alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Cerita Eka Wahyuni Pemilik Toko Kelontong di Ajung

Keberadaan toko ritel cukup menghiasi jagat bisnis pertokoan di Jember. Kondisi ini memprihatinkan. Jaraknya bisa dibilang sudah bersandingan dengan toko-toko kelontong dan pasar tradisional.  

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Toko ritel berjejaring bisa dengan mudah di temukan di Kota Suwar-Suwir. Bersebaran di banyak tempat, di pinggir jalan strategis. Bahkan, letak antara toko ritel berdekatan. Bahkan, ada yang bersebelahan dan berhadap-hadapan, hanya dibatasi jalan raya. Kondisi ini tentu mengancam keberadaan toko kelontong. Pasalnya, mereka harus terus bertahan di tengah situasi persaingan usaha tersebut.

BACA JUGA : Nikita Mirzani Bakal Adu Jotos dengan Dinar Candy di Holywings Sport Show

Persaingan bisnis toko itu dirasakan Eka Wahyuni yang tinggal di Jalan Otto Iskandar Muda nomor 67, Lingkungan Klanceng, Desa/Kecamatan Ajung. Dia menceritakan, tokonya sudah berdiri sejak lama. Sebelum ada toko ritel di dekat tokonya yang hanya berjarak sekitar 20 meter.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejak toko ritel di depannya berdiri, Eka merasakan betul dampak keberadaan toko modern berjejaring tersebut. Menurutnya, pembeli lebih sepi dibandingkan sebelum ada toko ritel. Bahkan, pengendara dari arah selatan maupun dari utara banyak yang beralih ke toko ritel tersebut.

“Yang saya tidak habis pikir itu, toko saya kan ada di sebelah barat jalan, dan itu di timur jalan, pengendara yang dari arah selatan lebih memilih toko ritel itu,” ucapnya.

Sebagai warga biasa, dia tidak bisa protes. Padahal, perlindungan pemerintah terhadap toko kelontong dari gempuran toko ritel juga penting untuk dilakukan. Jika tidak, maka ancaman nyata toko kelontong bisa tutup karena kalah saing dengan toko berjejaring milik para orang kaya tersebut.

Sejauh ini, Eka mengaku hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mengimbangi toko modern di dekatnya. Seperti melebarkan tempat usaha, merenovasinya sebisa mungkin. Hal itu dilakukan agar konsumen bisa mampir ke toko miliknya. Selebihnya, dia mengaku pasrah kepada Tuhan. “Ikhtiar saya, ya dengan merenovasi toko ini. Salah satunya dengan melebarkan tempat parkirnya dan konsep seperti toko ritel. “Jadi, pembeli bisa mengambil barangnya sendiri,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Toko ritel berjejaring bisa dengan mudah di temukan di Kota Suwar-Suwir. Bersebaran di banyak tempat, di pinggir jalan strategis. Bahkan, letak antara toko ritel berdekatan. Bahkan, ada yang bersebelahan dan berhadap-hadapan, hanya dibatasi jalan raya. Kondisi ini tentu mengancam keberadaan toko kelontong. Pasalnya, mereka harus terus bertahan di tengah situasi persaingan usaha tersebut.

BACA JUGA : Nikita Mirzani Bakal Adu Jotos dengan Dinar Candy di Holywings Sport Show

Persaingan bisnis toko itu dirasakan Eka Wahyuni yang tinggal di Jalan Otto Iskandar Muda nomor 67, Lingkungan Klanceng, Desa/Kecamatan Ajung. Dia menceritakan, tokonya sudah berdiri sejak lama. Sebelum ada toko ritel di dekat tokonya yang hanya berjarak sekitar 20 meter.

Sejak toko ritel di depannya berdiri, Eka merasakan betul dampak keberadaan toko modern berjejaring tersebut. Menurutnya, pembeli lebih sepi dibandingkan sebelum ada toko ritel. Bahkan, pengendara dari arah selatan maupun dari utara banyak yang beralih ke toko ritel tersebut.

“Yang saya tidak habis pikir itu, toko saya kan ada di sebelah barat jalan, dan itu di timur jalan, pengendara yang dari arah selatan lebih memilih toko ritel itu,” ucapnya.

Sebagai warga biasa, dia tidak bisa protes. Padahal, perlindungan pemerintah terhadap toko kelontong dari gempuran toko ritel juga penting untuk dilakukan. Jika tidak, maka ancaman nyata toko kelontong bisa tutup karena kalah saing dengan toko berjejaring milik para orang kaya tersebut.

Sejauh ini, Eka mengaku hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mengimbangi toko modern di dekatnya. Seperti melebarkan tempat usaha, merenovasinya sebisa mungkin. Hal itu dilakukan agar konsumen bisa mampir ke toko miliknya. Selebihnya, dia mengaku pasrah kepada Tuhan. “Ikhtiar saya, ya dengan merenovasi toko ini. Salah satunya dengan melebarkan tempat parkirnya dan konsep seperti toko ritel. “Jadi, pembeli bisa mengambil barangnya sendiri,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Toko ritel berjejaring bisa dengan mudah di temukan di Kota Suwar-Suwir. Bersebaran di banyak tempat, di pinggir jalan strategis. Bahkan, letak antara toko ritel berdekatan. Bahkan, ada yang bersebelahan dan berhadap-hadapan, hanya dibatasi jalan raya. Kondisi ini tentu mengancam keberadaan toko kelontong. Pasalnya, mereka harus terus bertahan di tengah situasi persaingan usaha tersebut.

BACA JUGA : Nikita Mirzani Bakal Adu Jotos dengan Dinar Candy di Holywings Sport Show

Persaingan bisnis toko itu dirasakan Eka Wahyuni yang tinggal di Jalan Otto Iskandar Muda nomor 67, Lingkungan Klanceng, Desa/Kecamatan Ajung. Dia menceritakan, tokonya sudah berdiri sejak lama. Sebelum ada toko ritel di dekat tokonya yang hanya berjarak sekitar 20 meter.

Sejak toko ritel di depannya berdiri, Eka merasakan betul dampak keberadaan toko modern berjejaring tersebut. Menurutnya, pembeli lebih sepi dibandingkan sebelum ada toko ritel. Bahkan, pengendara dari arah selatan maupun dari utara banyak yang beralih ke toko ritel tersebut.

“Yang saya tidak habis pikir itu, toko saya kan ada di sebelah barat jalan, dan itu di timur jalan, pengendara yang dari arah selatan lebih memilih toko ritel itu,” ucapnya.

Sebagai warga biasa, dia tidak bisa protes. Padahal, perlindungan pemerintah terhadap toko kelontong dari gempuran toko ritel juga penting untuk dilakukan. Jika tidak, maka ancaman nyata toko kelontong bisa tutup karena kalah saing dengan toko berjejaring milik para orang kaya tersebut.

Sejauh ini, Eka mengaku hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mengimbangi toko modern di dekatnya. Seperti melebarkan tempat usaha, merenovasinya sebisa mungkin. Hal itu dilakukan agar konsumen bisa mampir ke toko miliknya. Selebihnya, dia mengaku pasrah kepada Tuhan. “Ikhtiar saya, ya dengan merenovasi toko ini. Salah satunya dengan melebarkan tempat parkirnya dan konsep seperti toko ritel. “Jadi, pembeli bisa mengambil barangnya sendiri,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/