alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Buku Jagoan Muda Pandhalungan, Berisi Kisah Atlet Berbagai Cabor

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Talenta atlet muda Jember membuat M Ainul Budi terkesan. Sebagai wartawan Jawa Pos Radar Jember, dia mulai mengumpulkan tulisan demi tulisan untuk dijadikan sebuah buku yang dia beri judul Jagoan Muda Pandhalungan.

DWI SISWANTO, Sumbersari, Radar Jember

Erlangga Setyo Dwi Saputra, Bramdani, Richard Arbes, hingga Rizki Dwi Febrianto adalah sederet pesepak bola asal Jember yang mampu menunjukan prestasinya di kancah nasional. Erlangga, contohnya, kiper jangkung tersebut telah masuk skuad Garuda Select II ke Inggris. Bahkan, ada juga atlet bola perempuan Nisma Francita Rusdiana yang masuk Garuda Pertiwi di Piala AFF Wanita.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya atlet muda dari cabor sepak bola yang mampu berprestasi. Ada juga dari tenis lapangan, wushu, bulu tangkis, atletik, hingga sepeda. Total ada 17 cabor dan 42 atlet muda dari Jember yang sepak terjangnya dibukukan oleh M Ainul Budi. Buku setebal 211 halaman itu menjadi yang pertama mengisahkan tentang kehebatan atlet Jember.

“Buku ini bisa dikatakan yang pertama untuk insan olahraga di Jember. Apalagi menyajikan atlet muda yang mampu menginspirasi insan olahraga,” terang Sutikno, Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember. Tak hanya Sutikno, Ketua PBSI Jember Erfan Pyiambodo hingga Ketua Pelti Jember Soetriono juga merasa buku karya Budi itu menjawab keyakinan banyak pihak bahwa atlet Jember itu potensial.

Budi bukan orang Jember dan tidak pernah berkecimpung di dunia olahraga Kota Suwar-Suwir. Walau kuliah di Jember, hampir setiap pekan dia memilih pulang ke Sidoarjo. Di Kota Delta itulah, Budi tidak sekadar cinta terhadap dunia olahraga, tapi juga terlibat langsung sebagai suporter hingga masuk manajemen Deltras.

Sejak berkerja sebagai pewarta Jawa Pos Radar Jember pada 2018 lalu, Budi cepat menyesuaikan diri, terutama dalam bidang peliputan olahraga. Pelatih-pelatih bola dari Jember hingga atletnya sudah akrab dengannya. Budi juga tak sekadar meliput pertandingan olahraga dan suka citanya. Dia juga tak segan mengkritik dunia olahraga yang kurang tepat, termasuk kepada induk organisasi KONI.

Lajang kelahiran 28 Desember 1995 ini mulai terkesan dengan bakat atlet muda Jember sejak peliputan kedatangan Febriana Dwipuji Kusuma di Jember. Febriana adalah pebulu tangkis Jember, ganda campuran di Pelatnas senior PBSI, yang juga juara dunia junior di Rusia, tahun lalu. Berangkat dari sana, Budi tertarik menggali informasi tentang atlet muda di Jember. “Ternyata hebat dan banyak. Saya kira hanya sepak bola dan bulu tangkis. Tapi banyak cabor. Bahkan, cabor yang tak terduga pun ada atlet muda yang hebat dari Bumi Pandhalungan ini,” tutur Budi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Talenta atlet muda Jember membuat M Ainul Budi terkesan. Sebagai wartawan Jawa Pos Radar Jember, dia mulai mengumpulkan tulisan demi tulisan untuk dijadikan sebuah buku yang dia beri judul Jagoan Muda Pandhalungan.

DWI SISWANTO, Sumbersari, Radar Jember

Erlangga Setyo Dwi Saputra, Bramdani, Richard Arbes, hingga Rizki Dwi Febrianto adalah sederet pesepak bola asal Jember yang mampu menunjukan prestasinya di kancah nasional. Erlangga, contohnya, kiper jangkung tersebut telah masuk skuad Garuda Select II ke Inggris. Bahkan, ada juga atlet bola perempuan Nisma Francita Rusdiana yang masuk Garuda Pertiwi di Piala AFF Wanita.

Tak hanya atlet muda dari cabor sepak bola yang mampu berprestasi. Ada juga dari tenis lapangan, wushu, bulu tangkis, atletik, hingga sepeda. Total ada 17 cabor dan 42 atlet muda dari Jember yang sepak terjangnya dibukukan oleh M Ainul Budi. Buku setebal 211 halaman itu menjadi yang pertama mengisahkan tentang kehebatan atlet Jember.

“Buku ini bisa dikatakan yang pertama untuk insan olahraga di Jember. Apalagi menyajikan atlet muda yang mampu menginspirasi insan olahraga,” terang Sutikno, Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember. Tak hanya Sutikno, Ketua PBSI Jember Erfan Pyiambodo hingga Ketua Pelti Jember Soetriono juga merasa buku karya Budi itu menjawab keyakinan banyak pihak bahwa atlet Jember itu potensial.

