alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Pasal 34 Jadi Beleid Keramat

Memilih jalur perseorangan untuk menjadi calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) dalam Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Jember, bukan hal yang mudah. Perlu kerja keras sebelum bisa mendaftar. Karena masing-masing pasangan harus mendapat dukungan minimal 121.127 warga. Seperti apa peluangnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Jember yang akan dihelat pada 23 September 2020 mendatang tampaknya akan dinamis. Sebab, selain ada calon yang maju melalui partai politik (parpol), juga ada pasangan yang menjajaki jalur perseorangan atau independen. Siapa pun yang dapat memenuhi syarat, baik yang lewat parpol maupun jalur independen, bakal melenggang maju menjadi kandidat calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup).

Namun, sebelum dinyatakan sebagai calon, terlebih dulu mereka harus melengkapi syarat yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk jalur partai, misalnya, tiket menjadi calon harus didukung minimal 10 kursi di DPRD atau 25 persen dari akumulasi suara partai di daerah. Sedangkan jalur perseorangan, pasangan calon harus mengumpulkan dukungan langsung dari warga Jember.

Sejauh ini, sudah ada dua pasangan bakal cabup-cawabup di Jember yang bakal maju lewat jalur independen. Yakni AW Djamin-Asiruddin (Djamas) dan Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian). Dua pasangan itu sudah berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk bisa ikut dalam Pilkada 2020, masing-masing pasangan calon membutuhkan 121.127 fotokopi KTP, lengkap dengan surat dukungan. Jumlah yang dipersyaratkan ini diambil sebanyak 6,5 persen dari 1.863.478 jiwa yang tercatat sebagai pemilih pada pemilihan umum April 2019 lalu.

Komisioner KPU Jember Ahmad Susanto menjelaskan, syarat dukungan minimal untuk pasangan bakal cabup-cawabup, harus diserahkan mulai tanggal 19 sampai 23 Februari mendatang. Artinya, sisa waktu untuk pasangan Djamas maupun Faida-Vian hanya enam hari lagi.

Menurutnya, bila kedua pasangan bakal cabup-cawabup itu tidak menyerahkan syarat dukungannya sampai melewati 23 Maret, maka keduanya tidak bisa ikut tahapan jalur independen selanjutnya. “Kecuali di tanggal 23 itu sudah menyerahkan syarat dukungan minimal,” kata Susanto.

Persyaratan yang menjadi tiket awal tersebut, menurut Susanto, harus pula diserahkan dalam bentuk hard copy dan soft copy. Selain itu, juga disertai rekapitulasi data dukungan per desa/kelurahan, serta per kecamatan. “Sekarang sudah ada sistem informasi pencalonan (silon). Kedua pasangan juga sudah mendapatkan password sebagai username-nya. Jadi, penyerahan dukungan bukan hanya dalam bentuk kertas, tapi juga file,” ujar pria yang membidangi Divisi Teknis di KPU Jember tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Jember yang akan dihelat pada 23 September 2020 mendatang tampaknya akan dinamis. Sebab, selain ada calon yang maju melalui partai politik (parpol), juga ada pasangan yang menjajaki jalur perseorangan atau independen. Siapa pun yang dapat memenuhi syarat, baik yang lewat parpol maupun jalur independen, bakal melenggang maju menjadi kandidat calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup).

Namun, sebelum dinyatakan sebagai calon, terlebih dulu mereka harus melengkapi syarat yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk jalur partai, misalnya, tiket menjadi calon harus didukung minimal 10 kursi di DPRD atau 25 persen dari akumulasi suara partai di daerah. Sedangkan jalur perseorangan, pasangan calon harus mengumpulkan dukungan langsung dari warga Jember.

Sejauh ini, sudah ada dua pasangan bakal cabup-cawabup di Jember yang bakal maju lewat jalur independen. Yakni AW Djamin-Asiruddin (Djamas) dan Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian). Dua pasangan itu sudah berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember.

