alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Sempat Menangis, Jadi Doktor Dengan Nilai Cumlaude

Cerita Kepala Kemenag Lumajang Muhammad Muslim Tawa dan tangis haru terlihat dalam ruangan sidang doktor di UIN KHAS Jember. Salah satunya ada Muhammad Muslim. Kepala Kemenag Lumajang ini juga sempat meneteskan air mata setelah dinyatakan lulus. Namun, tak lama setelah itu, barisan Ansor merayakannya.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Muhammad Muslim sedang menuai banyak rasa dalam hatinya. Sebab, ia akan melangsungkan ujian doktor di kampus hijau UIN KHAS Jember. Dia mempertaruhkan hasil temuannya pada persidangan tersebut. Laki-laki yang menjabat sebagai Kepala Kemenag Lumajang ini pun sudah banyak melakukan persiapan untuk ujian tersebut.

Catat ! Jangan Coba-Coba Pakai Satu Kata di Nama

Salah satunya yang menarik perhatian adalah pendukung sekaligus pendamping Muslim terdiri dari banyak orang. Mulai dari Kepala KUA seluruh kecamatan di Lumajang, hingga orang penting dalam tatanan pemerintahan. Selain itu, yang juga menjadi kebanggaan baginya adalah sidang doktor yang di gedung Pascasarjana UIN KHAS juga dihadiri oleh tiga bupati sekaligus. Ketiganya terdiri dari Bupati Jember Hendy Siswanto, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, dan juga Bupati Situbondo Karna Suswandi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya sangat senang karena hari ini menjadi momen yang sangat bersejarah, karena bisa dihadiri oleh tiga bupati sekaligus,” ujarnya saat memberikan sambutan kepada para peserta dalam acara tersebut.

Menyimak sejenak dalam prosesi persidangan. Muslim mengangkat judul Strategi Kepemimpinan Kiai dalam Pengarusutamaan Islam Inklusif: Studi di Pondok Pesantren Al-Falah Silo Jember. Dia mengangkat itu bukan tanpa alasan, melainkan pondok pesantren tersebut sangat menjunjung tinggi nilai moderasi beragama. Sejarah pesantren menurutnya penuh perjuangan dan memiliki basis keilmuan yang sudah tidak diragukan. “Saya mengenal pesantren tersebut sudah dari dulu, pengasuhnya ada tiga dan memiliki fokus dan karakteristik yang berbeda,” tambahnya saat menjelaskan temuannya kepada para tim penguji.

Perjalanan memperoleh gelar doktor tidaklah mudah, banyak tahap dan rintangan yang perlu dilalui, sama seperti Muslim juga mempunyai prinsip akan mengerjakan disertasinya dengan bersungguh-sungguh, hingga ia rela bolak-balik dari Lumajang ke Jember untuk dapat menemui para narasumber yang juga seorang guru baginya. “Saya membuat disertasi ini penuh dengan perjuangan panjang, sebab saya seringkali bertolak dari Lumajang menuju Jember untuk bisa menemui para narasumber sekaligus guru saya,” terangnya.

Hingga ada momen yang cukup bikin haru ketika Muhammad Muslim membacakan persembahan disertasinya. Dia tak kuasa menahan tangis ketika sesat menyebutkan ucapan terima kasih kepada orang tuanya. Namun suasana mulai kembali normal, bahkan bersorak gembira saat Babun Suharto seorang Rektor UIN KHAS Jember bergurau dengan celetukan yang sarat akan humor.

Hingga akhirnya Muslim dinyatakan lulus dengan menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude. Disitulah para pendukungnya bersorak disusul tepuk tangan meriah. Istri dan kedua anaknya juga ikut terharu dengan hasil capaiannya.

Hingga beberapa saat, ketika sudah meninggalkan ruangan sidang dan beranjak ke halaman gedung pascasarjana, Muslim disambut oleh teman-teman anshor dengan digotong bersama bupati Lumajang Thoriqul Haq. Muhammad Muslim yang juga seorang komandan barisan Ansor serbaguna di Lumajang digotong dengan dibarengi semarak yel-yel khas organisasi tersebut.

