alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tampil Beda dengan Koki Muda

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – WOW…. tak terasa sudah seperlima abad usianya. Ya… sudah 20 tahun Jawa Pos Radar Jember menemani pembaca. Tepatnya hari ini, 16 Juli. Ibarat perjalanan hidup manusia, lepas dari masa remaja masuk masa muda. Biasanya, jiwa muda identik dengan semangat menggelora. Menggebu-gebu. Maunya ingin tampil beda. Terkadang juga muncul pikiran nakalnya.

Itulah yang kini terjadi di Radar Jember. Jiwa dan semangat muda itu sedang diletupkan. Lewat ide-ide baru dan segar. Yang diekspresikan dalam gaya, pola, dan karya. Supaya awaknya bisa mengikuti perkembangan zaman. Sebab, era keemasan media sekarang kurang berpihak pada koran. Padahal, koran merupakan bisnis utama andalan Radar Jember.

Memang, beberapa tahun belakangan ini banyak media cetak yang mati. Kolaps. Bubar. Gulung tikar. Tapi, kami tak rela Radar Jember bernasib sama. Sevav, kami masih punya semangat juang untuk hidup. Keyakinan itu kami gelorakan di dada seluruh awak Radar Jember. Supaya semangat itu tidak menjadi pepesan kosong, maka harus diimbangi dengan banyak menggali ide-ide segar. Menciptakan aneka kreativitas. Termasuk inovasi baru yang lain. Supaya pembaca, pelanggan, maupun klien Radar Jember tidak pindah ke lain hati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, menandai ultah ke-20 ini, kami bertekad melakukan perubahan. Sesuai dengan usia Radar Jember yang masih muda, semangat yang ditonjolkan juga serba muda. Muda jiwanya, pemikirannya, tampilannya, dan personal pengelolanya. Harapannya agar koran ini bisa terus mengikuti perkembangan zaman. Sehingga tidak mati. Atau ditinggal pembacanya. Selain itu, supaya akselerasi di internal maupun eksternal bisa lebih dinamis. Segar dan kekinian.

Perubahan dengan mengedepankan “jiwa dan pikiran muda” itu diawali dengan rotasi personel di tingkat elite. Diawali dengan mengangkat general manager (GM) baru, MS Rasyid. Tepatnya pada awal Maret tahun ini. Sebelumnya, Rasyid menjadi pemimpin redaksi (pemred) dan penanggung jawab Radar Semeru. Kini, dia jadi GM sekaligus pemred. Tujuannya, agar produk redaksi lebih sejalan dengan misi manajemen. Khususnya dalam menghadapi era sulit bagi perkembangan media cetak seperti sekarang.

Saat menjadi pemred, Rasyid sudah banyak melakukan perubahan di divisi redaksi.  Perubahannya cukup signifikan. Berkat tangan dinginnya, beberapa kali tim redaksi Radar Jember meraih juara dalam beberapa lomba. Baik di tingkat lokal, regional, hingga nasional. Mulai dari wartawan, fotografer, desain grafis, hingga layouter. Semua itu cukup membanggakan.

Karya lain dari hasil kreativitas dan inovasi berjiwa muda juga direalisasikan dalam bentuk produk jurnalistik. Namanya J-Tizen. Ini rubrik khusus di halaman Radar Jember. Isi, gaya bahasa, maupun konsep desain tampilannya disesuaikan dengan selera anak muda. J-Tizen ini sudah menghiasi halaman Radar Jember sejak tahun kemarin. Kebanyakan, penulisnya juga berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Anak muda asal Sidoarjo ini juga memberi inovasi baru untuk model periklanan di koran ini. Iklan ucapan berbentuk display yang isinya cenderung formal dan kaku diubah. Format tampilannya dibuat menjadi humanis dan dinamis. Yaitu berupa foto santai diikuti quotation (kutipan) langsung dari pemasang iklan.

Sebelumnya, Rasyid juga memberi warna baru untuk iklan society dan advertorial (iklan berita). Kedua iklan itu dipermak dengan nama pictorial. Yaitu, iklan berita dengan lebih banyak menonjolkan foto. Tujuannya, foto-foto itu bisa lebih mewakili pesan yang ditonjolkan. Sebab, umumnya pemasang iklan lebih suka terlihat fotonya daripada banyaknya teks tulisan.

Program lain yang sedang dikembangkan saat ini adalah jurnalisme sinergi dan jurnalisme positif. Baik yang terkait dengan produk pemberitaan redaksi maupun iklan berita (advertorial). Produk jurnalisme sinergi itu bisa dinikmati setiap edisi Minggu. Nama rubriknya Rame-Rame. Objek atau sumber berita biasanya diundang ke kantor Radar Jember. Mereka diminta unjuk kemampuan yang dimiliki. Diajak berdiskusi. Sharing. Sekaligus menjelaskan keunikan ataupun kekhasan yang dimiliki.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – WOW…. tak terasa sudah seperlima abad usianya. Ya… sudah 20 tahun Jawa Pos Radar Jember menemani pembaca. Tepatnya hari ini, 16 Juli. Ibarat perjalanan hidup manusia, lepas dari masa remaja masuk masa muda. Biasanya, jiwa muda identik dengan semangat menggelora. Menggebu-gebu. Maunya ingin tampil beda. Terkadang juga muncul pikiran nakalnya.

