alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Rekap Kabupaten Diprediksi Menghangat

Saksi Paslon 01 Bakal Ajukan Keberatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Pilkada Jember belum sepenuhnya rampung. Hari ini (16/12), KPU Jember berencana merekap seluruh perolehan suara setiap kandidat. Pada momen itu, saksi pasangan calon (paslon) nomor 01 juga berencana menyampaikan keberatannya. Proses rekapitulasi tersebut diprediksi bakal menghangat.

Rencana keberatan yang akan dibeber dalam rapat pleno tingkat kabupaten itu disampaikan Rico Nurfiansyah Ali, salah satu tim pemenangan Cabup-Cawabup, Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian), kemarin (15/12). Menurut dia, ada kesalahan mekanisme yang dilakukan KPU Jember dan jajaran di bawahnya. Yakni, tentang kekurangan dan kelebihan surat suara di tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember lalu.

Rico mengklaim, tim paslon 01 menemukan kekurangan surat suara di 92 desa yang tersebar di Jember. Jumlah kekurangannya sebanyak 3.557 surat suara. Di sisi lain, ada kelebihan di 116 desa. “Kelebihannya sekitar  2.310 surat suara,” kata Rico melalui telepon selulernya, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Temuan kekurangan dan kelebihan surat suara itu, lanjutnya, yang menjadikan saksi di sejumlah kecamatan tidak menandatangani berita acara form D hasil. “Bu Faida mengimani takdir, tetapi dalam mekanismenya harus dijelaskan. Itu yang membuat kami tidak menandatangani (form D hasil tingkat kecamatan, Red),” ulasnya.

Menurut dia, apabila ada surat suara di satu desa yang kurang dan ada yang lebih, pihaknya mengasumsikan telah ada pergeseran surat suara. “Asumsi awal kami sebelum mendapat penjelasan dari KPU, ada pergeseran surat suara dari satu TPS ke TPS lain. Bisa jadi, ini terjadi orang yang mencoblos lebih dari satu kali,” ucapnya.

Ditanya apakah hal itu ada kaitannya dengan perolehan suara? Dia menuturkan bahwa hal itu akan berpengaruh jika ada satu orang mencoblos lebih dari satu kali. Dikatakannya, di satu TPS ada yang surat suaranya hilang sampai 50 surat suara. Ada pula yang lebih sebanyak tujuh surat suara. “Artinya, ini ada orang yang mencoblos lebih dari satu kali. Asumsi awal kami seperti itu sebelum dibuktikan untuk dilakukan penghitungan kembali,” ujarnya.

Rico menyebut, ada banyak problem pada rekapitulasi tingkat PPK. Katanya, PPK banyak yang tidak menghendaki adanya kroscek kotak suara. Dengan alasan, memperlambat karena mekanismenya telah diatur di Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2020.

Jadi, dia menyatakan, kalau UU mengamanatkan setiap TPS yang diterima jumlah DPT plus 2,5 persen, ternyata faktualnya terdapat kelebihan satu saja surat suara, sudah tidak sesuai amanat undang-undang. “Atas dasar itu, kami tidak menandatangani form D hasil dan mengisi keberatan form D khusus,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Pilkada Jember belum sepenuhnya rampung. Hari ini (16/12), KPU Jember berencana merekap seluruh perolehan suara setiap kandidat. Pada momen itu, saksi pasangan calon (paslon) nomor 01 juga berencana menyampaikan keberatannya. Proses rekapitulasi tersebut diprediksi bakal menghangat.

Rencana keberatan yang akan dibeber dalam rapat pleno tingkat kabupaten itu disampaikan Rico Nurfiansyah Ali, salah satu tim pemenangan Cabup-Cawabup, Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian), kemarin (15/12). Menurut dia, ada kesalahan mekanisme yang dilakukan KPU Jember dan jajaran di bawahnya. Yakni, tentang kekurangan dan kelebihan surat suara di tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember lalu.

Rico mengklaim, tim paslon 01 menemukan kekurangan surat suara di 92 desa yang tersebar di Jember. Jumlah kekurangannya sebanyak 3.557 surat suara. Di sisi lain, ada kelebihan di 116 desa. “Kelebihannya sekitar  2.310 surat suara,” kata Rico melalui telepon selulernya, kemarin.

Temuan kekurangan dan kelebihan surat suara itu, lanjutnya, yang menjadikan saksi di sejumlah kecamatan tidak menandatangani berita acara form D hasil. “Bu Faida mengimani takdir, tetapi dalam mekanismenya harus dijelaskan. Itu yang membuat kami tidak menandatangani (form D hasil tingkat kecamatan, Red),” ulasnya.