Budi bukan orang Jember dan tidak pernah berkecimpung di dunia olahraga Kota Suwar-Suwir. Walau kuliah di Jember, hampir setiap pekan dia memilih pulang ke Sidoarjo. Di Kota Delta itulah, Budi tidak sekadar cinta terhadap dunia olahraga, tapi juga terlibat langsung sebagai suporter hingga masuk manajemen Deltras.

Sejak berkerja sebagai pewarta Jawa Pos Radar Jember pada 2018 lalu, Budi cepat menyesuaikan diri, terutama dalam bidang peliputan olahraga. Pelatih-pelatih bola dari Jember hingga atletnya sudah akrab dengannya. Budi juga tak sekadar meliput pertandingan olahraga dan suka citanya. Dia juga tak segan mengkritik dunia olahraga yang kurang tepat, termasuk kepada induk organisasi KONI.

Lajang kelahiran 28 Desember 1995 ini mulai terkesan dengan bakat atlet muda Jember sejak peliputan kedatangan Febriana Dwipuji Kusuma di Jember. Febriana adalah pebulu tangkis Jember, ganda campuran di Pelatnas senior PBSI, yang juga juara dunia junior di Rusia, tahun lalu. Berangkat dari sana, Budi tertarik menggali informasi tentang atlet muda di Jember. “Ternyata hebat dan banyak. Saya kira hanya sepak bola dan bulu tangkis. Tapi banyak cabor. Bahkan, cabor yang tak terduga pun ada atlet muda yang hebat dari Bumi Pandhalungan ini,” tutur Budi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Talenta atlet muda Jember membuat M Ainul Budi terkesan. Sebagai wartawan Jawa Pos Radar Jember, dia mulai mengumpulkan tulisan demi tulisan untuk dijadikan sebuah buku yang dia beri judul Jagoan Muda Pandhalungan.

DWI SISWANTO, Sumbersari, Radar Jember

Erlangga Setyo Dwi Saputra, Bramdani, Richard Arbes, hingga Rizki Dwi Febrianto adalah sederet pesepak bola asal Jember yang mampu menunjukan prestasinya di kancah nasional. Erlangga, contohnya, kiper jangkung tersebut telah masuk skuad Garuda Select II ke Inggris. Bahkan, ada juga atlet bola perempuan Nisma Francita Rusdiana yang masuk Garuda Pertiwi di Piala AFF Wanita.

Tak hanya atlet muda dari cabor sepak bola yang mampu berprestasi. Ada juga dari tenis lapangan, wushu, bulu tangkis, atletik, hingga sepeda. Total ada 17 cabor dan 42 atlet muda dari Jember yang sepak terjangnya dibukukan oleh M Ainul Budi. Buku setebal 211 halaman itu menjadi yang pertama mengisahkan tentang kehebatan atlet Jember.

“Buku ini bisa dikatakan yang pertama untuk insan olahraga di Jember. Apalagi menyajikan atlet muda yang mampu menginspirasi insan olahraga,” terang Sutikno, Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember. Tak hanya Sutikno, Ketua PBSI Jember Erfan Pyiambodo hingga Ketua Pelti Jember Soetriono juga merasa buku karya Budi itu menjawab keyakinan banyak pihak bahwa atlet Jember itu potensial.

Budi bukan orang Jember dan tidak pernah berkecimpung di dunia olahraga Kota Suwar-Suwir. Walau kuliah di Jember, hampir setiap pekan dia memilih pulang ke Sidoarjo. Di Kota Delta itulah, Budi tidak sekadar cinta terhadap dunia olahraga, tapi juga terlibat langsung sebagai suporter hingga masuk manajemen Deltras.

Sejak berkerja sebagai pewarta Jawa Pos Radar Jember pada 2018 lalu, Budi cepat menyesuaikan diri, terutama dalam bidang peliputan olahraga. Pelatih-pelatih bola dari Jember hingga atletnya sudah akrab dengannya. Budi juga tak sekadar meliput pertandingan olahraga dan suka citanya. Dia juga tak segan mengkritik dunia olahraga yang kurang tepat, termasuk kepada induk organisasi KONI.

Lajang kelahiran 28 Desember 1995 ini mulai terkesan dengan bakat atlet muda Jember sejak peliputan kedatangan Febriana Dwipuji Kusuma di Jember. Febriana adalah pebulu tangkis Jember, ganda campuran di Pelatnas senior PBSI, yang juga juara dunia junior di Rusia, tahun lalu. Berangkat dari sana, Budi tertarik menggali informasi tentang atlet muda di Jember. “Ternyata hebat dan banyak. Saya kira hanya sepak bola dan bulu tangkis. Tapi banyak cabor. Bahkan, cabor yang tak terduga pun ada atlet muda yang hebat dari Bumi Pandhalungan ini,” tutur Budi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/