alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Lebaran Terancam Gagal Mudik, Tawang Alun Bakal Ditutup

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut, persebaran Covid-19 sudah jauh berkurang jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Berdasar data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember pada 14 April, jumlah kasus korona tinggal 23 penderita. Mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 19 pasien, dan isolasi mandiri empat orang.

Meski trennya menurun, tapi pemerintah tetap melarang warganya pulang kampung alias mudik. Hendy menyampaikan, seruan itu seusai menjalani rapat koordinasi bersama Presiden RI Joko Widodo beserta para kepala daerah secara daring, belum lama ini. “Meski sekarang Covid-19 sudah bagus, tapi kita tidak boleh lengah,” ucapnya.

Menurut dia, kelengahan suatu daerah dalam menangani kasus korona bisa berimbas pada peningkatan jumlah kasus. Hendy menjelaskan, pemerintah melalui pemerintah daerah tetap melarang mudik. Sebab, tidak tertutup kemungkinan mereka bisa menularkan virus lagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Data Satgas Covid-19 Jawa Timur juga menunjukkan, jumlah pasien yang terpapar Covid-19 masih cukup banyak. Tercatat ada 1.928 pasien yang masih menjalani perawatan. Sedangkan kasus di Indonesia bahkan mencapai 108.032 penderita. Karena itu, pemerintah tetap melarang mudik. Melihat kondisi seperti itu, apa yang dilakukan Pemkab Jember?

Hendy mengungkapkan, pihaknya telah mencairkan dana desa sejumlah 8 persen atau sebanyak Rp 24,9 miliar untuk pembentukan posko di desa-desa. Harapannya, posko-posko tersebut yang menanggulangi adanya temuan kasus baru korona.

Lebih lanjut, Hendy menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan para camat dan pemerintah desa agar mereka mengimbau para petugas RT dan RW untuk tanggap dalam menangani penerapan protokol kesehatan (prokes) di wilayahnya masing-masing.

 

Tawang Alun Bakal Ditutup

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut, persebaran Covid-19 sudah jauh berkurang jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Berdasar data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember pada 14 April, jumlah kasus korona tinggal 23 penderita. Mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 19 pasien, dan isolasi mandiri empat orang.

Meski trennya menurun, tapi pemerintah tetap melarang warganya pulang kampung alias mudik. Hendy menyampaikan, seruan itu seusai menjalani rapat koordinasi bersama Presiden RI Joko Widodo beserta para kepala daerah secara daring, belum lama ini. “Meski sekarang Covid-19 sudah bagus, tapi kita tidak boleh lengah,” ucapnya.

Menurut dia, kelengahan suatu daerah dalam menangani kasus korona bisa berimbas pada peningkatan jumlah kasus. Hendy menjelaskan, pemerintah melalui pemerintah daerah tetap melarang mudik. Sebab, tidak tertutup kemungkinan mereka bisa menularkan virus lagi.

Data Satgas Covid-19 Jawa Timur juga menunjukkan, jumlah pasien yang terpapar Covid-19 masih cukup banyak. Tercatat ada 1.928 pasien yang masih menjalani perawatan. Sedangkan kasus di Indonesia bahkan mencapai 108.032 penderita. Karena itu, pemerintah tetap melarang mudik. Melihat kondisi seperti itu, apa yang dilakukan Pemkab Jember?

Hendy mengungkapkan, pihaknya telah mencairkan dana desa sejumlah 8 persen atau sebanyak Rp 24,9 miliar untuk pembentukan posko di desa-desa. Harapannya, posko-posko tersebut yang menanggulangi adanya temuan kasus baru korona.

Lebih lanjut, Hendy menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan para camat dan pemerintah desa agar mereka mengimbau para petugas RT dan RW untuk tanggap dalam menangani penerapan protokol kesehatan (prokes) di wilayahnya masing-masing.

 

Tawang Alun Bakal Ditutup

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut, persebaran Covid-19 sudah jauh berkurang jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Berdasar data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember pada 14 April, jumlah kasus korona tinggal 23 penderita. Mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 19 pasien, dan isolasi mandiri empat orang.

Meski trennya menurun, tapi pemerintah tetap melarang warganya pulang kampung alias mudik. Hendy menyampaikan, seruan itu seusai menjalani rapat koordinasi bersama Presiden RI Joko Widodo beserta para kepala daerah secara daring, belum lama ini. “Meski sekarang Covid-19 sudah bagus, tapi kita tidak boleh lengah,” ucapnya.

Menurut dia, kelengahan suatu daerah dalam menangani kasus korona bisa berimbas pada peningkatan jumlah kasus. Hendy menjelaskan, pemerintah melalui pemerintah daerah tetap melarang mudik. Sebab, tidak tertutup kemungkinan mereka bisa menularkan virus lagi.

Data Satgas Covid-19 Jawa Timur juga menunjukkan, jumlah pasien yang terpapar Covid-19 masih cukup banyak. Tercatat ada 1.928 pasien yang masih menjalani perawatan. Sedangkan kasus di Indonesia bahkan mencapai 108.032 penderita. Karena itu, pemerintah tetap melarang mudik. Melihat kondisi seperti itu, apa yang dilakukan Pemkab Jember?

Hendy mengungkapkan, pihaknya telah mencairkan dana desa sejumlah 8 persen atau sebanyak Rp 24,9 miliar untuk pembentukan posko di desa-desa. Harapannya, posko-posko tersebut yang menanggulangi adanya temuan kasus baru korona.

Lebih lanjut, Hendy menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan para camat dan pemerintah desa agar mereka mengimbau para petugas RT dan RW untuk tanggap dalam menangani penerapan protokol kesehatan (prokes) di wilayahnya masing-masing.

 

Tawang Alun Bakal Ditutup

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/