Jurnalis: FAQIH HUMAINI

Fotografer: FAQIH HUMAINI
Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Muhammad Muslim sedang menuai banyak rasa dalam hatinya. Sebab, ia akan melangsungkan ujian doktor di kampus hijau UIN KHAS Jember. Dia mempertaruhkan hasil temuannya pada persidangan tersebut. Laki-laki yang menjabat sebagai Kepala Kemenag Lumajang ini pun sudah banyak melakukan persiapan untuk ujian tersebut.

Catat ! Jangan Coba-Coba Pakai Satu Kata di Nama

Salah satunya yang menarik perhatian adalah pendukung sekaligus pendamping Muslim terdiri dari banyak orang. Mulai dari Kepala KUA seluruh kecamatan di Lumajang, hingga orang penting dalam tatanan pemerintahan. Selain itu, yang juga menjadi kebanggaan baginya adalah sidang doktor yang di gedung Pascasarjana UIN KHAS juga dihadiri oleh tiga bupati sekaligus. Ketiganya terdiri dari Bupati Jember Hendy Siswanto, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, dan juga Bupati Situbondo Karna Suswandi.

“Saya sangat senang karena hari ini menjadi momen yang sangat bersejarah, karena bisa dihadiri oleh tiga bupati sekaligus,” ujarnya saat memberikan sambutan kepada para peserta dalam acara tersebut.

Menyimak sejenak dalam prosesi persidangan. Muslim mengangkat judul Strategi Kepemimpinan Kiai dalam Pengarusutamaan Islam Inklusif: Studi di Pondok Pesantren Al-Falah Silo Jember. Dia mengangkat itu bukan tanpa alasan, melainkan pondok pesantren tersebut sangat menjunjung tinggi nilai moderasi beragama. Sejarah pesantren menurutnya penuh perjuangan dan memiliki basis keilmuan yang sudah tidak diragukan. “Saya mengenal pesantren tersebut sudah dari dulu, pengasuhnya ada tiga dan memiliki fokus dan karakteristik yang berbeda,” tambahnya saat menjelaskan temuannya kepada para tim penguji.

Perjalanan memperoleh gelar doktor tidaklah mudah, banyak tahap dan rintangan yang perlu dilalui, sama seperti Muslim juga mempunyai prinsip akan mengerjakan disertasinya dengan bersungguh-sungguh, hingga ia rela bolak-balik dari Lumajang ke Jember untuk dapat menemui para narasumber yang juga seorang guru baginya. “Saya membuat disertasi ini penuh dengan perjuangan panjang, sebab saya seringkali bertolak dari Lumajang menuju Jember untuk bisa menemui para narasumber sekaligus guru saya,” terangnya.

Hingga ada momen yang cukup bikin haru ketika Muhammad Muslim membacakan persembahan disertasinya. Dia tak kuasa menahan tangis ketika sesat menyebutkan ucapan terima kasih kepada orang tuanya. Namun suasana mulai kembali normal, bahkan bersorak gembira saat Babun Suharto seorang Rektor UIN KHAS Jember bergurau dengan celetukan yang sarat akan humor.

Hingga akhirnya Muslim dinyatakan lulus dengan menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude. Disitulah para pendukungnya bersorak disusul tepuk tangan meriah. Istri dan kedua anaknya juga ikut terharu dengan hasil capaiannya.

Hingga beberapa saat, ketika sudah meninggalkan ruangan sidang dan beranjak ke halaman gedung pascasarjana, Muslim disambut oleh teman-teman anshor dengan digotong bersama bupati Lumajang Thoriqul Haq. Muhammad Muslim yang juga seorang komandan barisan Ansor serbaguna di Lumajang digotong dengan dibarengi semarak yel-yel khas organisasi tersebut.