Itulah yang kini terjadi di Radar Jember. Jiwa dan semangat muda itu sedang diletupkan. Lewat ide-ide baru dan segar. Yang diekspresikan dalam gaya, pola, dan karya. Supaya awaknya bisa mengikuti perkembangan zaman. Sebab, era keemasan media sekarang kurang berpihak pada koran. Padahal, koran merupakan bisnis utama andalan Radar Jember.

Memang, beberapa tahun belakangan ini banyak media cetak yang mati. Kolaps. Bubar. Gulung tikar. Tapi, kami tak rela Radar Jember bernasib sama. Sevav, kami masih punya semangat juang untuk hidup. Keyakinan itu kami gelorakan di dada seluruh awak Radar Jember. Supaya semangat itu tidak menjadi pepesan kosong, maka harus diimbangi dengan banyak menggali ide-ide segar. Menciptakan aneka kreativitas. Termasuk inovasi baru yang lain. Supaya pembaca, pelanggan, maupun klien Radar Jember tidak pindah ke lain hati.

Oleh karena itu, menandai ultah ke-20 ini, kami bertekad melakukan perubahan. Sesuai dengan usia Radar Jember yang masih muda, semangat yang ditonjolkan juga serba muda. Muda jiwanya, pemikirannya, tampilannya, dan personal pengelolanya. Harapannya agar koran ini bisa terus mengikuti perkembangan zaman. Sehingga tidak mati. Atau ditinggal pembacanya. Selain itu, supaya akselerasi di internal maupun eksternal bisa lebih dinamis. Segar dan kekinian.

Perubahan dengan mengedepankan “jiwa dan pikiran muda” itu diawali dengan rotasi personel di tingkat elite. Diawali dengan mengangkat general manager (GM) baru, MS Rasyid. Tepatnya pada awal Maret tahun ini. Sebelumnya, Rasyid menjadi pemimpin redaksi (pemred) dan penanggung jawab Radar Semeru. Kini, dia jadi GM sekaligus pemred. Tujuannya, agar produk redaksi lebih sejalan dengan misi manajemen. Khususnya dalam menghadapi era sulit bagi perkembangan media cetak seperti sekarang.

Saat menjadi pemred, Rasyid sudah banyak melakukan perubahan di divisi redaksi.  Perubahannya cukup signifikan. Berkat tangan dinginnya, beberapa kali tim redaksi Radar Jember meraih juara dalam beberapa lomba. Baik di tingkat lokal, regional, hingga nasional. Mulai dari wartawan, fotografer, desain grafis, hingga layouter. Semua itu cukup membanggakan.

Karya lain dari hasil kreativitas dan inovasi berjiwa muda juga direalisasikan dalam bentuk produk jurnalistik. Namanya J-Tizen. Ini rubrik khusus di halaman Radar Jember. Isi, gaya bahasa, maupun konsep desain tampilannya disesuaikan dengan selera anak muda. J-Tizen ini sudah menghiasi halaman Radar Jember sejak tahun kemarin. Kebanyakan, penulisnya juga berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Anak muda asal Sidoarjo ini juga memberi inovasi baru untuk model periklanan di koran ini. Iklan ucapan berbentuk display yang isinya cenderung formal dan kaku diubah. Format tampilannya dibuat menjadi humanis dan dinamis. Yaitu berupa foto santai diikuti quotation (kutipan) langsung dari pemasang iklan.

Sebelumnya, Rasyid juga memberi warna baru untuk iklan society dan advertorial (iklan berita). Kedua iklan itu dipermak dengan nama pictorial. Yaitu, iklan berita dengan lebih banyak menonjolkan foto. Tujuannya, foto-foto itu bisa lebih mewakili pesan yang ditonjolkan. Sebab, umumnya pemasang iklan lebih suka terlihat fotonya daripada banyaknya teks tulisan.

Program lain yang sedang dikembangkan saat ini adalah jurnalisme sinergi dan jurnalisme positif. Baik yang terkait dengan produk pemberitaan redaksi maupun iklan berita (advertorial). Produk jurnalisme sinergi itu bisa dinikmati setiap edisi Minggu. Nama rubriknya Rame-Rame. Objek atau sumber berita biasanya diundang ke kantor Radar Jember. Mereka diminta unjuk kemampuan yang dimiliki. Diajak berdiskusi. Sharing. Sekaligus menjelaskan keunikan ataupun kekhasan yang dimiliki.

