alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Lupa Bawa KTP, Sopir Jalani Rapid Antigen di Perbatasan Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Penerapan pengetatan pengecekan perbatasan, membuat Saiful, warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, harus mengikuti rapid antigen. Sabtu (15/5), dia dari arah Bondowoso ke Jember. Sekira pukul 19.00, dia tiba di check point Pos Pam Sukowono.
Saiful menggunakan mobil pikup hitam. Dia diberhentikan dan diminta menunjukkan identitas. Lelaki tersebut tidak bisa memperlihatkan kartu identitas atau KTP. Karena tidak tahu asal-usulnya, akhirnya petugas langsung melakukan rapid antigen.
Ketika di lakukan rapid antigen, Saiful terlihat ketakutan dan sempat menolak pemeriksaan kesehatan itu. Namun setelah dibujuk oleh petugas, ia pun cuma bisa pasrah. Beriktnya disuruh menunggu lima belas menit untuk mengetahui hasil tes kesehatan tersebut.
“Sempat merasa takut dan ngeri waktu di rapid antigen melalui lobang hidung tadi, karena belum pernah mengalami hal seperti ini. Alhamdulilah, aku dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala terinfeksi Covid-19 dan itu dibuktikan oleh hasil rapid antigen,” ungkap Saiful.
Sementara, Iptu Bejoel Nasution, petugas check point Pos Pam Sukowono menjelaskan, sopir atas nama Saiful ini mengaku dari Kecamatan Kalisat, namun dia sendiri lupa membawa KTP. Demi menekan angka penyebaran Covid-19, petugas langsung memeriksanya.
”Kegiatan ini dimulai tanggal 6-17 Mei 2021 sebagai tindaklanjut larangan mudik lebaran. Selama ini ada enam orang mengikuti rapid antigen dan sehat semua,” tutur Bejoel.
Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Penerapan pengetatan pengecekan perbatasan, membuat Saiful, warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, harus mengikuti rapid antigen. Sabtu (15/5), dia dari arah Bondowoso ke Jember. Sekira pukul 19.00, dia tiba di check point Pos Pam Sukowono.
Saiful menggunakan mobil pikup hitam. Dia diberhentikan dan diminta menunjukkan identitas. Lelaki tersebut tidak bisa memperlihatkan kartu identitas atau KTP. Karena tidak tahu asal-usulnya, akhirnya petugas langsung melakukan rapid antigen.
Ketika di lakukan rapid antigen, Saiful terlihat ketakutan dan sempat menolak pemeriksaan kesehatan itu. Namun setelah dibujuk oleh petugas, ia pun cuma bisa pasrah. Beriktnya disuruh menunggu lima belas menit untuk mengetahui hasil tes kesehatan tersebut.
“Sempat merasa takut dan ngeri waktu di rapid antigen melalui lobang hidung tadi, karena belum pernah mengalami hal seperti ini. Alhamdulilah, aku dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala terinfeksi Covid-19 dan itu dibuktikan oleh hasil rapid antigen,” ungkap Saiful.
Sementara, Iptu Bejoel Nasution, petugas check point Pos Pam Sukowono menjelaskan, sopir atas nama Saiful ini mengaku dari Kecamatan Kalisat, namun dia sendiri lupa membawa KTP. Demi menekan angka penyebaran Covid-19, petugas langsung memeriksanya.
”Kegiatan ini dimulai tanggal 6-17 Mei 2021 sebagai tindaklanjut larangan mudik lebaran. Selama ini ada enam orang mengikuti rapid antigen dan sehat semua,” tutur Bejoel.
Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

RADARJEMBER.ID – Penerapan pengetatan pengecekan perbatasan, membuat Saiful, warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, harus mengikuti rapid antigen. Sabtu (15/5), dia dari arah Bondowoso ke Jember. Sekira pukul 19.00, dia tiba di check point Pos Pam Sukowono.
Saiful menggunakan mobil pikup hitam. Dia diberhentikan dan diminta menunjukkan identitas. Lelaki tersebut tidak bisa memperlihatkan kartu identitas atau KTP. Karena tidak tahu asal-usulnya, akhirnya petugas langsung melakukan rapid antigen.
Ketika di lakukan rapid antigen, Saiful terlihat ketakutan dan sempat menolak pemeriksaan kesehatan itu. Namun setelah dibujuk oleh petugas, ia pun cuma bisa pasrah. Beriktnya disuruh menunggu lima belas menit untuk mengetahui hasil tes kesehatan tersebut.
“Sempat merasa takut dan ngeri waktu di rapid antigen melalui lobang hidung tadi, karena belum pernah mengalami hal seperti ini. Alhamdulilah, aku dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala terinfeksi Covid-19 dan itu dibuktikan oleh hasil rapid antigen,” ungkap Saiful.
Sementara, Iptu Bejoel Nasution, petugas check point Pos Pam Sukowono menjelaskan, sopir atas nama Saiful ini mengaku dari Kecamatan Kalisat, namun dia sendiri lupa membawa KTP. Demi menekan angka penyebaran Covid-19, petugas langsung memeriksanya.
”Kegiatan ini dimulai tanggal 6-17 Mei 2021 sebagai tindaklanjut larangan mudik lebaran. Selama ini ada enam orang mengikuti rapid antigen dan sehat semua,” tutur Bejoel.
Reporter: Winardyasto.
Fotografer: Winardyasto.
Editor: Sholikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/