alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Sopir Truk Nahas di Jember Ternyata Hanya Kernet, Tak Punya SIM Tanpa STNK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Kecelakaan beruntun hingga membawa korban jiwa di Jalan Raya Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jumat (15/4) menjelang Subuh, menguak fakta mencengangkan. Anggota Laka Lantas Polres Jember yang menangani kasus itu kaget, karena sang sopir, Romli, warga Kelurahan Patemon, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

Bahkan, sopir berusia 23 tahun tersebut juga tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) yang sah. Romli, bersama seorang temannya, berangkat dari Malang, Kamis (14/4) sekitar pukul 22.00 malam. Dengan modal nekat, dia bersama temannya berangkat dari Malang dengan tujuan Banyuwangi.

“Saya ini bukan sopir aslinya, karena sopir sudah ada di Banyuwangi. Saya diminta membawa truk ke Banyuwangi untuk mengangkut sapi,” kata Romli kepada petugas di lokasi kejadian. Romli juga tidak membawa identitas seperti KTP.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Sopir Ngantuk Sebabkan Tabrakan Beruntun di Jember, Satu Orang Meninggal

“Saya berangkat dari Malang pukul 22.00 dan harus sampai di Banyuwangi, Jumat pukul 07.00. Saya sama sekali tidak sadar saat mengemudi truk. Dan baru sadar setelah terjadi benturan dengan dua mobil pikap yang dari arah berlawanan,” ujarnya.

Dalam kecelakaan itu, sopir memang mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan. Truk baru berhenti setelah melindas pengendara motor Yamaha Jupiter hingga menyeretnya beberapa meter.

“Truk benar-benar berhenti setelah bagian body truk menabrak patok beton dekat warung nasi. Saya juga tidak tega setelah melihat kondisi pengendara motor yang ada di bawah truk,” tuturnya.

Kanit Lakalantas Polres Jember Ipda Kukun Waluwi menyatakan, setelah meminta keterangan, ternyata sopir yang mengalami kecelakaan beruntun itu bukan sopir aslinya. Dia hanya seorang kernet yang diminta membawa truk ke Banyuwangi. “Sopir sudah berada di Banyuwangi, sedangkan sopir ini adalah kernetnya. Dan setelah diminta menunjukkan SIM, ternyata juga tidak punya,” pungkas Kukun.

Kecelakaan beruntun tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal di lokasi. Korban bernama Syaiful Arifin, 49, pengendara DK 7881 DV. Dia tercatat sebagai Warga Dusun Glagasan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari yang bekerja sebagai pedagang tempe. (*)

Reporter: Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Kecelakaan beruntun hingga membawa korban jiwa di Jalan Raya Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jumat (15/4) menjelang Subuh, menguak fakta mencengangkan. Anggota Laka Lantas Polres Jember yang menangani kasus itu kaget, karena sang sopir, Romli, warga Kelurahan Patemon, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

Bahkan, sopir berusia 23 tahun tersebut juga tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) yang sah. Romli, bersama seorang temannya, berangkat dari Malang, Kamis (14/4) sekitar pukul 22.00 malam. Dengan modal nekat, dia bersama temannya berangkat dari Malang dengan tujuan Banyuwangi.

“Saya ini bukan sopir aslinya, karena sopir sudah ada di Banyuwangi. Saya diminta membawa truk ke Banyuwangi untuk mengangkut sapi,” kata Romli kepada petugas di lokasi kejadian. Romli juga tidak membawa identitas seperti KTP.

BACA JUGA: Sopir Ngantuk Sebabkan Tabrakan Beruntun di Jember, Satu Orang Meninggal

“Saya berangkat dari Malang pukul 22.00 dan harus sampai di Banyuwangi, Jumat pukul 07.00. Saya sama sekali tidak sadar saat mengemudi truk. Dan baru sadar setelah terjadi benturan dengan dua mobil pikap yang dari arah berlawanan,” ujarnya.

Dalam kecelakaan itu, sopir memang mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan. Truk baru berhenti setelah melindas pengendara motor Yamaha Jupiter hingga menyeretnya beberapa meter.

“Truk benar-benar berhenti setelah bagian body truk menabrak patok beton dekat warung nasi. Saya juga tidak tega setelah melihat kondisi pengendara motor yang ada di bawah truk,” tuturnya.

Kanit Lakalantas Polres Jember Ipda Kukun Waluwi menyatakan, setelah meminta keterangan, ternyata sopir yang mengalami kecelakaan beruntun itu bukan sopir aslinya. Dia hanya seorang kernet yang diminta membawa truk ke Banyuwangi. “Sopir sudah berada di Banyuwangi, sedangkan sopir ini adalah kernetnya. Dan setelah diminta menunjukkan SIM, ternyata juga tidak punya,” pungkas Kukun.

Kecelakaan beruntun tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal di lokasi. Korban bernama Syaiful Arifin, 49, pengendara DK 7881 DV. Dia tercatat sebagai Warga Dusun Glagasan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari yang bekerja sebagai pedagang tempe. (*)

Reporter: Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Kecelakaan beruntun hingga membawa korban jiwa di Jalan Raya Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jumat (15/4) menjelang Subuh, menguak fakta mencengangkan. Anggota Laka Lantas Polres Jember yang menangani kasus itu kaget, karena sang sopir, Romli, warga Kelurahan Patemon, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

Bahkan, sopir berusia 23 tahun tersebut juga tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) yang sah. Romli, bersama seorang temannya, berangkat dari Malang, Kamis (14/4) sekitar pukul 22.00 malam. Dengan modal nekat, dia bersama temannya berangkat dari Malang dengan tujuan Banyuwangi.

“Saya ini bukan sopir aslinya, karena sopir sudah ada di Banyuwangi. Saya diminta membawa truk ke Banyuwangi untuk mengangkut sapi,” kata Romli kepada petugas di lokasi kejadian. Romli juga tidak membawa identitas seperti KTP.

BACA JUGA: Sopir Ngantuk Sebabkan Tabrakan Beruntun di Jember, Satu Orang Meninggal

“Saya berangkat dari Malang pukul 22.00 dan harus sampai di Banyuwangi, Jumat pukul 07.00. Saya sama sekali tidak sadar saat mengemudi truk. Dan baru sadar setelah terjadi benturan dengan dua mobil pikap yang dari arah berlawanan,” ujarnya.

Dalam kecelakaan itu, sopir memang mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan. Truk baru berhenti setelah melindas pengendara motor Yamaha Jupiter hingga menyeretnya beberapa meter.

“Truk benar-benar berhenti setelah bagian body truk menabrak patok beton dekat warung nasi. Saya juga tidak tega setelah melihat kondisi pengendara motor yang ada di bawah truk,” tuturnya.

Kanit Lakalantas Polres Jember Ipda Kukun Waluwi menyatakan, setelah meminta keterangan, ternyata sopir yang mengalami kecelakaan beruntun itu bukan sopir aslinya. Dia hanya seorang kernet yang diminta membawa truk ke Banyuwangi. “Sopir sudah berada di Banyuwangi, sedangkan sopir ini adalah kernetnya. Dan setelah diminta menunjukkan SIM, ternyata juga tidak punya,” pungkas Kukun.

Kecelakaan beruntun tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal di lokasi. Korban bernama Syaiful Arifin, 49, pengendara DK 7881 DV. Dia tercatat sebagai Warga Dusun Glagasan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari yang bekerja sebagai pedagang tempe. (*)

Reporter: Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/