alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Kok Dibongkar Lagi, Kenapa?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Renovasi Pendapa Kantor Kecamatan Balung sempat menuai kontroversi. Pasalnya, belum lama terdengar ambruknya Kantor Kecamatan Jenggawah, kini giliran Pendapa Kecamatan Balung hampir alami nasib yang sama. Namun bukan karena ambruknya, tapi hampir keseluruhan genting pendapa diturunkan oleh pekerja, Sabtu kemarin.

Hal itu sontak mengundang rasa penasaran masyarakat dan warga Balung, khususnya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menduga bahwa renovasi pendapa tersebut kurang melalui pengkajian yang mendalam. Hal itu memaksa pihak pelaksana proyek pembangunan itu harus bongkar ulang bangunan pendapa. Padahal, perenovasian itu baru dilakukan sejak Oktober kemarin. Artinya, baru berumur dua bulanan.

“Itu rencananya akan diganti galvalum dan beberapa kuda-kuda penyangganya,” kata Dira, pekerja dalam perenovasian tersebut. Dia mengatakan, proyek yang dilaksanakan oleh CV Mitra Tunggal itu memang sengaja menurunkan gentingnya, Sabtu kemarin. Hal itu dilakukan untuk mengganti penyangga penahan genting agar semakin kuat. “Karena satu genting itu ukurannya sangat besar dan cukup berat,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski tak sedikit CV atau kontraktor yang menerapkan sistem gaji borongan, namun kata Dira, sekitar 12 pekerja di proyek tersebut dilakukan dengan sistem gaji harian. Sementara, sejak pembangunan yang sudah berlangsung sekitar Oktober, mereka ditargetkan selesai dalam enam bulan ke depan atau pada Maret 2020 mendatang. “Jika tidak selesai, tidak menutup kemungkinan pengerjaan akan dihentikan dan digantikan dengan CV lain,” jelasnya.

Menurutnya, bangunan pendapa itu memang didesain seperti bangunan rumah joglo. Namun biasanya, kata sejumlah pekerja, kuda-kuda atau penyangga minimal terbuat dari kayu balok yang sangat kokoh.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Renovasi Pendapa Kantor Kecamatan Balung sempat menuai kontroversi. Pasalnya, belum lama terdengar ambruknya Kantor Kecamatan Jenggawah, kini giliran Pendapa Kecamatan Balung hampir alami nasib yang sama. Namun bukan karena ambruknya, tapi hampir keseluruhan genting pendapa diturunkan oleh pekerja, Sabtu kemarin.

Hal itu sontak mengundang rasa penasaran masyarakat dan warga Balung, khususnya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menduga bahwa renovasi pendapa tersebut kurang melalui pengkajian yang mendalam. Hal itu memaksa pihak pelaksana proyek pembangunan itu harus bongkar ulang bangunan pendapa. Padahal, perenovasian itu baru dilakukan sejak Oktober kemarin. Artinya, baru berumur dua bulanan.

“Itu rencananya akan diganti galvalum dan beberapa kuda-kuda penyangganya,” kata Dira, pekerja dalam perenovasian tersebut. Dia mengatakan, proyek yang dilaksanakan oleh CV Mitra Tunggal itu memang sengaja menurunkan gentingnya, Sabtu kemarin. Hal itu dilakukan untuk mengganti penyangga penahan genting agar semakin kuat. “Karena satu genting itu ukurannya sangat besar dan cukup berat,” ucapnya.

Meski tak sedikit CV atau kontraktor yang menerapkan sistem gaji borongan, namun kata Dira, sekitar 12 pekerja di proyek tersebut dilakukan dengan sistem gaji harian. Sementara, sejak pembangunan yang sudah berlangsung sekitar Oktober, mereka ditargetkan selesai dalam enam bulan ke depan atau pada Maret 2020 mendatang. “Jika tidak selesai, tidak menutup kemungkinan pengerjaan akan dihentikan dan digantikan dengan CV lain,” jelasnya.

Menurutnya, bangunan pendapa itu memang didesain seperti bangunan rumah joglo. Namun biasanya, kata sejumlah pekerja, kuda-kuda atau penyangga minimal terbuat dari kayu balok yang sangat kokoh.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Renovasi Pendapa Kantor Kecamatan Balung sempat menuai kontroversi. Pasalnya, belum lama terdengar ambruknya Kantor Kecamatan Jenggawah, kini giliran Pendapa Kecamatan Balung hampir alami nasib yang sama. Namun bukan karena ambruknya, tapi hampir keseluruhan genting pendapa diturunkan oleh pekerja, Sabtu kemarin.

Hal itu sontak mengundang rasa penasaran masyarakat dan warga Balung, khususnya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menduga bahwa renovasi pendapa tersebut kurang melalui pengkajian yang mendalam. Hal itu memaksa pihak pelaksana proyek pembangunan itu harus bongkar ulang bangunan pendapa. Padahal, perenovasian itu baru dilakukan sejak Oktober kemarin. Artinya, baru berumur dua bulanan.

“Itu rencananya akan diganti galvalum dan beberapa kuda-kuda penyangganya,” kata Dira, pekerja dalam perenovasian tersebut. Dia mengatakan, proyek yang dilaksanakan oleh CV Mitra Tunggal itu memang sengaja menurunkan gentingnya, Sabtu kemarin. Hal itu dilakukan untuk mengganti penyangga penahan genting agar semakin kuat. “Karena satu genting itu ukurannya sangat besar dan cukup berat,” ucapnya.

Meski tak sedikit CV atau kontraktor yang menerapkan sistem gaji borongan, namun kata Dira, sekitar 12 pekerja di proyek tersebut dilakukan dengan sistem gaji harian. Sementara, sejak pembangunan yang sudah berlangsung sekitar Oktober, mereka ditargetkan selesai dalam enam bulan ke depan atau pada Maret 2020 mendatang. “Jika tidak selesai, tidak menutup kemungkinan pengerjaan akan dihentikan dan digantikan dengan CV lain,” jelasnya.

Menurutnya, bangunan pendapa itu memang didesain seperti bangunan rumah joglo. Namun biasanya, kata sejumlah pekerja, kuda-kuda atau penyangga minimal terbuat dari kayu balok yang sangat kokoh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/