alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Berbahaya ! Ancaman Nyata Di Perlintasan Kereta Api Tanpa Penjaga

Dishub Usulkan 8 Portal Masuk PAPBD

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDKecelakaan kereta api yang mengakibatkan pengendara motor maupun mobil hingga meninggal dunia, sudah sering terjadi di Jember. Selain disebabkan faktor kelalaian pengguna jalan, kecelakaan juga ditengarai karena minimnya petugas penjaga yang standby di palang pintu perlintasan Kereta Api Indonesia (KAI).

Mengenaskan, Tiga Bocah di Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Tercatat, di wilayah operasional Daop 9 Jember (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi), masih cukup banyak perlintasan KAI yang belum dijaga. Di sekitar Jember saja jumlahnya mencapai 103 titik (selengkapnya baca grafis), yang tersebar di kawasan kota maupun desa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Anggota Komisi C DPRD Jember Hadi Supaat menilai, sebenarnya ada faktor yang turut mempengaruhi kecelakaan itu. Yakni early warning system (EWS) yang ternyata sudah tidak berfungsi lagi. “Kami telah menyampaikan agar dishub koordinasi dengan KAI untuk memetakan mana jalan-jalan yang perlu palang pintu, mana yang perlu ditutup,” urai Hadi.

Menurutnya, pemerintah daerah hari ini memang tengah menyiapkan pemasangan portal perlintasan kereta api. Namun untuk titik-titiknya maupun besaran anggarannya, dia tidak mengetahui pasti. Namun Hadi membeberkan, anggaran pengadaan portal itu dari yang paling standar atau tipe terkecil, mencapai Rp 250 juta. “Ada tipe kecil, sedang, dan besar. Paling tinggi mungkin sekitar Rp 1 miliar. Cukup mahal memang,” katanya.

Selain itu, dewan menurutnya telah bertemu dan berkoordinasi dengan pihak KAI agar segera melakukan langkah-langkah penutupan atau penambahan portal, sekaligus mempersiapkan juru jaganya yang disarankan melibatkan warga setempat. “Karena penjaga perlintasan KAI itu perlu keahlian khusus, pihak KAI menyampaikan ke kami siap, untuk memberikan pelatihan,” kata politisi PDIP itu.

Dalam waktu dekat pula, DPRD menurutnya juga berencana mengorek lebih detail dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) yang sedianya mendatangkan pihak Dishub Jember, KAI Daop 9 Jember, dan PU Bina Marga Jember nanti. Dewan akan mengulas lebih jauh, rencana pengadaan perlintasan tersebut, titik-titik lokasinya dimana saja, dan rencana kebutuhan anggarannya. “Karena anggarannya ini masih harus diajukan saat perubahan atau PAPBD nanti. Itu juga ingin ketahui,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus mengatakan, pasca kecelakaan KAI itu, pihaknya tengah berkoordinasi ke bupati untuk meminta kerjasama dengan pemerintah desa maupun kecamatan. Menurut dia, mereka di desa maupun di kecamatan, diharapkan turut serta membantu, melancarkan, dan mengatur perlintasan. Termasuk melibatkan warga setempat. “Soalnya yang mengetahui sekitar lokasi juga dari warga-warga setempat,” kata Agus, kemarin.

Sementara mengenai titik lokasi yang bakal dibangun pemerintah daerah, lanjut dia, sedikitnya direncanakan 8 titik yang merupakan rekomendasi dari pemerintah pusat. Mengenai detail lokasi persisnya dimana saja, Agus hanya memastikan dari perlintasan KAI sekitar Jember barat hingga ke timur. “Nanti bisa bertahap, empat dulu. Kemudian empat lagi,” sambungnya.

Mengenai jenis portal perlintasan, dia juga mengetahui pasti bakal menggunakan jenis apa. Namun Dinas menurutnya bakal memberlakukan penandatanganan kontrak melalui sistem penunjukan langsung atau PL. Artinya, pekerjaan pengadaan portal perlintasan KA, tidak sampai di atas Rp 200 juta. “Mengenai jenis portalnya nanti tergantung dari penyedia yang telah kita PL, mungkin sekitar Rp 200 juta,” bebernya.

