alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ada Taman Dinosaurus di TPA

Mobile_AP_Rectangle 1

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – Tantangan berat dalam perkotaan salah satunya adalah permasalahan sampah. Untuk itu, perlu adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sebagai sarana pengelolaan sampah.

Nah, kehadiran TPA yang berada di Pakusari kini tak hanya berkutat soal pengelolaan sampah. Namun, juga memperhatikan lingkungan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan masyarakat. Yakni dengan adanya zona pasif, yaitu zona yang tidak dinaungi sampah.

Koordinator TPA Pakusari RM Masbut menuturkan, ketentuan zona pasif yakni 60 persen dari seluruh luas area TPA. Saat ini TPA Pakusari masih memanfaatkan 2.100 meter persegi untuk zona penyangga. Dengan membuat berbagai fasilitas, misalnya miniatur air terjun, jalan, dan taman. Tujuan penyangga dengan tanaman hijau ini adalah untuk meminimalisasi dampak sampah terhadap lingkungan permukiman sekitar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berkat kreativitas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, TPA Pakusari memiliki zona pasif yang digunakan untuk edukasi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos, ternak cacing dari kompos, bahan plastik menjadi bahan bakar minyak, hingga pemanfaatan sampah plastik yang dijadikan hiasan dan tas belanja. “Ke depannya, zona ini akan dilengkapi berbagai sarana oleh DLH Kabupaten Jember,” ujarnya.

Selain itu, ada pula berbagai tambahan yang menjadikan zona pasif ini layak dikunjungi. Salah satunya dengan membuat patung dinosaurus. Patung yang tingginya hampir empat meter dan panjangnya sembilan meter ini dibuat dari hampir 800 ban bekas yang sudah tidak dipakai lagi. “Tidak menjadi sampah, tapi menjadi sesuatu yang memilki kandungan keindahan dan estetika tersendiri,” lanjutnya.

Dia tak menutup kemungkinan bahwa akan ada berbagai ornamen lain dari barang bekas. Seperti yang tengah digagas, yakni burung garuda dari styrofoam.

- Advertisement -

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – Tantangan berat dalam perkotaan salah satunya adalah permasalahan sampah. Untuk itu, perlu adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sebagai sarana pengelolaan sampah.

Nah, kehadiran TPA yang berada di Pakusari kini tak hanya berkutat soal pengelolaan sampah. Namun, juga memperhatikan lingkungan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan masyarakat. Yakni dengan adanya zona pasif, yaitu zona yang tidak dinaungi sampah.

Koordinator TPA Pakusari RM Masbut menuturkan, ketentuan zona pasif yakni 60 persen dari seluruh luas area TPA. Saat ini TPA Pakusari masih memanfaatkan 2.100 meter persegi untuk zona penyangga. Dengan membuat berbagai fasilitas, misalnya miniatur air terjun, jalan, dan taman. Tujuan penyangga dengan tanaman hijau ini adalah untuk meminimalisasi dampak sampah terhadap lingkungan permukiman sekitar.

Berkat kreativitas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, TPA Pakusari memiliki zona pasif yang digunakan untuk edukasi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos, ternak cacing dari kompos, bahan plastik menjadi bahan bakar minyak, hingga pemanfaatan sampah plastik yang dijadikan hiasan dan tas belanja. “Ke depannya, zona ini akan dilengkapi berbagai sarana oleh DLH Kabupaten Jember,” ujarnya.

Selain itu, ada pula berbagai tambahan yang menjadikan zona pasif ini layak dikunjungi. Salah satunya dengan membuat patung dinosaurus. Patung yang tingginya hampir empat meter dan panjangnya sembilan meter ini dibuat dari hampir 800 ban bekas yang sudah tidak dipakai lagi. “Tidak menjadi sampah, tapi menjadi sesuatu yang memilki kandungan keindahan dan estetika tersendiri,” lanjutnya.

Dia tak menutup kemungkinan bahwa akan ada berbagai ornamen lain dari barang bekas. Seperti yang tengah digagas, yakni burung garuda dari styrofoam.

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID – Tantangan berat dalam perkotaan salah satunya adalah permasalahan sampah. Untuk itu, perlu adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sebagai sarana pengelolaan sampah.

Nah, kehadiran TPA yang berada di Pakusari kini tak hanya berkutat soal pengelolaan sampah. Namun, juga memperhatikan lingkungan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan masyarakat. Yakni dengan adanya zona pasif, yaitu zona yang tidak dinaungi sampah.

Koordinator TPA Pakusari RM Masbut menuturkan, ketentuan zona pasif yakni 60 persen dari seluruh luas area TPA. Saat ini TPA Pakusari masih memanfaatkan 2.100 meter persegi untuk zona penyangga. Dengan membuat berbagai fasilitas, misalnya miniatur air terjun, jalan, dan taman. Tujuan penyangga dengan tanaman hijau ini adalah untuk meminimalisasi dampak sampah terhadap lingkungan permukiman sekitar.

Berkat kreativitas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, TPA Pakusari memiliki zona pasif yang digunakan untuk edukasi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos, ternak cacing dari kompos, bahan plastik menjadi bahan bakar minyak, hingga pemanfaatan sampah plastik yang dijadikan hiasan dan tas belanja. “Ke depannya, zona ini akan dilengkapi berbagai sarana oleh DLH Kabupaten Jember,” ujarnya.

Selain itu, ada pula berbagai tambahan yang menjadikan zona pasif ini layak dikunjungi. Salah satunya dengan membuat patung dinosaurus. Patung yang tingginya hampir empat meter dan panjangnya sembilan meter ini dibuat dari hampir 800 ban bekas yang sudah tidak dipakai lagi. “Tidak menjadi sampah, tapi menjadi sesuatu yang memilki kandungan keindahan dan estetika tersendiri,” lanjutnya.

Dia tak menutup kemungkinan bahwa akan ada berbagai ornamen lain dari barang bekas. Seperti yang tengah digagas, yakni burung garuda dari styrofoam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/