alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Waspadai Amil Zakat Ilegal

Diancam Pidana dan Denda Rp 50 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Biasanya, beberapa hari menjelang malam Idul Fitri, muncul lembaga-lembaga penyalur zakat dadakan di masyarakat. Mereka menghimpun zakat dan menyalurkannya seperti peran dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi. Fenomena menjelang malam takbir itu seolah menjadi langganan tiap tahun. Padahal keberadaan mereka masih dipertanyakan legalitasnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember HM Misbahus Salam menjelaskan, sebenarnya keberadaan LAZ di tengah masyarakat itu tidak ujuk-ujuk ada, kemudian memasang banner dan mendaku siap mendistribusikan zakat. Tapi keberadaannya harus berdasar pada payung hukum yang berlaku.

“Kami sering sampaikan informasi itu di tiap agenda, maupun publikasi lewat medsos agar masyarakat memahami,” jelas Misbah. Sebab, menurutnya, tidak semua LAZ yang ada di tengah masyarakat memiliki payung hukum atau memiliki SK yang dikeluarkan oleh Baznas tingkat kabupaten.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, di Jember baru ada sekitar 81 LAZ yang telah mendapat legalitas dari Baznas Jember. Beberapa di antaranya terdiri dari LAZ di instansi pemerintahan, pesantren, yayasan, sekolah, perguruan tinggi, masjid, dan musala. “Legalitas itu apa sulitnya diurus? Dan dengan menjadi legal, lembaga sebenarnya bisa lebih transparan, amanah, dan bisa dimanfaatkan dalam skala lebih luas lagi,” sambungnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Biasanya, beberapa hari menjelang malam Idul Fitri, muncul lembaga-lembaga penyalur zakat dadakan di masyarakat. Mereka menghimpun zakat dan menyalurkannya seperti peran dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi. Fenomena menjelang malam takbir itu seolah menjadi langganan tiap tahun. Padahal keberadaan mereka masih dipertanyakan legalitasnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember HM Misbahus Salam menjelaskan, sebenarnya keberadaan LAZ di tengah masyarakat itu tidak ujuk-ujuk ada, kemudian memasang banner dan mendaku siap mendistribusikan zakat. Tapi keberadaannya harus berdasar pada payung hukum yang berlaku.

“Kami sering sampaikan informasi itu di tiap agenda, maupun publikasi lewat medsos agar masyarakat memahami,” jelas Misbah. Sebab, menurutnya, tidak semua LAZ yang ada di tengah masyarakat memiliki payung hukum atau memiliki SK yang dikeluarkan oleh Baznas tingkat kabupaten.

Sementara itu, di Jember baru ada sekitar 81 LAZ yang telah mendapat legalitas dari Baznas Jember. Beberapa di antaranya terdiri dari LAZ di instansi pemerintahan, pesantren, yayasan, sekolah, perguruan tinggi, masjid, dan musala. “Legalitas itu apa sulitnya diurus? Dan dengan menjadi legal, lembaga sebenarnya bisa lebih transparan, amanah, dan bisa dimanfaatkan dalam skala lebih luas lagi,” sambungnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Biasanya, beberapa hari menjelang malam Idul Fitri, muncul lembaga-lembaga penyalur zakat dadakan di masyarakat. Mereka menghimpun zakat dan menyalurkannya seperti peran dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi. Fenomena menjelang malam takbir itu seolah menjadi langganan tiap tahun. Padahal keberadaan mereka masih dipertanyakan legalitasnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember HM Misbahus Salam menjelaskan, sebenarnya keberadaan LAZ di tengah masyarakat itu tidak ujuk-ujuk ada, kemudian memasang banner dan mendaku siap mendistribusikan zakat. Tapi keberadaannya harus berdasar pada payung hukum yang berlaku.

“Kami sering sampaikan informasi itu di tiap agenda, maupun publikasi lewat medsos agar masyarakat memahami,” jelas Misbah. Sebab, menurutnya, tidak semua LAZ yang ada di tengah masyarakat memiliki payung hukum atau memiliki SK yang dikeluarkan oleh Baznas tingkat kabupaten.

Sementara itu, di Jember baru ada sekitar 81 LAZ yang telah mendapat legalitas dari Baznas Jember. Beberapa di antaranya terdiri dari LAZ di instansi pemerintahan, pesantren, yayasan, sekolah, perguruan tinggi, masjid, dan musala. “Legalitas itu apa sulitnya diurus? Dan dengan menjadi legal, lembaga sebenarnya bisa lebih transparan, amanah, dan bisa dimanfaatkan dalam skala lebih luas lagi,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Truk Tebu Mogok, Cross Joint Patah

Pemkab Terima Hibah FABA

Korban Pencari Kerang Ditemukan

/