alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Forum Anak Jember (FAJ) Gelar Focus Group Discussion

Bakal Cetus 31 Forum Anak Kecamatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Forum Anak Jember (FAJ) kembali menggelar focus group discussion (FGD) secara luring bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, yang diikuti oleh beberapa forum anak kecamatan dan forum anak desa. Ini merupakan bagian dari pelantikan sekaligus pelatihan bagi para anggota

Sejumlah peserta hadir dari Desa Sabrang, Desa Wonosari, dan lainnya. Peserta juga diberi pelatihan untuk menentukan masalah di sekitarnya yang berkaitan dengan kesejahteraan anak. Setelah itu, mereka akan ditugaskan setiap kelompoknya untuk menganalisis masalah tersebut.

Tak hanya pelantikan, DP3AKB bersama FAJ juga menggelar workshop yang terbagi dalam tiga sesi. Setiap sesi diisi oleh pembicara dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, PPT, kepolisian, dan perwakilan BPBD. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penguatan penilaian KLA.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Joko Sutriwanto menjelaskan bahwa pentingnya kehadiran Dinas Kesehatan dalam hal ini sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada anggota FAJ untuk paham bagaimana kesehatan reproduksi remaja yang baik. Juga kaitannya dengan proteksi pernikahan dini. “Data dari Pengadilan Agama, sekitar 2.642 pernikahan anak sebelum usia 18 tahun masih banyak terjadi,” beber Joko, Minggu (15/8).

Adapun peran Dinas Pendidikan dalam hal ini adalah untuk memberikan edukasi yang baik mengenai pembelajaran di masa pandemi. Sebab, tidak bisa dimungkiri bahwa dalam aktivitas pembelajaran selama pandemi ini banyak anak yang menggunakan gadget berlebihan.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Forum Anak Jember (FAJ) kembali menggelar focus group discussion (FGD) secara luring bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, yang diikuti oleh beberapa forum anak kecamatan dan forum anak desa. Ini merupakan bagian dari pelantikan sekaligus pelatihan bagi para anggota

Sejumlah peserta hadir dari Desa Sabrang, Desa Wonosari, dan lainnya. Peserta juga diberi pelatihan untuk menentukan masalah di sekitarnya yang berkaitan dengan kesejahteraan anak. Setelah itu, mereka akan ditugaskan setiap kelompoknya untuk menganalisis masalah tersebut.

Tak hanya pelantikan, DP3AKB bersama FAJ juga menggelar workshop yang terbagi dalam tiga sesi. Setiap sesi diisi oleh pembicara dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, PPT, kepolisian, dan perwakilan BPBD. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penguatan penilaian KLA.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Joko Sutriwanto menjelaskan bahwa pentingnya kehadiran Dinas Kesehatan dalam hal ini sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada anggota FAJ untuk paham bagaimana kesehatan reproduksi remaja yang baik. Juga kaitannya dengan proteksi pernikahan dini. “Data dari Pengadilan Agama, sekitar 2.642 pernikahan anak sebelum usia 18 tahun masih banyak terjadi,” beber Joko, Minggu (15/8).

Adapun peran Dinas Pendidikan dalam hal ini adalah untuk memberikan edukasi yang baik mengenai pembelajaran di masa pandemi. Sebab, tidak bisa dimungkiri bahwa dalam aktivitas pembelajaran selama pandemi ini banyak anak yang menggunakan gadget berlebihan.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Forum Anak Jember (FAJ) kembali menggelar focus group discussion (FGD) secara luring bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, yang diikuti oleh beberapa forum anak kecamatan dan forum anak desa. Ini merupakan bagian dari pelantikan sekaligus pelatihan bagi para anggota

Sejumlah peserta hadir dari Desa Sabrang, Desa Wonosari, dan lainnya. Peserta juga diberi pelatihan untuk menentukan masalah di sekitarnya yang berkaitan dengan kesejahteraan anak. Setelah itu, mereka akan ditugaskan setiap kelompoknya untuk menganalisis masalah tersebut.

Tak hanya pelantikan, DP3AKB bersama FAJ juga menggelar workshop yang terbagi dalam tiga sesi. Setiap sesi diisi oleh pembicara dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, PPT, kepolisian, dan perwakilan BPBD. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penguatan penilaian KLA.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Joko Sutriwanto menjelaskan bahwa pentingnya kehadiran Dinas Kesehatan dalam hal ini sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada anggota FAJ untuk paham bagaimana kesehatan reproduksi remaja yang baik. Juga kaitannya dengan proteksi pernikahan dini. “Data dari Pengadilan Agama, sekitar 2.642 pernikahan anak sebelum usia 18 tahun masih banyak terjadi,” beber Joko, Minggu (15/8).

Adapun peran Dinas Pendidikan dalam hal ini adalah untuk memberikan edukasi yang baik mengenai pembelajaran di masa pandemi. Sebab, tidak bisa dimungkiri bahwa dalam aktivitas pembelajaran selama pandemi ini banyak anak yang menggunakan gadget berlebihan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/