alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Sopir Ambulans Jadi Tim Pemenangan

 Dikaji Bawaslu, Melanggar atau Tidak?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sedikitnya tujuh orang yang menjadi sopir ambulans, diduga terlibat praktis dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Santri. Dugaan ini cukup kuat karena nama-nama mereka masuk di dalam susunan tim pemenangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) Jember.

Munculnya kasus ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di lantai 3 DPRD Jember, kemarin (15/9). Edy Cahyo Purnomo, salah satu anggota dewan, menyampaikan di tengah rapat yang dihadiri sejumlah anggota dewan, KPU, dan Bawaslu Jember itu bahwa tujuh nama masuk di dalam susunan tim pemenangan bakal cabup-cawabup Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian). Seluruh nama sopir ambulans dibeber dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ahmad Halim itu.

Dia pun mempertanyakan boleh tidaknya ketujuh sopir yang menjadi tim pemenangan, karena menerima penghasilan dari uang negara atau dari APBD Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami menemukan tujuh sopir ambulans yang masuk jadi tim pemenangan Faida-Vian. Kami minta penjelasan Bawaslu Jember, apakah ini tidak melanggar,” tanya Ipunk, panggilannya.

Pria yang menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jember ini juga mempertanyakan tentang adanya dugaan pelanggaran pilkada di lini lain. Dia menyebut, adanya satgas-satgas yang turun ke lapangan dengan mengenakan masker bakal cabup-cawabup. “Bukti foto, kami punya. Apakah ini juga melanggar atau tidak. Apa tindakan Bawaslu,” paparnya.

Menanggapi dugaan tujuh sopir ambulans yang menjadi tim pemenangan tersebut, Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menegaskan akan melakukan kroscek. Menurutnya, dalam peraturan perundang-undangan, yang tidak boleh menjadi tim atau terlibat kampanye adalah ASN yang terdiri atas PNS dan P3K.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sedikitnya tujuh orang yang menjadi sopir ambulans, diduga terlibat praktis dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Santri. Dugaan ini cukup kuat karena nama-nama mereka masuk di dalam susunan tim pemenangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) Jember.

Munculnya kasus ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di lantai 3 DPRD Jember, kemarin (15/9). Edy Cahyo Purnomo, salah satu anggota dewan, menyampaikan di tengah rapat yang dihadiri sejumlah anggota dewan, KPU, dan Bawaslu Jember itu bahwa tujuh nama masuk di dalam susunan tim pemenangan bakal cabup-cawabup Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian). Seluruh nama sopir ambulans dibeber dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ahmad Halim itu.

Dia pun mempertanyakan boleh tidaknya ketujuh sopir yang menjadi tim pemenangan, karena menerima penghasilan dari uang negara atau dari APBD Jember.

“Kami menemukan tujuh sopir ambulans yang masuk jadi tim pemenangan Faida-Vian. Kami minta penjelasan Bawaslu Jember, apakah ini tidak melanggar,” tanya Ipunk, panggilannya.

Pria yang menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jember ini juga mempertanyakan tentang adanya dugaan pelanggaran pilkada di lini lain. Dia menyebut, adanya satgas-satgas yang turun ke lapangan dengan mengenakan masker bakal cabup-cawabup. “Bukti foto, kami punya. Apakah ini juga melanggar atau tidak. Apa tindakan Bawaslu,” paparnya.

Menanggapi dugaan tujuh sopir ambulans yang menjadi tim pemenangan tersebut, Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menegaskan akan melakukan kroscek. Menurutnya, dalam peraturan perundang-undangan, yang tidak boleh menjadi tim atau terlibat kampanye adalah ASN yang terdiri atas PNS dan P3K.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sedikitnya tujuh orang yang menjadi sopir ambulans, diduga terlibat praktis dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Santri. Dugaan ini cukup kuat karena nama-nama mereka masuk di dalam susunan tim pemenangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) Jember.

Munculnya kasus ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di lantai 3 DPRD Jember, kemarin (15/9). Edy Cahyo Purnomo, salah satu anggota dewan, menyampaikan di tengah rapat yang dihadiri sejumlah anggota dewan, KPU, dan Bawaslu Jember itu bahwa tujuh nama masuk di dalam susunan tim pemenangan bakal cabup-cawabup Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian). Seluruh nama sopir ambulans dibeber dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ahmad Halim itu.

Dia pun mempertanyakan boleh tidaknya ketujuh sopir yang menjadi tim pemenangan, karena menerima penghasilan dari uang negara atau dari APBD Jember.

“Kami menemukan tujuh sopir ambulans yang masuk jadi tim pemenangan Faida-Vian. Kami minta penjelasan Bawaslu Jember, apakah ini tidak melanggar,” tanya Ipunk, panggilannya.

Pria yang menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jember ini juga mempertanyakan tentang adanya dugaan pelanggaran pilkada di lini lain. Dia menyebut, adanya satgas-satgas yang turun ke lapangan dengan mengenakan masker bakal cabup-cawabup. “Bukti foto, kami punya. Apakah ini juga melanggar atau tidak. Apa tindakan Bawaslu,” paparnya.

Menanggapi dugaan tujuh sopir ambulans yang menjadi tim pemenangan tersebut, Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menegaskan akan melakukan kroscek. Menurutnya, dalam peraturan perundang-undangan, yang tidak boleh menjadi tim atau terlibat kampanye adalah ASN yang terdiri atas PNS dan P3K.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/