alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Jember Dorong Adanya Kegiatan Antarumat Beragama

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untuk meminimalisir adanya konflik antar agama di Jember, Pemkab Jember berniat memberikan suntikan anggaran kegiatan pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember. Pendanaan itu akan dialokasikan untuk biaya operasional kegiataan FKUB. Salah satunya adalah dialog antar umat beragama. Namun, secara detail dan spesifik, kegiatan dari pendanaan tersebut akan dikolaborasikan dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman. Menurut dia, komunikasi toleransi antar umat beragama saat ini sudah terbangun dengan baik dan kuat. Sebab, jika tidak ada komunikasi yang baik, potensi konflik keagamaan yang terjadi makin tinggi. “Pendanaan itu menjadi kajian teknis nantinya,” kata pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, Senin (15/11).

Sementara itu, Ketua FKUB Jember Abdul Muis Sonhaji mengungkapkan bahwa selama ini, pihaknya telah melakukan deteksi sejak dini adanya konflik antar umat beragama melalui silaturahmi yang dijalin antar golongan. Dia menuturkan bahwa dengan banyaknya organisasi, aliran, dan kelompok agama di Jember, potensi adanya konflik cukup tinggi. “Sehingga upaya kami adalah tetap melakukan dialog. Kalau sering silaturahmi, potensi konflik bisa hilang sendiri,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga saat ini, dia mengaku bahwa pihaknya belum menemukan adanya pemicu titik konflik keagamaan di Jember. Meski sebelumnya, pernah ada konflik keagamaan yang terjadi pada 2014 silam dan sekitar 2019. Saat itu, terjadi konflik keagamaan di SiIo. Persoalannya adalah adanya pembangunan rumah ibadah yang menuai pro kontra dari masyarakat sekitar. Namun, konflik itu kini telah selesai. FKUB dapat melakukan mediasi antar kedua belah pihak sehingga konflik teratasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untuk meminimalisir adanya konflik antar agama di Jember, Pemkab Jember berniat memberikan suntikan anggaran kegiatan pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember. Pendanaan itu akan dialokasikan untuk biaya operasional kegiataan FKUB. Salah satunya adalah dialog antar umat beragama. Namun, secara detail dan spesifik, kegiatan dari pendanaan tersebut akan dikolaborasikan dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman. Menurut dia, komunikasi toleransi antar umat beragama saat ini sudah terbangun dengan baik dan kuat. Sebab, jika tidak ada komunikasi yang baik, potensi konflik keagamaan yang terjadi makin tinggi. “Pendanaan itu menjadi kajian teknis nantinya,” kata pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, Senin (15/11).

Sementara itu, Ketua FKUB Jember Abdul Muis Sonhaji mengungkapkan bahwa selama ini, pihaknya telah melakukan deteksi sejak dini adanya konflik antar umat beragama melalui silaturahmi yang dijalin antar golongan. Dia menuturkan bahwa dengan banyaknya organisasi, aliran, dan kelompok agama di Jember, potensi adanya konflik cukup tinggi. “Sehingga upaya kami adalah tetap melakukan dialog. Kalau sering silaturahmi, potensi konflik bisa hilang sendiri,” tuturnya.

Hingga saat ini, dia mengaku bahwa pihaknya belum menemukan adanya pemicu titik konflik keagamaan di Jember. Meski sebelumnya, pernah ada konflik keagamaan yang terjadi pada 2014 silam dan sekitar 2019. Saat itu, terjadi konflik keagamaan di SiIo. Persoalannya adalah adanya pembangunan rumah ibadah yang menuai pro kontra dari masyarakat sekitar. Namun, konflik itu kini telah selesai. FKUB dapat melakukan mediasi antar kedua belah pihak sehingga konflik teratasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Untuk meminimalisir adanya konflik antar agama di Jember, Pemkab Jember berniat memberikan suntikan anggaran kegiatan pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember. Pendanaan itu akan dialokasikan untuk biaya operasional kegiataan FKUB. Salah satunya adalah dialog antar umat beragama. Namun, secara detail dan spesifik, kegiatan dari pendanaan tersebut akan dikolaborasikan dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman. Menurut dia, komunikasi toleransi antar umat beragama saat ini sudah terbangun dengan baik dan kuat. Sebab, jika tidak ada komunikasi yang baik, potensi konflik keagamaan yang terjadi makin tinggi. “Pendanaan itu menjadi kajian teknis nantinya,” kata pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, Senin (15/11).

Sementara itu, Ketua FKUB Jember Abdul Muis Sonhaji mengungkapkan bahwa selama ini, pihaknya telah melakukan deteksi sejak dini adanya konflik antar umat beragama melalui silaturahmi yang dijalin antar golongan. Dia menuturkan bahwa dengan banyaknya organisasi, aliran, dan kelompok agama di Jember, potensi adanya konflik cukup tinggi. “Sehingga upaya kami adalah tetap melakukan dialog. Kalau sering silaturahmi, potensi konflik bisa hilang sendiri,” tuturnya.

Hingga saat ini, dia mengaku bahwa pihaknya belum menemukan adanya pemicu titik konflik keagamaan di Jember. Meski sebelumnya, pernah ada konflik keagamaan yang terjadi pada 2014 silam dan sekitar 2019. Saat itu, terjadi konflik keagamaan di SiIo. Persoalannya adalah adanya pembangunan rumah ibadah yang menuai pro kontra dari masyarakat sekitar. Namun, konflik itu kini telah selesai. FKUB dapat melakukan mediasi antar kedua belah pihak sehingga konflik teratasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/