alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Bakal Terapkan Protokol Kesehatan saat Mendaki

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor wisata diprediksi akan melonjak drastis bila pandemi korona ini berakhir. Tak terkecuali wisata pendakian gunung. Walau begitu, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) mulai menyiapkan langkah agar pendakian aman dari Covid-19. Ini sebagai antisipasi ketika objek wisata diperbolehkan dibuka kembali oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal APGI Rahman Mukhlis mengakui, sektor wisata menjadi yang terpukul sejak adanya pandemi korona, termasuk pendakian. Kendati demikian, APGI menyiapkan beberapa prosedur lebih ketat dan perlu diperhatikan pendaki gunung yang ingin mendaki kembali seusai pandemi. “Pasti akan ada penyesuaian. Karena ini pandemi masih berlangsung di Indonesia. Sementara perkiraan pemerintah, aktivitas outdoor itu baru bisa dimulai Juli,” ucapnya.

Menurutnya, hal yang diperhatikan adalah dari segi kesehatan yang harus dipatuhi para pendaki. APGI saat ini tengah berfokus menyiapkan protokol baru atau standard operating procedure (SOP) terkait wisata gunung setelah pandemi. Protokol itu, kata dia, berisi tentang hal teknis persiapan sebelum mendaki hingga saat turun nanti. Hal teknis yang sama adalah bagaimana mempersiapkan peralatan pendakian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak hanya peralatan saja, Rahman menambahkan, tapi juga memelihara kesehatan. Selain itu, yang diperhatikan juga adalah transportasi, sampai pada cara pendakian, berkemah, dan turun pendakian. “Itu semua sudah di tahap draft. Target kami Juni bisa di-publish ke masyarakat,” lanjutnya.

Sekjen APGI itu memberikan bocoran prosedur pendakian gunung setelah pandemi. Salah satu aturan wajib yakni mengenakan masker, membawa hand sanitizer, dan pengecekan kesehatan lebih ketat. Selain itu, menyertakan surat bebas Covid-19.

Dia mengaku, tidak akan susah bagi pendaki untuk memakai masker. Sebab, para pendaki sudah biasa memakai masker ataupun buff. Terkait pengecekan kesehatan yang lebih ketat, menurut Rahman, akan terjadi pada saat proses administrasi ketika tiba di base camp pendakian gunung.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor wisata diprediksi akan melonjak drastis bila pandemi korona ini berakhir. Tak terkecuali wisata pendakian gunung. Walau begitu, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) mulai menyiapkan langkah agar pendakian aman dari Covid-19. Ini sebagai antisipasi ketika objek wisata diperbolehkan dibuka kembali oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal APGI Rahman Mukhlis mengakui, sektor wisata menjadi yang terpukul sejak adanya pandemi korona, termasuk pendakian. Kendati demikian, APGI menyiapkan beberapa prosedur lebih ketat dan perlu diperhatikan pendaki gunung yang ingin mendaki kembali seusai pandemi. “Pasti akan ada penyesuaian. Karena ini pandemi masih berlangsung di Indonesia. Sementara perkiraan pemerintah, aktivitas outdoor itu baru bisa dimulai Juli,” ucapnya.

Menurutnya, hal yang diperhatikan adalah dari segi kesehatan yang harus dipatuhi para pendaki. APGI saat ini tengah berfokus menyiapkan protokol baru atau standard operating procedure (SOP) terkait wisata gunung setelah pandemi. Protokol itu, kata dia, berisi tentang hal teknis persiapan sebelum mendaki hingga saat turun nanti. Hal teknis yang sama adalah bagaimana mempersiapkan peralatan pendakian.

Tidak hanya peralatan saja, Rahman menambahkan, tapi juga memelihara kesehatan. Selain itu, yang diperhatikan juga adalah transportasi, sampai pada cara pendakian, berkemah, dan turun pendakian. “Itu semua sudah di tahap draft. Target kami Juni bisa di-publish ke masyarakat,” lanjutnya.

Sekjen APGI itu memberikan bocoran prosedur pendakian gunung setelah pandemi. Salah satu aturan wajib yakni mengenakan masker, membawa hand sanitizer, dan pengecekan kesehatan lebih ketat. Selain itu, menyertakan surat bebas Covid-19.

Dia mengaku, tidak akan susah bagi pendaki untuk memakai masker. Sebab, para pendaki sudah biasa memakai masker ataupun buff. Terkait pengecekan kesehatan yang lebih ketat, menurut Rahman, akan terjadi pada saat proses administrasi ketika tiba di base camp pendakian gunung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor wisata diprediksi akan melonjak drastis bila pandemi korona ini berakhir. Tak terkecuali wisata pendakian gunung. Walau begitu, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) mulai menyiapkan langkah agar pendakian aman dari Covid-19. Ini sebagai antisipasi ketika objek wisata diperbolehkan dibuka kembali oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal APGI Rahman Mukhlis mengakui, sektor wisata menjadi yang terpukul sejak adanya pandemi korona, termasuk pendakian. Kendati demikian, APGI menyiapkan beberapa prosedur lebih ketat dan perlu diperhatikan pendaki gunung yang ingin mendaki kembali seusai pandemi. “Pasti akan ada penyesuaian. Karena ini pandemi masih berlangsung di Indonesia. Sementara perkiraan pemerintah, aktivitas outdoor itu baru bisa dimulai Juli,” ucapnya.

Menurutnya, hal yang diperhatikan adalah dari segi kesehatan yang harus dipatuhi para pendaki. APGI saat ini tengah berfokus menyiapkan protokol baru atau standard operating procedure (SOP) terkait wisata gunung setelah pandemi. Protokol itu, kata dia, berisi tentang hal teknis persiapan sebelum mendaki hingga saat turun nanti. Hal teknis yang sama adalah bagaimana mempersiapkan peralatan pendakian.

Tidak hanya peralatan saja, Rahman menambahkan, tapi juga memelihara kesehatan. Selain itu, yang diperhatikan juga adalah transportasi, sampai pada cara pendakian, berkemah, dan turun pendakian. “Itu semua sudah di tahap draft. Target kami Juni bisa di-publish ke masyarakat,” lanjutnya.

Sekjen APGI itu memberikan bocoran prosedur pendakian gunung setelah pandemi. Salah satu aturan wajib yakni mengenakan masker, membawa hand sanitizer, dan pengecekan kesehatan lebih ketat. Selain itu, menyertakan surat bebas Covid-19.

Dia mengaku, tidak akan susah bagi pendaki untuk memakai masker. Sebab, para pendaki sudah biasa memakai masker ataupun buff. Terkait pengecekan kesehatan yang lebih ketat, menurut Rahman, akan terjadi pada saat proses administrasi ketika tiba di base camp pendakian gunung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/