Mengenai rencana anggaran, Agus juga mengakui memang belum ready. Namun bakal diusulkan saat dimulainya pembahasan perubahan APBD (PAPBD) nanti. “Anggaran untuk pengadaan delapan portal perlintasan KAI baru itu, bakal kami usulkan di PAPBD nanti,” katanya.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Nur Hariri

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDKecelakaan kereta api yang mengakibatkan pengendara motor maupun mobil hingga meninggal dunia, sudah sering terjadi di Jember. Selain disebabkan faktor kelalaian pengguna jalan, kecelakaan juga ditengarai karena minimnya petugas penjaga yang standby di palang pintu perlintasan Kereta Api Indonesia (KAI).

Mengenaskan, Tiga Bocah di Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Tercatat, di wilayah operasional Daop 9 Jember (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi), masih cukup banyak perlintasan KAI yang belum dijaga. Di sekitar Jember saja jumlahnya mencapai 103 titik (selengkapnya baca grafis), yang tersebar di kawasan kota maupun desa.

Anggota Komisi C DPRD Jember Hadi Supaat menilai, sebenarnya ada faktor yang turut mempengaruhi kecelakaan itu. Yakni early warning system (EWS) yang ternyata sudah tidak berfungsi lagi. “Kami telah menyampaikan agar dishub koordinasi dengan KAI untuk memetakan mana jalan-jalan yang perlu palang pintu, mana yang perlu ditutup,” urai Hadi.

Menurutnya, pemerintah daerah hari ini memang tengah menyiapkan pemasangan portal perlintasan kereta api. Namun untuk titik-titiknya maupun besaran anggarannya, dia tidak mengetahui pasti. Namun Hadi membeberkan, anggaran pengadaan portal itu dari yang paling standar atau tipe terkecil, mencapai Rp 250 juta. “Ada tipe kecil, sedang, dan besar. Paling tinggi mungkin sekitar Rp 1 miliar. Cukup mahal memang,” katanya.

Selain itu, dewan menurutnya telah bertemu dan berkoordinasi dengan pihak KAI agar segera melakukan langkah-langkah penutupan atau penambahan portal, sekaligus mempersiapkan juru jaganya yang disarankan melibatkan warga setempat. “Karena penjaga perlintasan KAI itu perlu keahlian khusus, pihak KAI menyampaikan ke kami siap, untuk memberikan pelatihan,” kata politisi PDIP itu.

Dalam waktu dekat pula, DPRD menurutnya juga berencana mengorek lebih detail dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) yang sedianya mendatangkan pihak Dishub Jember, KAI Daop 9 Jember, dan PU Bina Marga Jember nanti. Dewan akan mengulas lebih jauh, rencana pengadaan perlintasan tersebut, titik-titik lokasinya dimana saja, dan rencana kebutuhan anggarannya. “Karena anggarannya ini masih harus diajukan saat perubahan atau PAPBD nanti. Itu juga ingin ketahui,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus mengatakan, pasca kecelakaan KAI itu, pihaknya tengah berkoordinasi ke bupati untuk meminta kerjasama dengan pemerintah desa maupun kecamatan. Menurut dia, mereka di desa maupun di kecamatan, diharapkan turut serta membantu, melancarkan, dan mengatur perlintasan. Termasuk melibatkan warga setempat. “Soalnya yang mengetahui sekitar lokasi juga dari warga-warga setempat,” kata Agus, kemarin.

Sementara mengenai titik lokasi yang bakal dibangun pemerintah daerah, lanjut dia, sedikitnya direncanakan 8 titik yang merupakan rekomendasi dari pemerintah pusat. Mengenai detail lokasi persisnya dimana saja, Agus hanya memastikan dari perlintasan KAI sekitar Jember barat hingga ke timur. “Nanti bisa bertahap, empat dulu. Kemudian empat lagi,” sambungnya.

Mengenai jenis portal perlintasan, dia juga mengetahui pasti bakal menggunakan jenis apa. Namun Dinas menurutnya bakal memberlakukan penandatanganan kontrak melalui sistem penunjukan langsung atau PL. Artinya, pekerjaan pengadaan portal perlintasan KA, tidak sampai di atas Rp 200 juta. “Mengenai jenis portalnya nanti tergantung dari penyedia yang telah kita PL, mungkin sekitar Rp 200 juta,” bebernya.

