alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Wes Wayahe Tamasya Keliling Jember, Cobain Yuk

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Menyambut Hari Perhubungan Nasional, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember telah berupaya untuk memberdayakan para insan angkutan konvensional di Jember. Salah satunya dengan melakukan pelatihan para insan transportasi sebelum mengadakan peresmian angkutan wisata Jember. Mulai dari becak, ojek, lin kuning, dan angkutan konvensional lainnya.

Kepada Bupati Jember Hendy Siswanto dan jajarannya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember Siswanto menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pelatihan bagi perwakilan 35 insan transportasi kota dan 15 insan transportasi desa pada Selasa (14/9) lalu. Di antaranya terkait dengan public speaking pemandu wisata, kebersihan, kesehatan, dan fotografi menggunakan HP.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menerangkan bahwa tujuan pelatihan itu adalah peningkatan terhadap para insan transportasi dalam menjadi guide menuju sejumlah wisata di Jember. Dengan kegiatan itu, pihaknya bersyukur lantaran memberikan peluang kepada insan transportasi dan pariwisata yang terdampak selama pandemi Covid-19 sebagai alternatif tambahan penghasilan.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto bersyukur atas inisiasi agenda tersebut. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan berpikir bahwa potensi angkutan kita dapat dikolerasikan dengan wisata di Jember,” ujar Hendy. Harapannya, kegiatan tersebut dapat menjadi daya tarik bagi penduduk lokal maupun luar Kabupaten Jember.

Namun, dia menegaskan bahwa Covid-19 masih ada. Oleh karena itu, harus menjalankan tempat-tempat wisata dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. “Sosialisasikan terus, segera vaksin untuk syarat utama Jember menuju new normal,” paparnya.

Lebih lanjut, pencetus wisata lin kuning, Hasti Utami, menambahkan bahwa masyarakat bisa menyewa angkutan wisata sesuai dengan rute yang dibuat oleh operator angkutan wisata. “Angkot bisa diisi 10 penumpang, angkutan perdesaan 7–12 penumpang bergantung jenis kendaraan,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Menyambut Hari Perhubungan Nasional, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember telah berupaya untuk memberdayakan para insan angkutan konvensional di Jember. Salah satunya dengan melakukan pelatihan para insan transportasi sebelum mengadakan peresmian angkutan wisata Jember. Mulai dari becak, ojek, lin kuning, dan angkutan konvensional lainnya.

Kepada Bupati Jember Hendy Siswanto dan jajarannya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember Siswanto menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pelatihan bagi perwakilan 35 insan transportasi kota dan 15 insan transportasi desa pada Selasa (14/9) lalu. Di antaranya terkait dengan public speaking pemandu wisata, kebersihan, kesehatan, dan fotografi menggunakan HP.

Dia menerangkan bahwa tujuan pelatihan itu adalah peningkatan terhadap para insan transportasi dalam menjadi guide menuju sejumlah wisata di Jember. Dengan kegiatan itu, pihaknya bersyukur lantaran memberikan peluang kepada insan transportasi dan pariwisata yang terdampak selama pandemi Covid-19 sebagai alternatif tambahan penghasilan.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto bersyukur atas inisiasi agenda tersebut. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan berpikir bahwa potensi angkutan kita dapat dikolerasikan dengan wisata di Jember,” ujar Hendy. Harapannya, kegiatan tersebut dapat menjadi daya tarik bagi penduduk lokal maupun luar Kabupaten Jember.

Namun, dia menegaskan bahwa Covid-19 masih ada. Oleh karena itu, harus menjalankan tempat-tempat wisata dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. “Sosialisasikan terus, segera vaksin untuk syarat utama Jember menuju new normal,” paparnya.

Lebih lanjut, pencetus wisata lin kuning, Hasti Utami, menambahkan bahwa masyarakat bisa menyewa angkutan wisata sesuai dengan rute yang dibuat oleh operator angkutan wisata. “Angkot bisa diisi 10 penumpang, angkutan perdesaan 7–12 penumpang bergantung jenis kendaraan,” paparnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Menyambut Hari Perhubungan Nasional, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember telah berupaya untuk memberdayakan para insan angkutan konvensional di Jember. Salah satunya dengan melakukan pelatihan para insan transportasi sebelum mengadakan peresmian angkutan wisata Jember. Mulai dari becak, ojek, lin kuning, dan angkutan konvensional lainnya.

Kepada Bupati Jember Hendy Siswanto dan jajarannya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember Siswanto menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pelatihan bagi perwakilan 35 insan transportasi kota dan 15 insan transportasi desa pada Selasa (14/9) lalu. Di antaranya terkait dengan public speaking pemandu wisata, kebersihan, kesehatan, dan fotografi menggunakan HP.

Dia menerangkan bahwa tujuan pelatihan itu adalah peningkatan terhadap para insan transportasi dalam menjadi guide menuju sejumlah wisata di Jember. Dengan kegiatan itu, pihaknya bersyukur lantaran memberikan peluang kepada insan transportasi dan pariwisata yang terdampak selama pandemi Covid-19 sebagai alternatif tambahan penghasilan.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto bersyukur atas inisiasi agenda tersebut. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan berpikir bahwa potensi angkutan kita dapat dikolerasikan dengan wisata di Jember,” ujar Hendy. Harapannya, kegiatan tersebut dapat menjadi daya tarik bagi penduduk lokal maupun luar Kabupaten Jember.

Namun, dia menegaskan bahwa Covid-19 masih ada. Oleh karena itu, harus menjalankan tempat-tempat wisata dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. “Sosialisasikan terus, segera vaksin untuk syarat utama Jember menuju new normal,” paparnya.

Lebih lanjut, pencetus wisata lin kuning, Hasti Utami, menambahkan bahwa masyarakat bisa menyewa angkutan wisata sesuai dengan rute yang dibuat oleh operator angkutan wisata. “Angkot bisa diisi 10 penumpang, angkutan perdesaan 7–12 penumpang bergantung jenis kendaraan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/