alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Ingatkan Potensi Banjir Masih Ada

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember saat ini memasuki musim kemarau. Walau begitu, saat musim hujan tiba, masyarakat Jember juga diminta untuk waspada terhadap potensi bencana banjir. Diprediksikan bencana itu muncul pada akhir tahun hingga awal tahun.

BACA JUGA : Bak Detektif, Petani di Jember Ungkap Sendiri Kasus Pencurian Sapinya

Hal itu disampaikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dalam penutupan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) di Universitas Jember, kemarin sore (15/4). Berdasarkan pengalaman selama ini, tambah bupati, bencana banjir ini muncul pada akhir tahun sampai awal tahun. Karena itu, diprediksikan pada November, Desember, selanjutnya Januari, Februari, dan Maret tahun depan 2023.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy mengatakan bahwa Pemkab Jember sudah melakukan kolaborasi dengan pihak terkait. “Untuk melakukan mitigasi bencana,” ungkapnya. Antisipasi bencana itu juga akan dilakukan dengan penanaman 110.000 pohon dan program pembersihan sungai.

Bupati Hendy menambahkan, usaha awal menanam pohon tersebut sebenarnya belum memberikan pengaruh secara langsung pada saat ini. Namun, 5 sampai 7 tahun setelah ditanam baru bisa menahan erosi di Jember.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember saat ini memasuki musim kemarau. Walau begitu, saat musim hujan tiba, masyarakat Jember juga diminta untuk waspada terhadap potensi bencana banjir. Diprediksikan bencana itu muncul pada akhir tahun hingga awal tahun.

BACA JUGA : Bak Detektif, Petani di Jember Ungkap Sendiri Kasus Pencurian Sapinya

Hal itu disampaikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dalam penutupan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) di Universitas Jember, kemarin sore (15/4). Berdasarkan pengalaman selama ini, tambah bupati, bencana banjir ini muncul pada akhir tahun sampai awal tahun. Karena itu, diprediksikan pada November, Desember, selanjutnya Januari, Februari, dan Maret tahun depan 2023.

Hendy mengatakan bahwa Pemkab Jember sudah melakukan kolaborasi dengan pihak terkait. “Untuk melakukan mitigasi bencana,” ungkapnya. Antisipasi bencana itu juga akan dilakukan dengan penanaman 110.000 pohon dan program pembersihan sungai.

Bupati Hendy menambahkan, usaha awal menanam pohon tersebut sebenarnya belum memberikan pengaruh secara langsung pada saat ini. Namun, 5 sampai 7 tahun setelah ditanam baru bisa menahan erosi di Jember.

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember saat ini memasuki musim kemarau. Walau begitu, saat musim hujan tiba, masyarakat Jember juga diminta untuk waspada terhadap potensi bencana banjir. Diprediksikan bencana itu muncul pada akhir tahun hingga awal tahun.

BACA JUGA : Bak Detektif, Petani di Jember Ungkap Sendiri Kasus Pencurian Sapinya

Hal itu disampaikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dalam penutupan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) di Universitas Jember, kemarin sore (15/4). Berdasarkan pengalaman selama ini, tambah bupati, bencana banjir ini muncul pada akhir tahun sampai awal tahun. Karena itu, diprediksikan pada November, Desember, selanjutnya Januari, Februari, dan Maret tahun depan 2023.

Hendy mengatakan bahwa Pemkab Jember sudah melakukan kolaborasi dengan pihak terkait. “Untuk melakukan mitigasi bencana,” ungkapnya. Antisipasi bencana itu juga akan dilakukan dengan penanaman 110.000 pohon dan program pembersihan sungai.

Bupati Hendy menambahkan, usaha awal menanam pohon tersebut sebenarnya belum memberikan pengaruh secara langsung pada saat ini. Namun, 5 sampai 7 tahun setelah ditanam baru bisa menahan erosi di Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/