RADAR JEMBER.ID – WOW…. tak terasa sudah seperlima abad usianya. Ya… sudah 20 tahun Jawa Pos Radar Jember menemani pembaca. Tepatnya hari ini, 16 Juli. Ibarat perjalanan hidup manusia, lepas dari masa remaja masuk masa muda. Biasanya, jiwa muda identik dengan semangat menggelora. Menggebu-gebu. Maunya ingin tampil beda. Terkadang juga muncul pikiran nakalnya.

Itulah yang kini terjadi di Radar Jember. Jiwa dan semangat muda itu sedang diletupkan. Lewat ide-ide baru dan segar. Yang diekspresikan dalam gaya, pola, dan karya. Supaya awaknya bisa mengikuti perkembangan zaman. Sebab, era keemasan media sekarang kurang berpihak pada koran. Padahal, koran merupakan bisnis utama andalan Radar Jember.

Memang, beberapa tahun belakangan ini banyak media cetak yang mati. Kolaps. Bubar. Gulung tikar. Tapi, kami tak rela Radar Jember bernasib sama. Sevav, kami masih punya semangat juang untuk hidup. Keyakinan itu kami gelorakan di dada seluruh awak Radar Jember. Supaya semangat itu tidak menjadi pepesan kosong, maka harus diimbangi dengan banyak menggali ide-ide segar. Menciptakan aneka kreativitas. Termasuk inovasi baru yang lain. Supaya pembaca, pelanggan, maupun klien Radar Jember tidak pindah ke lain hati.

Oleh karena itu, menandai ultah ke-20 ini, kami bertekad melakukan perubahan. Sesuai dengan usia Radar Jember yang masih muda, semangat yang ditonjolkan juga serba muda. Muda jiwanya, pemikirannya, tampilannya, dan personal pengelolanya. Harapannya agar koran ini bisa terus mengikuti perkembangan zaman. Sehingga tidak mati. Atau ditinggal pembacanya. Selain itu, supaya akselerasi di internal maupun eksternal bisa lebih dinamis. Segar dan kekinian.

Perubahan dengan mengedepankan “jiwa dan pikiran muda” itu diawali dengan rotasi personel di tingkat elite. Diawali dengan mengangkat general manager (GM) baru, MS Rasyid. Tepatnya pada awal Maret tahun ini. Sebelumnya, Rasyid menjadi pemimpin redaksi (pemred) dan penanggung jawab Radar Semeru. Kini, dia jadi GM sekaligus pemred. Tujuannya, agar produk redaksi lebih sejalan dengan misi manajemen. Khususnya dalam menghadapi era sulit bagi perkembangan media cetak seperti sekarang.

Saat menjadi pemred, Rasyid sudah banyak melakukan perubahan di divisi redaksi.  Perubahannya cukup signifikan. Berkat tangan dinginnya, beberapa kali tim redaksi Radar Jember meraih juara dalam beberapa lomba. Baik di tingkat lokal, regional, hingga nasional. Mulai dari wartawan, fotografer, desain grafis, hingga layouter. Semua itu cukup membanggakan.

Karya lain dari hasil kreativitas dan inovasi berjiwa muda juga direalisasikan dalam bentuk produk jurnalistik. Namanya J-Tizen. Ini rubrik khusus di halaman Radar Jember. Isi, gaya bahasa, maupun konsep desain tampilannya disesuaikan dengan selera anak muda. J-Tizen ini sudah menghiasi halaman Radar Jember sejak tahun kemarin. Kebanyakan, penulisnya juga berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Anak muda asal Sidoarjo ini juga memberi inovasi baru untuk model periklanan di koran ini. Iklan ucapan berbentuk display yang isinya cenderung formal dan kaku diubah. Format tampilannya dibuat menjadi humanis dan dinamis. Yaitu berupa foto santai diikuti quotation (kutipan) langsung dari pemasang iklan.

Sebelumnya, Rasyid juga memberi warna baru untuk iklan society dan advertorial (iklan berita). Kedua iklan itu dipermak dengan nama pictorial. Yaitu, iklan berita dengan lebih banyak menonjolkan foto. Tujuannya, foto-foto itu bisa lebih mewakili pesan yang ditonjolkan. Sebab, umumnya pemasang iklan lebih suka terlihat fotonya daripada banyaknya teks tulisan.

Program lain yang sedang dikembangkan saat ini adalah jurnalisme sinergi dan jurnalisme positif. Baik yang terkait dengan produk pemberitaan redaksi maupun iklan berita (advertorial). Produk jurnalisme sinergi itu bisa dinikmati setiap edisi Minggu. Nama rubriknya Rame-Rame. Objek atau sumber berita biasanya diundang ke kantor Radar Jember. Mereka diminta unjuk kemampuan yang dimiliki. Diajak berdiskusi. Sharing. Sekaligus menjelaskan keunikan ataupun kekhasan yang dimiliki.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/