alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Musim Berganti, Bencana Selalu Terjadi

Pergantian musim di Kabupaten Jember kerap membawa bencana. Bahkan, BPBD mencatat sudah ada 172 rumah rusak karena bencana angin kencang hingga puting beliung.  Masyarakat patut waspada dan mengantisipasi datangnya bencana.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bencana alam kerap terjadi di sejumlah kecamatan beberapa hari terakhir. Banyak rumah terkena dampak angin puting beliung hingga roboh. Bahkan, tiang listrik juga banyak yang roboh.

Bencana ini terjadi memang tidak bisa diprediksi. Tidak mungkin bisa dihadang, namun bisa diantisipasi. Untuk itu, perlu persiapan sebelum bencana itu terjadi.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Satuki menjelaskan, beberapa bencana alam yang mungkin terjadi pada musim penghujan yakni banjir, angin kendang dan puting beliung, serta tanah longsor.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa jenis bencana itu bisa diprediksi sejak dini. Namun, hal itu pula membutuhkan kesadaran warga agar ikut waspada. “Untuk banjir, itu ada yang genangan air. Kalau di kota, ini ada beberapa genangan. Beberapa daerah tertentu seperti Kencong dan Panti itu banjir sungai. Apa pun jenis banjir itu, warga harus tetap waspada,” kata Satuki kepada Jawa Pos Radar Jember.

Satuki menyebut, khusus untuk Kencong yang beberapa tahun terakhir menjadi langganan banjir hingga tanggulnya jebol, kali ini sudah diberi alat. Yaitu early warning system (EWS) atau dikenal sebagai alat pendeteksi dini yang mengeluarkan alarm peringatan.

“Untuk yang di Kencong, dekat dengan tanggul yang sempat jebol, sudah dipasangi early warning. Ada alat ukur yang mendeteksi ketinggian air dan kalau ketinggian air mencapai ukuran tertentu, maka akan mengeluarkan peringatan dini,” jelasnya.

Saat peringatan itu berbunyi, maka warga diharapkan untuk mencari lokasi yang aman sampai tidak ada lagi peringatan tanda bahaya. “Kesadaran masyarakat mematuhi peringatan sangat penting agar tidak jatuh korban. Kalau sudah ada peringatan, kami imbau warga juga kooperatif dan mengungsi sementara sampai dinyatakan aman,” tegas Satuki.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bencana alam kerap terjadi di sejumlah kecamatan beberapa hari terakhir. Banyak rumah terkena dampak angin puting beliung hingga roboh. Bahkan, tiang listrik juga banyak yang roboh.

Bencana ini terjadi memang tidak bisa diprediksi. Tidak mungkin bisa dihadang, namun bisa diantisipasi. Untuk itu, perlu persiapan sebelum bencana itu terjadi.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Satuki menjelaskan, beberapa bencana alam yang mungkin terjadi pada musim penghujan yakni banjir, angin kendang dan puting beliung, serta tanah longsor.

Beberapa jenis bencana itu bisa diprediksi sejak dini. Namun, hal itu pula membutuhkan kesadaran warga agar ikut waspada. “Untuk banjir, itu ada yang genangan air. Kalau di kota, ini ada beberapa genangan. Beberapa daerah tertentu seperti Kencong dan Panti itu banjir sungai. Apa pun jenis banjir itu, warga harus tetap waspada,” kata Satuki kepada Jawa Pos Radar Jember.

Satuki menyebut, khusus untuk Kencong yang beberapa tahun terakhir menjadi langganan banjir hingga tanggulnya jebol, kali ini sudah diberi alat. Yaitu early warning system (EWS) atau dikenal sebagai alat pendeteksi dini yang mengeluarkan alarm peringatan.

“Untuk yang di Kencong, dekat dengan tanggul yang sempat jebol, sudah dipasangi early warning. Ada alat ukur yang mendeteksi ketinggian air dan kalau ketinggian air mencapai ukuran tertentu, maka akan mengeluarkan peringatan dini,” jelasnya.

Saat peringatan itu berbunyi, maka warga diharapkan untuk mencari lokasi yang aman sampai tidak ada lagi peringatan tanda bahaya. “Kesadaran masyarakat mematuhi peringatan sangat penting agar tidak jatuh korban. Kalau sudah ada peringatan, kami imbau warga juga kooperatif dan mengungsi sementara sampai dinyatakan aman,” tegas Satuki.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bencana alam kerap terjadi di sejumlah kecamatan beberapa hari terakhir. Banyak rumah terkena dampak angin puting beliung hingga roboh. Bahkan, tiang listrik juga banyak yang roboh.

Bencana ini terjadi memang tidak bisa diprediksi. Tidak mungkin bisa dihadang, namun bisa diantisipasi. Untuk itu, perlu persiapan sebelum bencana itu terjadi.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Satuki menjelaskan, beberapa bencana alam yang mungkin terjadi pada musim penghujan yakni banjir, angin kendang dan puting beliung, serta tanah longsor.

Beberapa jenis bencana itu bisa diprediksi sejak dini. Namun, hal itu pula membutuhkan kesadaran warga agar ikut waspada. “Untuk banjir, itu ada yang genangan air. Kalau di kota, ini ada beberapa genangan. Beberapa daerah tertentu seperti Kencong dan Panti itu banjir sungai. Apa pun jenis banjir itu, warga harus tetap waspada,” kata Satuki kepada Jawa Pos Radar Jember.

Satuki menyebut, khusus untuk Kencong yang beberapa tahun terakhir menjadi langganan banjir hingga tanggulnya jebol, kali ini sudah diberi alat. Yaitu early warning system (EWS) atau dikenal sebagai alat pendeteksi dini yang mengeluarkan alarm peringatan.

“Untuk yang di Kencong, dekat dengan tanggul yang sempat jebol, sudah dipasangi early warning. Ada alat ukur yang mendeteksi ketinggian air dan kalau ketinggian air mencapai ukuran tertentu, maka akan mengeluarkan peringatan dini,” jelasnya.

Saat peringatan itu berbunyi, maka warga diharapkan untuk mencari lokasi yang aman sampai tidak ada lagi peringatan tanda bahaya. “Kesadaran masyarakat mematuhi peringatan sangat penting agar tidak jatuh korban. Kalau sudah ada peringatan, kami imbau warga juga kooperatif dan mengungsi sementara sampai dinyatakan aman,” tegas Satuki.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/