Menurut dia, apabila ada surat suara di satu desa yang kurang dan ada yang lebih, pihaknya mengasumsikan telah ada pergeseran surat suara. “Asumsi awal kami sebelum mendapat penjelasan dari KPU, ada pergeseran surat suara dari satu TPS ke TPS lain. Bisa jadi, ini terjadi orang yang mencoblos lebih dari satu kali,” ucapnya.

Ditanya apakah hal itu ada kaitannya dengan perolehan suara? Dia menuturkan bahwa hal itu akan berpengaruh jika ada satu orang mencoblos lebih dari satu kali. Dikatakannya, di satu TPS ada yang surat suaranya hilang sampai 50 surat suara. Ada pula yang lebih sebanyak tujuh surat suara. “Artinya, ini ada orang yang mencoblos lebih dari satu kali. Asumsi awal kami seperti itu sebelum dibuktikan untuk dilakukan penghitungan kembali,” ujarnya.

Rico menyebut, ada banyak problem pada rekapitulasi tingkat PPK. Katanya, PPK banyak yang tidak menghendaki adanya kroscek kotak suara. Dengan alasan, memperlambat karena mekanismenya telah diatur di Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2020.

Jadi, dia menyatakan, kalau UU mengamanatkan setiap TPS yang diterima jumlah DPT plus 2,5 persen, ternyata faktualnya terdapat kelebihan satu saja surat suara, sudah tidak sesuai amanat undang-undang. “Atas dasar itu, kami tidak menandatangani form D hasil dan mengisi keberatan form D khusus,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Pilkada Jember belum sepenuhnya rampung. Hari ini (16/12), KPU Jember berencana merekap seluruh perolehan suara setiap kandidat. Pada momen itu, saksi pasangan calon (paslon) nomor 01 juga berencana menyampaikan keberatannya. Proses rekapitulasi tersebut diprediksi bakal menghangat.

Rencana keberatan yang akan dibeber dalam rapat pleno tingkat kabupaten itu disampaikan Rico Nurfiansyah Ali, salah satu tim pemenangan Cabup-Cawabup, Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian), kemarin (15/12). Menurut dia, ada kesalahan mekanisme yang dilakukan KPU Jember dan jajaran di bawahnya. Yakni, tentang kekurangan dan kelebihan surat suara di tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember lalu.

Rico mengklaim, tim paslon 01 menemukan kekurangan surat suara di 92 desa yang tersebar di Jember. Jumlah kekurangannya sebanyak 3.557 surat suara. Di sisi lain, ada kelebihan di 116 desa. “Kelebihannya sekitar  2.310 surat suara,” kata Rico melalui telepon selulernya, kemarin.

Temuan kekurangan dan kelebihan surat suara itu, lanjutnya, yang menjadikan saksi di sejumlah kecamatan tidak menandatangani berita acara form D hasil. “Bu Faida mengimani takdir, tetapi dalam mekanismenya harus dijelaskan. Itu yang membuat kami tidak menandatangani (form D hasil tingkat kecamatan, Red),” ulasnya.

Menurut dia, apabila ada surat suara di satu desa yang kurang dan ada yang lebih, pihaknya mengasumsikan telah ada pergeseran surat suara. “Asumsi awal kami sebelum mendapat penjelasan dari KPU, ada pergeseran surat suara dari satu TPS ke TPS lain. Bisa jadi, ini terjadi orang yang mencoblos lebih dari satu kali,” ucapnya.

Ditanya apakah hal itu ada kaitannya dengan perolehan suara? Dia menuturkan bahwa hal itu akan berpengaruh jika ada satu orang mencoblos lebih dari satu kali. Dikatakannya, di satu TPS ada yang surat suaranya hilang sampai 50 surat suara. Ada pula yang lebih sebanyak tujuh surat suara. “Artinya, ini ada orang yang mencoblos lebih dari satu kali. Asumsi awal kami seperti itu sebelum dibuktikan untuk dilakukan penghitungan kembali,” ujarnya.

Rico menyebut, ada banyak problem pada rekapitulasi tingkat PPK. Katanya, PPK banyak yang tidak menghendaki adanya kroscek kotak suara. Dengan alasan, memperlambat karena mekanismenya telah diatur di Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2020.

Jadi, dia menyatakan, kalau UU mengamanatkan setiap TPS yang diterima jumlah DPT plus 2,5 persen, ternyata faktualnya terdapat kelebihan satu saja surat suara, sudah tidak sesuai amanat undang-undang. “Atas dasar itu, kami tidak menandatangani form D hasil dan mengisi keberatan form D khusus,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Tidak Ada Monopoli Pasar

Isyaratkan Ukir Prestasi

/