alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Peserta Seleksi PPPK di Jember Tidak Tertib, Auto Gugur

Ada yang Terlambat hingga Reaktif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Hari ketiga pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih saja ditemukan kendala. Selain faktor teknis jaringan internet, masalah juga berasal dari peserta. Ada yang terlambat, tidak membawa persyaratan lengkap, hingga reaktif saat menjalani screening Covid-19. Mereka dinyatakan gugur. Bagi yang tidak lolos, mereka bisa mengikuti seleksi susulan pada 18 September atau akhir pekan ini.

Sebagaimana diketahui, seleksi untuk tenaga pendidik jenjang SMA dan SMK tersebut berlangsung sejak Senin (13/9) awal pekan ini dan akan berakhir pada Jumat (17/9) besok. Ada lima lokasi yang digunakan sebagai tempat seleksi. Yaitu SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 5 Jember. Setiap sekolah yang ditempati paling sedikit ada 480 peserta dan paling banyak 920 peserta. Setidaknya terdapat 3.628 peserta yang mengikuti seleksi dengan kuota 3.671 formasi.

Pelaksanaan di SMKN 3 Jember, misalnya, sejak dimulai seleksi hari pertama ada beberapa peserta yang dinyatakan gugur. Karenanya, mereka harus mengikuti seleksi susulan. Sebabnya tetap sama. Mulai dari persyaratan administrasi yang harus dibawa belum lengkap hingga diketahui reaktif saat mengikuti tes kesehatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Proktor utama yang bertugas di SMKN 3 Jember, Muhamad Husnan Sarofi, mengungkapkan, sejak hari pertama seleksi, peserta yang hadir tidak semuanya bisa mengikuti. “Hari pertama itu ada yang positif. Ada juga yang telat, dan ada juga yang tidak membawa administrasi yang diminta,” katanya, kemarin (15/9).

Menurutnya, bagi peserta yang mengalami kendala itu, pengawas utama akan merekomendasikan kepada peserta apakah mereka bakal mengikuti seleksi susulan atau ikut dalam tahap dua. Jika seleksi susulan berlangsung akhir pekan ini, sedangkan jadwal seleksi tahap dua belum ditentukan jadwalnya. “Untuk seleksi susulan sudah resmi dan ada surat edarannya. Yakni pada tanggal 18 September atau hari Sabtu nanti,” jelas Husnan.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Hari ketiga pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih saja ditemukan kendala. Selain faktor teknis jaringan internet, masalah juga berasal dari peserta. Ada yang terlambat, tidak membawa persyaratan lengkap, hingga reaktif saat menjalani screening Covid-19. Mereka dinyatakan gugur. Bagi yang tidak lolos, mereka bisa mengikuti seleksi susulan pada 18 September atau akhir pekan ini.

Sebagaimana diketahui, seleksi untuk tenaga pendidik jenjang SMA dan SMK tersebut berlangsung sejak Senin (13/9) awal pekan ini dan akan berakhir pada Jumat (17/9) besok. Ada lima lokasi yang digunakan sebagai tempat seleksi. Yaitu SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 5 Jember. Setiap sekolah yang ditempati paling sedikit ada 480 peserta dan paling banyak 920 peserta. Setidaknya terdapat 3.628 peserta yang mengikuti seleksi dengan kuota 3.671 formasi.

Pelaksanaan di SMKN 3 Jember, misalnya, sejak dimulai seleksi hari pertama ada beberapa peserta yang dinyatakan gugur. Karenanya, mereka harus mengikuti seleksi susulan. Sebabnya tetap sama. Mulai dari persyaratan administrasi yang harus dibawa belum lengkap hingga diketahui reaktif saat mengikuti tes kesehatan.

Proktor utama yang bertugas di SMKN 3 Jember, Muhamad Husnan Sarofi, mengungkapkan, sejak hari pertama seleksi, peserta yang hadir tidak semuanya bisa mengikuti. “Hari pertama itu ada yang positif. Ada juga yang telat, dan ada juga yang tidak membawa administrasi yang diminta,” katanya, kemarin (15/9).

Menurutnya, bagi peserta yang mengalami kendala itu, pengawas utama akan merekomendasikan kepada peserta apakah mereka bakal mengikuti seleksi susulan atau ikut dalam tahap dua. Jika seleksi susulan berlangsung akhir pekan ini, sedangkan jadwal seleksi tahap dua belum ditentukan jadwalnya. “Untuk seleksi susulan sudah resmi dan ada surat edarannya. Yakni pada tanggal 18 September atau hari Sabtu nanti,” jelas Husnan.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Hari ketiga pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih saja ditemukan kendala. Selain faktor teknis jaringan internet, masalah juga berasal dari peserta. Ada yang terlambat, tidak membawa persyaratan lengkap, hingga reaktif saat menjalani screening Covid-19. Mereka dinyatakan gugur. Bagi yang tidak lolos, mereka bisa mengikuti seleksi susulan pada 18 September atau akhir pekan ini.

Sebagaimana diketahui, seleksi untuk tenaga pendidik jenjang SMA dan SMK tersebut berlangsung sejak Senin (13/9) awal pekan ini dan akan berakhir pada Jumat (17/9) besok. Ada lima lokasi yang digunakan sebagai tempat seleksi. Yaitu SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 5 Jember. Setiap sekolah yang ditempati paling sedikit ada 480 peserta dan paling banyak 920 peserta. Setidaknya terdapat 3.628 peserta yang mengikuti seleksi dengan kuota 3.671 formasi.

Pelaksanaan di SMKN 3 Jember, misalnya, sejak dimulai seleksi hari pertama ada beberapa peserta yang dinyatakan gugur. Karenanya, mereka harus mengikuti seleksi susulan. Sebabnya tetap sama. Mulai dari persyaratan administrasi yang harus dibawa belum lengkap hingga diketahui reaktif saat mengikuti tes kesehatan.

Proktor utama yang bertugas di SMKN 3 Jember, Muhamad Husnan Sarofi, mengungkapkan, sejak hari pertama seleksi, peserta yang hadir tidak semuanya bisa mengikuti. “Hari pertama itu ada yang positif. Ada juga yang telat, dan ada juga yang tidak membawa administrasi yang diminta,” katanya, kemarin (15/9).

Menurutnya, bagi peserta yang mengalami kendala itu, pengawas utama akan merekomendasikan kepada peserta apakah mereka bakal mengikuti seleksi susulan atau ikut dalam tahap dua. Jika seleksi susulan berlangsung akhir pekan ini, sedangkan jadwal seleksi tahap dua belum ditentukan jadwalnya. “Untuk seleksi susulan sudah resmi dan ada surat edarannya. Yakni pada tanggal 18 September atau hari Sabtu nanti,” jelas Husnan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/