alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Rawan Ambyar saat Musim Hujan

Mobile_AP_Rectangle 1

Saat ini, aktivitas penambangan pasir bukit itu memang sedang terhenti. Tapi sejumlah warga meyakini, tak beberapa lama lagi, penambangan akan kembali dilangsungkan di lokasi tersebut. Tak jauh dari lokasi itu, beberapa bukit lainnya bernasib sama. Sejumlah alat berat masih aktif beroperasi mengeruk pasir-pasir bukit untuk diangkut. “Itu tiap hari. Nanti kalau habis pindah lagi, begitu seterusnya,” imbuh Supriyanto, warga lainnya.

Di sisi lain, seiring dengan semakin maraknya aktivitas pembangunan yang menggunakan pasir, gumuk kerap menjadi sasaran penambangan. Beberapa sumber menyebutkan, pada 1990-an, jumlah gumuk di Jember mencapai 1000 lebih. Namun saat ini, jumlahnya telah menurun drastis. Bahkan, dalam data mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jember, jumlah gumuk terakhir di kisaran 400-500.

- Advertisement -

Saat ini, aktivitas penambangan pasir bukit itu memang sedang terhenti. Tapi sejumlah warga meyakini, tak beberapa lama lagi, penambangan akan kembali dilangsungkan di lokasi tersebut. Tak jauh dari lokasi itu, beberapa bukit lainnya bernasib sama. Sejumlah alat berat masih aktif beroperasi mengeruk pasir-pasir bukit untuk diangkut. “Itu tiap hari. Nanti kalau habis pindah lagi, begitu seterusnya,” imbuh Supriyanto, warga lainnya.

Di sisi lain, seiring dengan semakin maraknya aktivitas pembangunan yang menggunakan pasir, gumuk kerap menjadi sasaran penambangan. Beberapa sumber menyebutkan, pada 1990-an, jumlah gumuk di Jember mencapai 1000 lebih. Namun saat ini, jumlahnya telah menurun drastis. Bahkan, dalam data mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jember, jumlah gumuk terakhir di kisaran 400-500.

Saat ini, aktivitas penambangan pasir bukit itu memang sedang terhenti. Tapi sejumlah warga meyakini, tak beberapa lama lagi, penambangan akan kembali dilangsungkan di lokasi tersebut. Tak jauh dari lokasi itu, beberapa bukit lainnya bernasib sama. Sejumlah alat berat masih aktif beroperasi mengeruk pasir-pasir bukit untuk diangkut. “Itu tiap hari. Nanti kalau habis pindah lagi, begitu seterusnya,” imbuh Supriyanto, warga lainnya.

Di sisi lain, seiring dengan semakin maraknya aktivitas pembangunan yang menggunakan pasir, gumuk kerap menjadi sasaran penambangan. Beberapa sumber menyebutkan, pada 1990-an, jumlah gumuk di Jember mencapai 1000 lebih. Namun saat ini, jumlahnya telah menurun drastis. Bahkan, dalam data mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jember, jumlah gumuk terakhir di kisaran 400-500.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/