alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

3 Sebab Banjir Bandang Mangli, Developer Perumahan Harus Tau Ini

Perumahan Harus Punya Kolam Penampung Air karena sumur bor fungsinya hanya untuk mengambil air, Bukan menyimpan air

Mobile_AP_Rectangle 1

Setidaknya, kata dia, ada tiga faktor yang memengaruhi terjadinya banjir bandang di kawasan BMP. Pertama, plant use atau penggunaan lahan. Tata lahan yang tidak sesuai akan mengakibatkan koefesien pengaliran air tidak baik. Termasuk di dalamnya adalah tentang pendirian kawasan perumahan. “Jadi, daerah-daerah yang gampang tergerus adalah daerah-daerah yang tata lahannya sudah rusak. Di mana penyerapannya tidak begitu bagus,” bebernya.

Faktor kedua adalah kemiringan dan jenis tanah. Hingga saat ini, PU Bina Marga masih melakukan kajian dan evaluasi untuk menentukan solusi jangka panjang. “Mungkin kami nanti usulkan untuk bendung gerak. Faktor ketiga yaitu untuk menambah kapasitas air. Ini nanti kapasitasnya kami naikkan. Kami juga akan evaluasi lagi keberadaan Bendung Semangir,” jelasnya.

Ia menambahkan, solusi jangka pendeknya, pihak SDA Provinsi telah membangun kembali bagian yang jebol. Pemerintah memasang bronjong kawat sebagai penahan bantaran yang sebelumnya ambrol akibat gerusan air. “Secara darurat sudah dibantu,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bencana banjir bandang ini, kata dia, juga berpotensi bakal terulang kembali. Sebab, banjir itu juga disebabkan derasnya hujan yang terjadi setiap 20-25 tahun sekali. Dengan demikian, probabilitas atau kemungkinan terjadinya bencana yang sama akan terjadi lagi sekitar 20-25 tahun mendatang.

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

 

- Advertisement -

Setidaknya, kata dia, ada tiga faktor yang memengaruhi terjadinya banjir bandang di kawasan BMP. Pertama, plant use atau penggunaan lahan. Tata lahan yang tidak sesuai akan mengakibatkan koefesien pengaliran air tidak baik. Termasuk di dalamnya adalah tentang pendirian kawasan perumahan. “Jadi, daerah-daerah yang gampang tergerus adalah daerah-daerah yang tata lahannya sudah rusak. Di mana penyerapannya tidak begitu bagus,” bebernya.

Faktor kedua adalah kemiringan dan jenis tanah. Hingga saat ini, PU Bina Marga masih melakukan kajian dan evaluasi untuk menentukan solusi jangka panjang. “Mungkin kami nanti usulkan untuk bendung gerak. Faktor ketiga yaitu untuk menambah kapasitas air. Ini nanti kapasitasnya kami naikkan. Kami juga akan evaluasi lagi keberadaan Bendung Semangir,” jelasnya.

Ia menambahkan, solusi jangka pendeknya, pihak SDA Provinsi telah membangun kembali bagian yang jebol. Pemerintah memasang bronjong kawat sebagai penahan bantaran yang sebelumnya ambrol akibat gerusan air. “Secara darurat sudah dibantu,” ujarnya.

Bencana banjir bandang ini, kata dia, juga berpotensi bakal terulang kembali. Sebab, banjir itu juga disebabkan derasnya hujan yang terjadi setiap 20-25 tahun sekali. Dengan demikian, probabilitas atau kemungkinan terjadinya bencana yang sama akan terjadi lagi sekitar 20-25 tahun mendatang.

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

 

Setidaknya, kata dia, ada tiga faktor yang memengaruhi terjadinya banjir bandang di kawasan BMP. Pertama, plant use atau penggunaan lahan. Tata lahan yang tidak sesuai akan mengakibatkan koefesien pengaliran air tidak baik. Termasuk di dalamnya adalah tentang pendirian kawasan perumahan. “Jadi, daerah-daerah yang gampang tergerus adalah daerah-daerah yang tata lahannya sudah rusak. Di mana penyerapannya tidak begitu bagus,” bebernya.

Faktor kedua adalah kemiringan dan jenis tanah. Hingga saat ini, PU Bina Marga masih melakukan kajian dan evaluasi untuk menentukan solusi jangka panjang. “Mungkin kami nanti usulkan untuk bendung gerak. Faktor ketiga yaitu untuk menambah kapasitas air. Ini nanti kapasitasnya kami naikkan. Kami juga akan evaluasi lagi keberadaan Bendung Semangir,” jelasnya.

Ia menambahkan, solusi jangka pendeknya, pihak SDA Provinsi telah membangun kembali bagian yang jebol. Pemerintah memasang bronjong kawat sebagai penahan bantaran yang sebelumnya ambrol akibat gerusan air. “Secara darurat sudah dibantu,” ujarnya.

Bencana banjir bandang ini, kata dia, juga berpotensi bakal terulang kembali. Sebab, banjir itu juga disebabkan derasnya hujan yang terjadi setiap 20-25 tahun sekali. Dengan demikian, probabilitas atau kemungkinan terjadinya bencana yang sama akan terjadi lagi sekitar 20-25 tahun mendatang.

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/