alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Kebobolan, Guru Honorer Bodong di Ajung Lolos Seleksi PPPK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap pertama lalu, ternyata ada yang menyalahgunakan. Salah seorang operator sekolah di Kecamatan Ajung ditengarai memalsukan data untuk mendaftar seleksi hingga lolos PPPK. Padahal dia tidak pernah menjadi guru honorer di sekolah tersebut.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya surat permohonan pengusutan kasus honorer bodong di SDN Mangaran 04 Kecamatan Ajung yang lolos PPPK. Surat permohonan itu ditunjukan pada Forum Honorer PGRI Jember, serta ditandatangani oleh tujuh guru tidak tetap (GTT) yang bertugas di sana, lengkap dengan tanda tangan kepala sekolah.

Surat itu menyebutkan, operator SDN Mangaran 04 Ajung lolos seleksi ujian PPPK tahap satu. Padahal operator tersebut tidak pernah menerima SK untuk mengajar. Indikasinya, operator tersebut telah memalsukan data diri dalam data pokok pendidikan (dapodik). Sehingga dapat mengikuti seleksi PPPK tahap satu hingga lolos.
“Surat pengaduan ditujukan ke FH PGRI kabupaten. Kepala sekolah yang menulis ini,” Kata Ilham Wahyudi, Ketua FH PGRI Jawa Timur, Selasa (16/11).

Mobile_AP_Rectangle 2

Ilham menyebutkan, proses ini berjalan tanpa sepengetahuan kepala sekolah. Aturannya, operator yang menjadi pegawai tidak tetap (PTT) tidak diperkenankan mengikuti seleksi PPPK. Artinya, ada pemalsuan data dalam dapodik oleh operator tersebut. “Ini banyak terjadi. Honorer bodong ikut PPPK. Lulus. Apalagi di tingkat SD,” ungkapnya.

Jawa Pos Radar Jember, berupaya mengonfirmasi Kepala SDN Mangaran 04 Ajung Ahmad Supono melalui sambungan telepon. Namun, hingga berita ini ditayangkan dia tidak kunjung menjawab.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap pertama lalu, ternyata ada yang menyalahgunakan. Salah seorang operator sekolah di Kecamatan Ajung ditengarai memalsukan data untuk mendaftar seleksi hingga lolos PPPK. Padahal dia tidak pernah menjadi guru honorer di sekolah tersebut.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya surat permohonan pengusutan kasus honorer bodong di SDN Mangaran 04 Kecamatan Ajung yang lolos PPPK. Surat permohonan itu ditunjukan pada Forum Honorer PGRI Jember, serta ditandatangani oleh tujuh guru tidak tetap (GTT) yang bertugas di sana, lengkap dengan tanda tangan kepala sekolah.

Surat itu menyebutkan, operator SDN Mangaran 04 Ajung lolos seleksi ujian PPPK tahap satu. Padahal operator tersebut tidak pernah menerima SK untuk mengajar. Indikasinya, operator tersebut telah memalsukan data diri dalam data pokok pendidikan (dapodik). Sehingga dapat mengikuti seleksi PPPK tahap satu hingga lolos.
“Surat pengaduan ditujukan ke FH PGRI kabupaten. Kepala sekolah yang menulis ini,” Kata Ilham Wahyudi, Ketua FH PGRI Jawa Timur, Selasa (16/11).

Ilham menyebutkan, proses ini berjalan tanpa sepengetahuan kepala sekolah. Aturannya, operator yang menjadi pegawai tidak tetap (PTT) tidak diperkenankan mengikuti seleksi PPPK. Artinya, ada pemalsuan data dalam dapodik oleh operator tersebut. “Ini banyak terjadi. Honorer bodong ikut PPPK. Lulus. Apalagi di tingkat SD,” ungkapnya.

Jawa Pos Radar Jember, berupaya mengonfirmasi Kepala SDN Mangaran 04 Ajung Ahmad Supono melalui sambungan telepon. Namun, hingga berita ini ditayangkan dia tidak kunjung menjawab.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap pertama lalu, ternyata ada yang menyalahgunakan. Salah seorang operator sekolah di Kecamatan Ajung ditengarai memalsukan data untuk mendaftar seleksi hingga lolos PPPK. Padahal dia tidak pernah menjadi guru honorer di sekolah tersebut.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya surat permohonan pengusutan kasus honorer bodong di SDN Mangaran 04 Kecamatan Ajung yang lolos PPPK. Surat permohonan itu ditunjukan pada Forum Honorer PGRI Jember, serta ditandatangani oleh tujuh guru tidak tetap (GTT) yang bertugas di sana, lengkap dengan tanda tangan kepala sekolah.

Surat itu menyebutkan, operator SDN Mangaran 04 Ajung lolos seleksi ujian PPPK tahap satu. Padahal operator tersebut tidak pernah menerima SK untuk mengajar. Indikasinya, operator tersebut telah memalsukan data diri dalam data pokok pendidikan (dapodik). Sehingga dapat mengikuti seleksi PPPK tahap satu hingga lolos.
“Surat pengaduan ditujukan ke FH PGRI kabupaten. Kepala sekolah yang menulis ini,” Kata Ilham Wahyudi, Ketua FH PGRI Jawa Timur, Selasa (16/11).

Ilham menyebutkan, proses ini berjalan tanpa sepengetahuan kepala sekolah. Aturannya, operator yang menjadi pegawai tidak tetap (PTT) tidak diperkenankan mengikuti seleksi PPPK. Artinya, ada pemalsuan data dalam dapodik oleh operator tersebut. “Ini banyak terjadi. Honorer bodong ikut PPPK. Lulus. Apalagi di tingkat SD,” ungkapnya.

Jawa Pos Radar Jember, berupaya mengonfirmasi Kepala SDN Mangaran 04 Ajung Ahmad Supono melalui sambungan telepon. Namun, hingga berita ini ditayangkan dia tidak kunjung menjawab.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/