alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Eksekusi Putusan Terdakwa Korupsi DAK

Penantian Panjang Setelah Enam Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Setelah sekitar 11 tahun lamanya tanpa jeratan hukum, koruptor Sumardi akhirnya dijebloskan ke penjara. Dia dipenjara atas kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tahun 2010 lalu.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember diketahui baru melakukan eksekusi, petang kemarin (16/2). Kepala Kejari Jember Zullikar Tanjung menyebut, eksekusi itu dilaksanakan atas dasar putusan Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) yang mengadili kasasi Sumardi. “Putusan hakim terkait kasasi perkara dengan terpidana Sumardi kami terima dalam pekan ini,” katanya, melalui Kasi Intelijen Kejari Jember Soemarno, dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, Sumardi yang diketahui sebagai warga Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu sempat menjalani masa penahanan pertama pada Oktober 2011 lalu. Kemudian, Sumardi mengajukan kasasi dan diputus MA pada 2016. Namun, sejak 2016 itu pula, putusan MA tak kunjung segera dieksekusi oleh kejaksaan. Kejari Jember menyebut belum bisa melakukan eksekusi terhadap seorang terpidana, sebelum menerima salinan putusan secara fisik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga diterimanya salinan putusan MA itu, Kejari menyurati Sumardi untuk datang ke kantor Korps Adhyaksa Jember tersebut. “Kami menyampaikan apresiasi kepada terpidana karena dengan legawa memenuhi panggilan kami,” tambah Soemarno.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Setelah sekitar 11 tahun lamanya tanpa jeratan hukum, koruptor Sumardi akhirnya dijebloskan ke penjara. Dia dipenjara atas kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tahun 2010 lalu.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember diketahui baru melakukan eksekusi, petang kemarin (16/2). Kepala Kejari Jember Zullikar Tanjung menyebut, eksekusi itu dilaksanakan atas dasar putusan Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) yang mengadili kasasi Sumardi. “Putusan hakim terkait kasasi perkara dengan terpidana Sumardi kami terima dalam pekan ini,” katanya, melalui Kasi Intelijen Kejari Jember Soemarno, dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, Sumardi yang diketahui sebagai warga Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu sempat menjalani masa penahanan pertama pada Oktober 2011 lalu. Kemudian, Sumardi mengajukan kasasi dan diputus MA pada 2016. Namun, sejak 2016 itu pula, putusan MA tak kunjung segera dieksekusi oleh kejaksaan. Kejari Jember menyebut belum bisa melakukan eksekusi terhadap seorang terpidana, sebelum menerima salinan putusan secara fisik.

Hingga diterimanya salinan putusan MA itu, Kejari menyurati Sumardi untuk datang ke kantor Korps Adhyaksa Jember tersebut. “Kami menyampaikan apresiasi kepada terpidana karena dengan legawa memenuhi panggilan kami,” tambah Soemarno.

SUMBERSARI, Radar Jember – Setelah sekitar 11 tahun lamanya tanpa jeratan hukum, koruptor Sumardi akhirnya dijebloskan ke penjara. Dia dipenjara atas kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tahun 2010 lalu.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember diketahui baru melakukan eksekusi, petang kemarin (16/2). Kepala Kejari Jember Zullikar Tanjung menyebut, eksekusi itu dilaksanakan atas dasar putusan Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) yang mengadili kasasi Sumardi. “Putusan hakim terkait kasasi perkara dengan terpidana Sumardi kami terima dalam pekan ini,” katanya, melalui Kasi Intelijen Kejari Jember Soemarno, dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, Sumardi yang diketahui sebagai warga Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu sempat menjalani masa penahanan pertama pada Oktober 2011 lalu. Kemudian, Sumardi mengajukan kasasi dan diputus MA pada 2016. Namun, sejak 2016 itu pula, putusan MA tak kunjung segera dieksekusi oleh kejaksaan. Kejari Jember menyebut belum bisa melakukan eksekusi terhadap seorang terpidana, sebelum menerima salinan putusan secara fisik.

Hingga diterimanya salinan putusan MA itu, Kejari menyurati Sumardi untuk datang ke kantor Korps Adhyaksa Jember tersebut. “Kami menyampaikan apresiasi kepada terpidana karena dengan legawa memenuhi panggilan kami,” tambah Soemarno.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/