Jurnalis: FAQIH HUMAINI

Fotografer: FAQIH HUMAINI
Editor: Nur Hariri

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Muhammad Muslim sedang menuai banyak rasa dalam hatinya. Sebab, ia akan melangsungkan ujian doktor di kampus hijau UIN KHAS Jember. Dia mempertaruhkan hasil temuannya pada persidangan tersebut. Laki-laki yang menjabat sebagai Kepala Kemenag Lumajang ini pun sudah banyak melakukan persiapan untuk ujian tersebut.

Catat ! Jangan Coba-Coba Pakai Satu Kata di Nama

Salah satunya yang menarik perhatian adalah pendukung sekaligus pendamping Muslim terdiri dari banyak orang. Mulai dari Kepala KUA seluruh kecamatan di Lumajang, hingga orang penting dalam tatanan pemerintahan. Selain itu, yang juga menjadi kebanggaan baginya adalah sidang doktor yang di gedung Pascasarjana UIN KHAS juga dihadiri oleh tiga bupati sekaligus. Ketiganya terdiri dari Bupati Jember Hendy Siswanto, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, dan juga Bupati Situbondo Karna Suswandi.

“Saya sangat senang karena hari ini menjadi momen yang sangat bersejarah, karena bisa dihadiri oleh tiga bupati sekaligus,” ujarnya saat memberikan sambutan kepada para peserta dalam acara tersebut.

Menyimak sejenak dalam prosesi persidangan. Muslim mengangkat judul Strategi Kepemimpinan Kiai dalam Pengarusutamaan Islam Inklusif: Studi di Pondok Pesantren Al-Falah Silo Jember. Dia mengangkat itu bukan tanpa alasan, melainkan pondok pesantren tersebut sangat menjunjung tinggi nilai moderasi beragama. Sejarah pesantren menurutnya penuh perjuangan dan memiliki basis keilmuan yang sudah tidak diragukan. “Saya mengenal pesantren tersebut sudah dari dulu, pengasuhnya ada tiga dan memiliki fokus dan karakteristik yang berbeda,” tambahnya saat menjelaskan temuannya kepada para tim penguji.

Perjalanan memperoleh gelar doktor tidaklah mudah, banyak tahap dan rintangan yang perlu dilalui, sama seperti Muslim juga mempunyai prinsip akan mengerjakan disertasinya dengan bersungguh-sungguh, hingga ia rela bolak-balik dari Lumajang ke Jember untuk dapat menemui para narasumber yang juga seorang guru baginya. “Saya membuat disertasi ini penuh dengan perjuangan panjang, sebab saya seringkali bertolak dari Lumajang menuju Jember untuk bisa menemui para narasumber sekaligus guru saya,” terangnya.

Hingga ada momen yang cukup bikin haru ketika Muhammad Muslim membacakan persembahan disertasinya. Dia tak kuasa menahan tangis ketika sesat menyebutkan ucapan terima kasih kepada orang tuanya. Namun suasana mulai kembali normal, bahkan bersorak gembira saat Babun Suharto seorang Rektor UIN KHAS Jember bergurau dengan celetukan yang sarat akan humor.

Hingga akhirnya Muslim dinyatakan lulus dengan menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude. Disitulah para pendukungnya bersorak disusul tepuk tangan meriah. Istri dan kedua anaknya juga ikut terharu dengan hasil capaiannya.

Hingga beberapa saat, ketika sudah meninggalkan ruangan sidang dan beranjak ke halaman gedung pascasarjana, Muslim disambut oleh teman-teman anshor dengan digotong bersama bupati Lumajang Thoriqul Haq. Muhammad Muslim yang juga seorang komandan barisan Ansor serbaguna di Lumajang digotong dengan dibarengi semarak yel-yel khas organisasi tersebut.

Jurnalis: FAQIH HUMAINI

Fotografer: FAQIH HUMAINI
Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/