alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Gelar Edukasi kepada Petani Porang

Mobile_AP_Rectangle 1

JENGGAWAH, Radar Jember – Hampir satu tahun ini tanaman porang menjadi pertanian yang cukup populer di kalangan petani Jember. Popularitas tanaman porang ini berawal dari banyaknya permintaan porang dari luar negeri, seperti Jepang dan Tiongkok. Para petani pun berbondong-bondong ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengekspor hasil tanamannya.

Alhasil, semakin hari petani porang di Jember kian menjamur. Kecamatan Jenggawah menjadi salah satu penyumbangnya. Nah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember mencoba mengumpulkan para petani tersebut, khususnya yang berada di wilayah Jenggawah dan sekitarnya, demi mengedukasi sektor pertanian porang.

Pertemuan tersebut merupakan program penyuluhan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Jember guna mengedukasi para petani. “Banyak yang ikut-ikutan menanam porang karena tren. Mereka tidak memperhatikan teknik dan cara penanamannya seperti apa. Maka, kami di sini hadir untuk mengedukasi agar tanaman mereka sehat dan produksinya meningkat,” ungkap Penyuluh Pertanian Wilayah Jenggawah DTPHP Jember Achmad Sodiq.

Mobile_AP_Rectangle 2

Budi daya porang, kata dia, diakui merupakan pertanian yang sangat potensial setelah edamame dan okra yang juga populer hingga saat ini. Tanaman ini umumnya dapat tumbuh di lahan yang tak langsung terkena sinar matahari. Misal seperti lahan pekarangan yang ditanami pohon besar, lalu di bawahnya ditanami porang. Usia tanaman porang biasanya berkisar satu hingga dua tahun lamanya, dan hanya sekali berbuah.

- Advertisement -

JENGGAWAH, Radar Jember – Hampir satu tahun ini tanaman porang menjadi pertanian yang cukup populer di kalangan petani Jember. Popularitas tanaman porang ini berawal dari banyaknya permintaan porang dari luar negeri, seperti Jepang dan Tiongkok. Para petani pun berbondong-bondong ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengekspor hasil tanamannya.

Alhasil, semakin hari petani porang di Jember kian menjamur. Kecamatan Jenggawah menjadi salah satu penyumbangnya. Nah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember mencoba mengumpulkan para petani tersebut, khususnya yang berada di wilayah Jenggawah dan sekitarnya, demi mengedukasi sektor pertanian porang.

Pertemuan tersebut merupakan program penyuluhan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Jember guna mengedukasi para petani. “Banyak yang ikut-ikutan menanam porang karena tren. Mereka tidak memperhatikan teknik dan cara penanamannya seperti apa. Maka, kami di sini hadir untuk mengedukasi agar tanaman mereka sehat dan produksinya meningkat,” ungkap Penyuluh Pertanian Wilayah Jenggawah DTPHP Jember Achmad Sodiq.

Budi daya porang, kata dia, diakui merupakan pertanian yang sangat potensial setelah edamame dan okra yang juga populer hingga saat ini. Tanaman ini umumnya dapat tumbuh di lahan yang tak langsung terkena sinar matahari. Misal seperti lahan pekarangan yang ditanami pohon besar, lalu di bawahnya ditanami porang. Usia tanaman porang biasanya berkisar satu hingga dua tahun lamanya, dan hanya sekali berbuah.

JENGGAWAH, Radar Jember – Hampir satu tahun ini tanaman porang menjadi pertanian yang cukup populer di kalangan petani Jember. Popularitas tanaman porang ini berawal dari banyaknya permintaan porang dari luar negeri, seperti Jepang dan Tiongkok. Para petani pun berbondong-bondong ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengekspor hasil tanamannya.

Alhasil, semakin hari petani porang di Jember kian menjamur. Kecamatan Jenggawah menjadi salah satu penyumbangnya. Nah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember mencoba mengumpulkan para petani tersebut, khususnya yang berada di wilayah Jenggawah dan sekitarnya, demi mengedukasi sektor pertanian porang.

Pertemuan tersebut merupakan program penyuluhan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Jember guna mengedukasi para petani. “Banyak yang ikut-ikutan menanam porang karena tren. Mereka tidak memperhatikan teknik dan cara penanamannya seperti apa. Maka, kami di sini hadir untuk mengedukasi agar tanaman mereka sehat dan produksinya meningkat,” ungkap Penyuluh Pertanian Wilayah Jenggawah DTPHP Jember Achmad Sodiq.

Budi daya porang, kata dia, diakui merupakan pertanian yang sangat potensial setelah edamame dan okra yang juga populer hingga saat ini. Tanaman ini umumnya dapat tumbuh di lahan yang tak langsung terkena sinar matahari. Misal seperti lahan pekarangan yang ditanami pohon besar, lalu di bawahnya ditanami porang. Usia tanaman porang biasanya berkisar satu hingga dua tahun lamanya, dan hanya sekali berbuah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca