alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Maaf, Tahun ini Seleksi CPNS Jember Menjadi Tahun Terakhir

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Memasuki seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hari kedua di Kabupaten Jember,  Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember Sukowinarno menerangkan bahwa ada sebanyak 573 peserta yang hadir. Sementara itu, sejumlah 27 orang tidak hadir tanpa keterangan. “Namun, secara keseluruhan, pelaksanaan berjalan dengan aman dan lancar,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain itu, dia menerangkan bahwa tahun ini bakal menjadi seleksi CPNS terakhir. Sebab, mulai tahun depan, seluruhnya bakal menjadi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), berdasar Permenpan terakhir. Oleh karena itu, dia menambahkan bahwa tahun depan bakal mulai mengajukan kuota PPPK.

“Sesuai komitmen bupati, tahun 2022 itu bakal mengupayakan formasi tenaga teknis. Di antaranya seperti penyuluh pertanian, petugas lalu lintas angkutan jalan Dishub, petugas pengukur tera Disperindag, atau dokter hewan Dinas Peternakan. Di samping itu, untuk sektor pendidikan dan kesehatan juga bakal tetap diajukan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski tak berstatus CPNS, PPPK juga merupakan salah satu solusi yang baik untuk masyarakat Jember. “Yang membedakan itu hanya tunjangan pensiun saja,” lanjutnya. Sementara itu, untuk tunjangan istri, anak, dan lainnya masih sama.

Ke depan, lanjutnya, janji pemerintah juga bakal tetap sama. Yakni memakmurkan seluruh masyarakat Jember, termasuk mengupayakan mereka menjadi aparatur sipil negara (ASN).

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Memasuki seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hari kedua di Kabupaten Jember,  Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember Sukowinarno menerangkan bahwa ada sebanyak 573 peserta yang hadir. Sementara itu, sejumlah 27 orang tidak hadir tanpa keterangan. “Namun, secara keseluruhan, pelaksanaan berjalan dengan aman dan lancar,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain itu, dia menerangkan bahwa tahun ini bakal menjadi seleksi CPNS terakhir. Sebab, mulai tahun depan, seluruhnya bakal menjadi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), berdasar Permenpan terakhir. Oleh karena itu, dia menambahkan bahwa tahun depan bakal mulai mengajukan kuota PPPK.

“Sesuai komitmen bupati, tahun 2022 itu bakal mengupayakan formasi tenaga teknis. Di antaranya seperti penyuluh pertanian, petugas lalu lintas angkutan jalan Dishub, petugas pengukur tera Disperindag, atau dokter hewan Dinas Peternakan. Di samping itu, untuk sektor pendidikan dan kesehatan juga bakal tetap diajukan,” paparnya.

Meski tak berstatus CPNS, PPPK juga merupakan salah satu solusi yang baik untuk masyarakat Jember. “Yang membedakan itu hanya tunjangan pensiun saja,” lanjutnya. Sementara itu, untuk tunjangan istri, anak, dan lainnya masih sama.

Ke depan, lanjutnya, janji pemerintah juga bakal tetap sama. Yakni memakmurkan seluruh masyarakat Jember, termasuk mengupayakan mereka menjadi aparatur sipil negara (ASN).

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Memasuki seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hari kedua di Kabupaten Jember,  Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember Sukowinarno menerangkan bahwa ada sebanyak 573 peserta yang hadir. Sementara itu, sejumlah 27 orang tidak hadir tanpa keterangan. “Namun, secara keseluruhan, pelaksanaan berjalan dengan aman dan lancar,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain itu, dia menerangkan bahwa tahun ini bakal menjadi seleksi CPNS terakhir. Sebab, mulai tahun depan, seluruhnya bakal menjadi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), berdasar Permenpan terakhir. Oleh karena itu, dia menambahkan bahwa tahun depan bakal mulai mengajukan kuota PPPK.

“Sesuai komitmen bupati, tahun 2022 itu bakal mengupayakan formasi tenaga teknis. Di antaranya seperti penyuluh pertanian, petugas lalu lintas angkutan jalan Dishub, petugas pengukur tera Disperindag, atau dokter hewan Dinas Peternakan. Di samping itu, untuk sektor pendidikan dan kesehatan juga bakal tetap diajukan,” paparnya.

Meski tak berstatus CPNS, PPPK juga merupakan salah satu solusi yang baik untuk masyarakat Jember. “Yang membedakan itu hanya tunjangan pensiun saja,” lanjutnya. Sementara itu, untuk tunjangan istri, anak, dan lainnya masih sama.

Ke depan, lanjutnya, janji pemerintah juga bakal tetap sama. Yakni memakmurkan seluruh masyarakat Jember, termasuk mengupayakan mereka menjadi aparatur sipil negara (ASN).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/