Untuk bisa ikut dalam Pilkada 2020, masing-masing pasangan calon membutuhkan 121.127 fotokopi KTP, lengkap dengan surat dukungan. Jumlah yang dipersyaratkan ini diambil sebanyak 6,5 persen dari 1.863.478 jiwa yang tercatat sebagai pemilih pada pemilihan umum April 2019 lalu.

Komisioner KPU Jember Ahmad Susanto menjelaskan, syarat dukungan minimal untuk pasangan bakal cabup-cawabup, harus diserahkan mulai tanggal 19 sampai 23 Februari mendatang. Artinya, sisa waktu untuk pasangan Djamas maupun Faida-Vian hanya enam hari lagi.

Menurutnya, bila kedua pasangan bakal cabup-cawabup itu tidak menyerahkan syarat dukungannya sampai melewati 23 Maret, maka keduanya tidak bisa ikut tahapan jalur independen selanjutnya. “Kecuali di tanggal 23 itu sudah menyerahkan syarat dukungan minimal,” kata Susanto.

Persyaratan yang menjadi tiket awal tersebut, menurut Susanto, harus pula diserahkan dalam bentuk hard copy dan soft copy. Selain itu, juga disertai rekapitulasi data dukungan per desa/kelurahan, serta per kecamatan. “Sekarang sudah ada sistem informasi pencalonan (silon). Kedua pasangan juga sudah mendapatkan password sebagai username-nya. Jadi, penyerahan dukungan bukan hanya dalam bentuk kertas, tapi juga file,” ujar pria yang membidangi Divisi Teknis di KPU Jember tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Jember yang akan dihelat pada 23 September 2020 mendatang tampaknya akan dinamis. Sebab, selain ada calon yang maju melalui partai politik (parpol), juga ada pasangan yang menjajaki jalur perseorangan atau independen. Siapa pun yang dapat memenuhi syarat, baik yang lewat parpol maupun jalur independen, bakal melenggang maju menjadi kandidat calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup).

Namun, sebelum dinyatakan sebagai calon, terlebih dulu mereka harus melengkapi syarat yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk jalur partai, misalnya, tiket menjadi calon harus didukung minimal 10 kursi di DPRD atau 25 persen dari akumulasi suara partai di daerah. Sedangkan jalur perseorangan, pasangan calon harus mengumpulkan dukungan langsung dari warga Jember.

Sejauh ini, sudah ada dua pasangan bakal cabup-cawabup di Jember yang bakal maju lewat jalur independen. Yakni AW Djamin-Asiruddin (Djamas) dan Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian). Dua pasangan itu sudah berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember.

Untuk bisa ikut dalam Pilkada 2020, masing-masing pasangan calon membutuhkan 121.127 fotokopi KTP, lengkap dengan surat dukungan. Jumlah yang dipersyaratkan ini diambil sebanyak 6,5 persen dari 1.863.478 jiwa yang tercatat sebagai pemilih pada pemilihan umum April 2019 lalu.

Komisioner KPU Jember Ahmad Susanto menjelaskan, syarat dukungan minimal untuk pasangan bakal cabup-cawabup, harus diserahkan mulai tanggal 19 sampai 23 Februari mendatang. Artinya, sisa waktu untuk pasangan Djamas maupun Faida-Vian hanya enam hari lagi.

Menurutnya, bila kedua pasangan bakal cabup-cawabup itu tidak menyerahkan syarat dukungannya sampai melewati 23 Maret, maka keduanya tidak bisa ikut tahapan jalur independen selanjutnya. “Kecuali di tanggal 23 itu sudah menyerahkan syarat dukungan minimal,” kata Susanto.

Persyaratan yang menjadi tiket awal tersebut, menurut Susanto, harus pula diserahkan dalam bentuk hard copy dan soft copy. Selain itu, juga disertai rekapitulasi data dukungan per desa/kelurahan, serta per kecamatan. “Sekarang sudah ada sistem informasi pencalonan (silon). Kedua pasangan juga sudah mendapatkan password sebagai username-nya. Jadi, penyerahan dukungan bukan hanya dalam bentuk kertas, tapi juga file,” ujar pria yang membidangi Divisi Teknis di KPU Jember tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/