alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Langganan Banjir Kawasan Kota, Warga Pertanyakan Tata Kota di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ADA apa dengan kondisi lingkungan dan tata kota di Jember? Pertanyaan itu muncul tatkala banjir besar menerjang wilayah kota di Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP), pekan kemarin. Rupanya, bencana besar serupa tidak hanya kali ini saja terjadi, bahkan dalam setahun terakhir tercatat ada tiga kali bencana. Semuanya menerjang kawasan kota.

Kondisi ini tentu membuat warga khawatir. Terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana banjir dan longsor. Sebab, setiap hujan deras terjadi, warga menjadi ketar-ketir. Takut jika banjir melanda permukimannya lagi. Inilah yang dirasakan Maksum, pria yang tinggal di Jalan Sumatera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember. Setahun lalu, tepatnya 29 Januari 2021, tempat tinggalnya terdampak banjir akibat luapan Sungai Bedadung Jember.

Mengenai bencana yang mengancam kota ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Sigit Akbari mengatakan, melihat dari potensi bencana banjir di wilayah Jember itu, hampir ada di seluruh wilayah, termasuk kawasan kota. Dia menjelaskan, mengenai banjir di BMP yang terjadi akhir pekan kemarin, banyak yang menjadi penyebabnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain dari hulu curah hujan cukup tinggi dengan durasi yang lama, pendangkalan sungai yang membuat daya tampung air berkurang juga menjadi penyebab tersendiri. Akibatnya, air meluap membawa material yang berbahaya. Hal itu juga diperparah dengan semakin banyaknya permukiman warga yang tinggal di bibir sungai. “Rumah warga juga mulai dekat dengan sungai. Tidak hanya di kampung, perumahan juga begitu,” paparnya.

Pada banjir di BMP  Jember tersebut, tambah Sigit, ada sebuah gudang perusahaan minuman bersoda yang berdiri dekat dengan bibir sungai. Alhasil, lemari es rusak yang diletakkan begitu saja ikut terbawa arus. “Lemari es yang mengambang salah satunya dari perusahaan minuman soda. Kalau kulkas sebesar itu menghantam tembok, ya, langsung rusak,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ADA apa dengan kondisi lingkungan dan tata kota di Jember? Pertanyaan itu muncul tatkala banjir besar menerjang wilayah kota di Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP), pekan kemarin. Rupanya, bencana besar serupa tidak hanya kali ini saja terjadi, bahkan dalam setahun terakhir tercatat ada tiga kali bencana. Semuanya menerjang kawasan kota.

Kondisi ini tentu membuat warga khawatir. Terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana banjir dan longsor. Sebab, setiap hujan deras terjadi, warga menjadi ketar-ketir. Takut jika banjir melanda permukimannya lagi. Inilah yang dirasakan Maksum, pria yang tinggal di Jalan Sumatera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember. Setahun lalu, tepatnya 29 Januari 2021, tempat tinggalnya terdampak banjir akibat luapan Sungai Bedadung Jember.

Mengenai bencana yang mengancam kota ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Sigit Akbari mengatakan, melihat dari potensi bencana banjir di wilayah Jember itu, hampir ada di seluruh wilayah, termasuk kawasan kota. Dia menjelaskan, mengenai banjir di BMP yang terjadi akhir pekan kemarin, banyak yang menjadi penyebabnya.

Selain dari hulu curah hujan cukup tinggi dengan durasi yang lama, pendangkalan sungai yang membuat daya tampung air berkurang juga menjadi penyebab tersendiri. Akibatnya, air meluap membawa material yang berbahaya. Hal itu juga diperparah dengan semakin banyaknya permukiman warga yang tinggal di bibir sungai. “Rumah warga juga mulai dekat dengan sungai. Tidak hanya di kampung, perumahan juga begitu,” paparnya.

Pada banjir di BMP  Jember tersebut, tambah Sigit, ada sebuah gudang perusahaan minuman bersoda yang berdiri dekat dengan bibir sungai. Alhasil, lemari es rusak yang diletakkan begitu saja ikut terbawa arus. “Lemari es yang mengambang salah satunya dari perusahaan minuman soda. Kalau kulkas sebesar itu menghantam tembok, ya, langsung rusak,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ADA apa dengan kondisi lingkungan dan tata kota di Jember? Pertanyaan itu muncul tatkala banjir besar menerjang wilayah kota di Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP), pekan kemarin. Rupanya, bencana besar serupa tidak hanya kali ini saja terjadi, bahkan dalam setahun terakhir tercatat ada tiga kali bencana. Semuanya menerjang kawasan kota.

Kondisi ini tentu membuat warga khawatir. Terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana banjir dan longsor. Sebab, setiap hujan deras terjadi, warga menjadi ketar-ketir. Takut jika banjir melanda permukimannya lagi. Inilah yang dirasakan Maksum, pria yang tinggal di Jalan Sumatera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember. Setahun lalu, tepatnya 29 Januari 2021, tempat tinggalnya terdampak banjir akibat luapan Sungai Bedadung Jember.

Mengenai bencana yang mengancam kota ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Sigit Akbari mengatakan, melihat dari potensi bencana banjir di wilayah Jember itu, hampir ada di seluruh wilayah, termasuk kawasan kota. Dia menjelaskan, mengenai banjir di BMP yang terjadi akhir pekan kemarin, banyak yang menjadi penyebabnya.

Selain dari hulu curah hujan cukup tinggi dengan durasi yang lama, pendangkalan sungai yang membuat daya tampung air berkurang juga menjadi penyebab tersendiri. Akibatnya, air meluap membawa material yang berbahaya. Hal itu juga diperparah dengan semakin banyaknya permukiman warga yang tinggal di bibir sungai. “Rumah warga juga mulai dekat dengan sungai. Tidak hanya di kampung, perumahan juga begitu,” paparnya.

Pada banjir di BMP  Jember tersebut, tambah Sigit, ada sebuah gudang perusahaan minuman bersoda yang berdiri dekat dengan bibir sungai. Alhasil, lemari es rusak yang diletakkan begitu saja ikut terbawa arus. “Lemari es yang mengambang salah satunya dari perusahaan minuman soda. Kalau kulkas sebesar itu menghantam tembok, ya, langsung rusak,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/