Mengenai rencana anggaran, Agus juga mengakui memang belum ready. Namun bakal diusulkan saat dimulainya pembahasan perubahan APBD (PAPBD) nanti. “Anggaran untuk pengadaan delapan portal perlintasan KAI baru itu, bakal kami usulkan di PAPBD nanti,” katanya.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Nur Hariri

JEMBER, RADARJEMBER.IDKecelakaan kereta api yang mengakibatkan pengendara motor maupun mobil hingga meninggal dunia, sudah sering terjadi di Jember. Selain disebabkan faktor kelalaian pengguna jalan, kecelakaan juga ditengarai karena minimnya petugas penjaga yang standby di palang pintu perlintasan Kereta Api Indonesia (KAI).

Mengenaskan, Tiga Bocah di Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Tercatat, di wilayah operasional Daop 9 Jember (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi), masih cukup banyak perlintasan KAI yang belum dijaga. Di sekitar Jember saja jumlahnya mencapai 103 titik (selengkapnya baca grafis), yang tersebar di kawasan kota maupun desa.

Anggota Komisi C DPRD Jember Hadi Supaat menilai, sebenarnya ada faktor yang turut mempengaruhi kecelakaan itu. Yakni early warning system (EWS) yang ternyata sudah tidak berfungsi lagi. “Kami telah menyampaikan agar dishub koordinasi dengan KAI untuk memetakan mana jalan-jalan yang perlu palang pintu, mana yang perlu ditutup,” urai Hadi.

Menurutnya, pemerintah daerah hari ini memang tengah menyiapkan pemasangan portal perlintasan kereta api. Namun untuk titik-titiknya maupun besaran anggarannya, dia tidak mengetahui pasti. Namun Hadi membeberkan, anggaran pengadaan portal itu dari yang paling standar atau tipe terkecil, mencapai Rp 250 juta. “Ada tipe kecil, sedang, dan besar. Paling tinggi mungkin sekitar Rp 1 miliar. Cukup mahal memang,” katanya.

Selain itu, dewan menurutnya telah bertemu dan berkoordinasi dengan pihak KAI agar segera melakukan langkah-langkah penutupan atau penambahan portal, sekaligus mempersiapkan juru jaganya yang disarankan melibatkan warga setempat. “Karena penjaga perlintasan KAI itu perlu keahlian khusus, pihak KAI menyampaikan ke kami siap, untuk memberikan pelatihan,” kata politisi PDIP itu.

Dalam waktu dekat pula, DPRD menurutnya juga berencana mengorek lebih detail dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) yang sedianya mendatangkan pihak Dishub Jember, KAI Daop 9 Jember, dan PU Bina Marga Jember nanti. Dewan akan mengulas lebih jauh, rencana pengadaan perlintasan tersebut, titik-titik lokasinya dimana saja, dan rencana kebutuhan anggarannya. “Karena anggarannya ini masih harus diajukan saat perubahan atau PAPBD nanti. Itu juga ingin ketahui,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus mengatakan, pasca kecelakaan KAI itu, pihaknya tengah berkoordinasi ke bupati untuk meminta kerjasama dengan pemerintah desa maupun kecamatan. Menurut dia, mereka di desa maupun di kecamatan, diharapkan turut serta membantu, melancarkan, dan mengatur perlintasan. Termasuk melibatkan warga setempat. “Soalnya yang mengetahui sekitar lokasi juga dari warga-warga setempat,” kata Agus, kemarin.

Sementara mengenai titik lokasi yang bakal dibangun pemerintah daerah, lanjut dia, sedikitnya direncanakan 8 titik yang merupakan rekomendasi dari pemerintah pusat. Mengenai detail lokasi persisnya dimana saja, Agus hanya memastikan dari perlintasan KAI sekitar Jember barat hingga ke timur. “Nanti bisa bertahap, empat dulu. Kemudian empat lagi,” sambungnya.

Mengenai jenis portal perlintasan, dia juga mengetahui pasti bakal menggunakan jenis apa. Namun Dinas menurutnya bakal memberlakukan penandatanganan kontrak melalui sistem penunjukan langsung atau PL. Artinya, pekerjaan pengadaan portal perlintasan KA, tidak sampai di atas Rp 200 juta. “Mengenai jenis portalnya nanti tergantung dari penyedia yang telah kita PL, mungkin sekitar Rp 200 juta,” bebernya.

Mengenai rencana anggaran, Agus juga mengakui memang belum ready. Namun bakal diusulkan saat dimulainya pembahasan perubahan APBD (PAPBD) nanti. “Anggaran untuk pengadaan delapan portal perlintasan KAI baru itu, bakal kami usulkan di PAPBD nanti,” katanya.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/