jember berencana untuk mengeksekusi pada tahun ini melalui sumber anggaran APBD 2021, melalui pos anggaran bagian umum. “Tahun ini akan sewa, kemudian dalam setahun akan dievaluasi sejauh mana efektivitasnya. Kalau bagus diteruskan, mungkin akan beli. Kalau tidak, maka tidak diteruskan,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu program baru di era kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, kemarin (16/3). Yaitu, sebuah rencana untuk membuka Kantor Perwakilan Pemkab Jember di Jakarta. Apakah program ini efektif?

Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir, hubungan Pemkab Jember dengan DPRD tidak harmonis. Hubungan dengan pemerintah provinsi dan pusat juga kurang terjalin dengan baik. Komunikasi juga terbatas pada hal-hal yang wajib. Keberadaan Wisma Daerah di Surabaya juga tak banyak memberikan keuntungan.

Bahkan, tidak sedikit bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat yang tidak diambil. Pemkab Jember justru menolak bantuan seperti yang sempat ramai, yaitu menolak bantuan alat-alat pertanian yang harganya puluhan sampai ratusan juta.

Atas alasan memperbaiki komunikasi dan menjalin kedekatan dengan pemerintah provinsi dan pusat inilah, Pemkab Jember menganggarkan sedikitnya Rp 10 miliar untuk membuka Kantor Perwakilan Pemkab Jember di Jakarta. “Rencana anggaran Rp 10 miliar. Itu untuk sewa kantor plus mebel,” kata Nurul Hafid Yasin, Plt Kabag Umum Pemkab Jember, di ruang Komisi C DPRD Jember.

Hafid, sapaan akrabnya, menuturkan, ada beberapa fungsi terkait rencana pembukaan kantor di Jakarta itu. “Kantor ini nanti sebagai fasilitas penghubung agar komunikasi ASN Jember dengan para pejabat pusat bisa maksimal,” katanya.

Kantor perwakilan yang belum diketahui apakah akan berupa rumah atau semacam apartemen itu juga bisa menjadi tempat rapat antara ASN dengan para pejabat kementerian, anggota DPR RI, atau pihak lain yang berkepentingan. “Juga berfungsi sebagai tempat penginapan ASN Jember yang sedang ke Jakarta,” bebernya.

Melalui kantor perwakilan itu nanti, diharapkan dapat menjalin komunikasi yang maksimal dengan mereka yang ada di Jakarta. “Ini untuk memaksimalkan agar Jember ke depan banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Karena saat ini hanya Rp 4,5 triliun (APBD belum didok, Red) dan tidak cukup untuk semua kegiatan atau pembangunan di Jember,” papar Hafid.

Berdasar argumentasi inilah, Pemkab Jember berencana untuk mengeksekusi pada tahun ini melalui sumber anggaran APBD 2021, melalui pos anggaran bagian umum. “Tahun ini akan sewa, kemudian dalam setahun akan dievaluasi sejauh mana efektivitasnya. Kalau bagus diteruskan, mungkin akan beli. Kalau tidak, maka tidak diteruskan,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu program baru di era kepemimpinan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, kemarin (16/3). Yaitu, sebuah rencana untuk membuka Kantor Perwakilan Pemkab Jember di Jakarta. Apakah program ini efektif?

Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir, hubungan Pemkab Jember dengan DPRD tidak harmonis. Hubungan dengan pemerintah provinsi dan pusat juga kurang terjalin dengan baik. Komunikasi juga terbatas pada hal-hal yang wajib. Keberadaan Wisma Daerah di Surabaya juga tak banyak memberikan keuntungan.

Bahkan, tidak sedikit bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat yang tidak diambil. Pemkab Jember justru menolak bantuan seperti yang sempat ramai, yaitu menolak bantuan alat-alat pertanian yang harganya puluhan sampai ratusan juta.

Atas alasan memperbaiki komunikasi dan menjalin kedekatan dengan pemerintah provinsi dan pusat inilah, Pemkab Jember menganggarkan sedikitnya Rp 10 miliar untuk membuka Kantor Perwakilan Pemkab Jember di Jakarta. “Rencana anggaran Rp 10 miliar. Itu untuk sewa kantor plus mebel,” kata Nurul Hafid Yasin, Plt Kabag Umum Pemkab Jember, di ruang Komisi C DPRD Jember.

Hafid, sapaan akrabnya, menuturkan, ada beberapa fungsi terkait rencana pembukaan kantor di Jakarta itu. “Kantor ini nanti sebagai fasilitas penghubung agar komunikasi ASN Jember dengan para pejabat pusat bisa maksimal,” katanya.

Kantor perwakilan yang belum diketahui apakah akan berupa rumah atau semacam apartemen itu juga bisa menjadi tempat rapat antara ASN dengan para pejabat kementerian, anggota DPR RI, atau pihak lain yang berkepentingan. “Juga berfungsi sebagai tempat penginapan ASN Jember yang sedang ke Jakarta,” bebernya.

Melalui kantor perwakilan itu nanti, diharapkan dapat menjalin komunikasi yang maksimal dengan mereka yang ada di Jakarta. “Ini untuk memaksimalkan agar Jember ke depan banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Karena saat ini hanya Rp 4,5 triliun (APBD belum didok, Red) dan tidak cukup untuk semua kegiatan atau pembangunan di Jember,” papar Hafid.

Berdasar argumentasi inilah, Pemkab Jember berencana untuk mengeksekusi pada tahun ini melalui sumber anggaran APBD 2021, melalui pos anggaran bagian umum. “Tahun ini akan sewa, kemudian dalam setahun akan dievaluasi sejauh mana efektivitasnya. Kalau bagus diteruskan, mungkin akan beli. Kalau tidak, maka tidak diteruskan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/