alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Imbas Kebakaran Gudang Alat Kontrasepsi di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi gudang alat kontrasepsi di Jember pasca kebakaran ruangan depan bagian kiri itu masih tertutup. Kertas kalender yang terbakar terlihat dari pintu kaca luar. Meja besar yang biasanya berisi tumpukan kertas di bagian samping juga terbakar. Bagian atapnya belum tertutup genteng.

“Keempat saksi adalah karyawan sini. Sejak kejadian, datang ke kepolisian, kemudian identifikasi, dan dimintai keterangan.” Suprihandoko, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember

Ya, belum ada perbaikan yang dilakukan setelah empat hari yang lalu si jago merah menghabiskan ruangan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan. Diketahui, insiden kebakaran sudah masuk dalam tahap pemeriksaan saksi. Setidaknya, terdapat empat karyawan yang menjalani pemeriksaan di Polres Jember dengan status sebagai saksi.

Pemeriksaan berlangsung sejak insiden kebakaran terjadi pada Kamis (11/15) lalu hingga saat ini. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko. Menurut dia, saat insiden terjadi, dia tengah di Kota Batu dan baru menerima laporan kebakaran pada pukul 06.35. “Keempat saksi adalah karyawan sini. Sejak kejadian, datang ke kepolisian, kemudian identifikasi, dan dimintai keterangan,” ungkap Suprihandoko, Senin (15/11).

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih detail karena pihak kepolisian belum menurunkan hasil penyelidikan. Nantinya, data dari hasil penyelidikan itu dapat dijadikan rujukan untuk menangani kerusakan-kerusakan yang terjadi di DP3AKB Jember. Termasuk dalam penggantian kerugiaan kontrasepsi.

Sebab, selama berita acara dari kepolisian belum diterbitkan, pengajuan perbaikan tidak dapat dilayangkan. “Kalau sudah ada berita acaranya, nanti dilaporkan pada Pemkab Jember dan BKKBN secara resmi. Kalau tidak begitu, tidak bisa mengajukan perbaikan,” paparnya. Kini, dia berharap hasil penyelidikan dari pihak kepolisian dapat segera keluar. Dengan demikian, kerusakan dan kerugian dapat segera tertangani.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi gudang alat kontrasepsi di Jember pasca kebakaran ruangan depan bagian kiri itu masih tertutup. Kertas kalender yang terbakar terlihat dari pintu kaca luar. Meja besar yang biasanya berisi tumpukan kertas di bagian samping juga terbakar. Bagian atapnya belum tertutup genteng.

“Keempat saksi adalah karyawan sini. Sejak kejadian, datang ke kepolisian, kemudian identifikasi, dan dimintai keterangan.” Suprihandoko, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember

Ya, belum ada perbaikan yang dilakukan setelah empat hari yang lalu si jago merah menghabiskan ruangan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan. Diketahui, insiden kebakaran sudah masuk dalam tahap pemeriksaan saksi. Setidaknya, terdapat empat karyawan yang menjalani pemeriksaan di Polres Jember dengan status sebagai saksi.

Pemeriksaan berlangsung sejak insiden kebakaran terjadi pada Kamis (11/15) lalu hingga saat ini. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko. Menurut dia, saat insiden terjadi, dia tengah di Kota Batu dan baru menerima laporan kebakaran pada pukul 06.35. “Keempat saksi adalah karyawan sini. Sejak kejadian, datang ke kepolisian, kemudian identifikasi, dan dimintai keterangan,” ungkap Suprihandoko, Senin (15/11).

Pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih detail karena pihak kepolisian belum menurunkan hasil penyelidikan. Nantinya, data dari hasil penyelidikan itu dapat dijadikan rujukan untuk menangani kerusakan-kerusakan yang terjadi di DP3AKB Jember. Termasuk dalam penggantian kerugiaan kontrasepsi.

Sebab, selama berita acara dari kepolisian belum diterbitkan, pengajuan perbaikan tidak dapat dilayangkan. “Kalau sudah ada berita acaranya, nanti dilaporkan pada Pemkab Jember dan BKKBN secara resmi. Kalau tidak begitu, tidak bisa mengajukan perbaikan,” paparnya. Kini, dia berharap hasil penyelidikan dari pihak kepolisian dapat segera keluar. Dengan demikian, kerusakan dan kerugian dapat segera tertangani.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi gudang alat kontrasepsi di Jember pasca kebakaran ruangan depan bagian kiri itu masih tertutup. Kertas kalender yang terbakar terlihat dari pintu kaca luar. Meja besar yang biasanya berisi tumpukan kertas di bagian samping juga terbakar. Bagian atapnya belum tertutup genteng.

“Keempat saksi adalah karyawan sini. Sejak kejadian, datang ke kepolisian, kemudian identifikasi, dan dimintai keterangan.” Suprihandoko, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember

Ya, belum ada perbaikan yang dilakukan setelah empat hari yang lalu si jago merah menghabiskan ruangan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan. Diketahui, insiden kebakaran sudah masuk dalam tahap pemeriksaan saksi. Setidaknya, terdapat empat karyawan yang menjalani pemeriksaan di Polres Jember dengan status sebagai saksi.

Pemeriksaan berlangsung sejak insiden kebakaran terjadi pada Kamis (11/15) lalu hingga saat ini. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko. Menurut dia, saat insiden terjadi, dia tengah di Kota Batu dan baru menerima laporan kebakaran pada pukul 06.35. “Keempat saksi adalah karyawan sini. Sejak kejadian, datang ke kepolisian, kemudian identifikasi, dan dimintai keterangan,” ungkap Suprihandoko, Senin (15/11).

Pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih detail karena pihak kepolisian belum menurunkan hasil penyelidikan. Nantinya, data dari hasil penyelidikan itu dapat dijadikan rujukan untuk menangani kerusakan-kerusakan yang terjadi di DP3AKB Jember. Termasuk dalam penggantian kerugiaan kontrasepsi.

Sebab, selama berita acara dari kepolisian belum diterbitkan, pengajuan perbaikan tidak dapat dilayangkan. “Kalau sudah ada berita acaranya, nanti dilaporkan pada Pemkab Jember dan BKKBN secara resmi. Kalau tidak begitu, tidak bisa mengajukan perbaikan,” paparnya. Kini, dia berharap hasil penyelidikan dari pihak kepolisian dapat segera keluar. Dengan demikian, kerusakan dan kerugian dapat segera tertangani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/