alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Butuh Akselerasi Dongkrak Ekonomi

LKPJ Tahun 2020 Cukup Memprihatinkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi perekonomian di Kabupaten Jember cukup memprihatinkan. Betapa tidak, pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) merosot hingga 8,29 persen. Tak hanya itu, pendapatan asli daerah (PAD) juga tidak mencapai target yang diharapkan. Atas insiden ini, DPRD meminta agar Pemkab Jember ke depan menggenjot program-program yang dapat memulihkan dan meningkatkan perekonomian.

PDRB Jember tahun 2018 diketahui sebesar 5,23 persen. Angka tersebut sempat naik pada 2019 mencapai 5,31 persen. Namun, wabah korona yang sempat membatasi gerak dan aktivitas masyarakat, memukul telak perekonomian di Jember. Tahun 2020 lalu, PDRB Jember turun 8,29 persen hingga minus 2,98 persen.

Kondisi perekonomian itu disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, Selasa (14/4) malam. Dalam pidato pembacaan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020, Hendy menyebut, anjloknya perekonomian Jember terjadi akibat pandemi korona. Kendati demikian, masih ada beberapa sektor yang tetap menunjukkan kenaikan. Sektor tersebut adalah usaha informasi dan komunikasi yang mencapai 10,02 persen, usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,29 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dampak nyata yang lahir akibat perekonomian anjlok yakni pengangguran dan kemiskinan bertambah alias meningkat. Pada 2020, pengangguran di Jember mencapai 5,21 persen atau 67.488 jiwa. Pada 2020 itu juga, kemiskinan di Jember meningkat. Pada 2019, kemiskinan sebesar 9,25 persen atau 226,57 ribu orang. Sedangkan pada 2020 naik menjadi 10,09 persen atau sebanyak 247,99 ribu jiwa. “Pelayanan kesehatan masyarakat miskin pada program pembiayaan kesehatan merealisasikan Rp 110,8 miliar pada 2020. Secara tidak langsung ini juga upaya untuk menanggulangi angka kemiskinan,” papar Hendy.

Secara umum, perekonomian Jember anjlok. Nah, di tubuh pemerintah pun, PAD juga tak mencapai target. Dari Rp 660 miliar yang diharapkan, terealisasi Rp 593 miliar saja. Dengan demikian, perlu terobosan agar PAD Jember meningkat atau bahkan bisa melebihi target.

Menanggapi LKPJ Tahun Anggaran 2020, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim meminta agar ada langkah-langkah strategis yang diambil Bupati Jember. Menurutnya, LKPJ era Bupati Faida yang dibacakan di era Bupati Hendy patut dievaluasi. Baik dari segi rencana program maupun realisasinya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi perekonomian di Kabupaten Jember cukup memprihatinkan. Betapa tidak, pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) merosot hingga 8,29 persen. Tak hanya itu, pendapatan asli daerah (PAD) juga tidak mencapai target yang diharapkan. Atas insiden ini, DPRD meminta agar Pemkab Jember ke depan menggenjot program-program yang dapat memulihkan dan meningkatkan perekonomian.

PDRB Jember tahun 2018 diketahui sebesar 5,23 persen. Angka tersebut sempat naik pada 2019 mencapai 5,31 persen. Namun, wabah korona yang sempat membatasi gerak dan aktivitas masyarakat, memukul telak perekonomian di Jember. Tahun 2020 lalu, PDRB Jember turun 8,29 persen hingga minus 2,98 persen.

Kondisi perekonomian itu disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, Selasa (14/4) malam. Dalam pidato pembacaan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020, Hendy menyebut, anjloknya perekonomian Jember terjadi akibat pandemi korona. Kendati demikian, masih ada beberapa sektor yang tetap menunjukkan kenaikan. Sektor tersebut adalah usaha informasi dan komunikasi yang mencapai 10,02 persen, usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,29 persen.

Dampak nyata yang lahir akibat perekonomian anjlok yakni pengangguran dan kemiskinan bertambah alias meningkat. Pada 2020, pengangguran di Jember mencapai 5,21 persen atau 67.488 jiwa. Pada 2020 itu juga, kemiskinan di Jember meningkat. Pada 2019, kemiskinan sebesar 9,25 persen atau 226,57 ribu orang. Sedangkan pada 2020 naik menjadi 10,09 persen atau sebanyak 247,99 ribu jiwa. “Pelayanan kesehatan masyarakat miskin pada program pembiayaan kesehatan merealisasikan Rp 110,8 miliar pada 2020. Secara tidak langsung ini juga upaya untuk menanggulangi angka kemiskinan,” papar Hendy.

Secara umum, perekonomian Jember anjlok. Nah, di tubuh pemerintah pun, PAD juga tak mencapai target. Dari Rp 660 miliar yang diharapkan, terealisasi Rp 593 miliar saja. Dengan demikian, perlu terobosan agar PAD Jember meningkat atau bahkan bisa melebihi target.

Menanggapi LKPJ Tahun Anggaran 2020, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim meminta agar ada langkah-langkah strategis yang diambil Bupati Jember. Menurutnya, LKPJ era Bupati Faida yang dibacakan di era Bupati Hendy patut dievaluasi. Baik dari segi rencana program maupun realisasinya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kondisi perekonomian di Kabupaten Jember cukup memprihatinkan. Betapa tidak, pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) merosot hingga 8,29 persen. Tak hanya itu, pendapatan asli daerah (PAD) juga tidak mencapai target yang diharapkan. Atas insiden ini, DPRD meminta agar Pemkab Jember ke depan menggenjot program-program yang dapat memulihkan dan meningkatkan perekonomian.

PDRB Jember tahun 2018 diketahui sebesar 5,23 persen. Angka tersebut sempat naik pada 2019 mencapai 5,31 persen. Namun, wabah korona yang sempat membatasi gerak dan aktivitas masyarakat, memukul telak perekonomian di Jember. Tahun 2020 lalu, PDRB Jember turun 8,29 persen hingga minus 2,98 persen.

Kondisi perekonomian itu disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, Selasa (14/4) malam. Dalam pidato pembacaan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020, Hendy menyebut, anjloknya perekonomian Jember terjadi akibat pandemi korona. Kendati demikian, masih ada beberapa sektor yang tetap menunjukkan kenaikan. Sektor tersebut adalah usaha informasi dan komunikasi yang mencapai 10,02 persen, usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,29 persen.

Dampak nyata yang lahir akibat perekonomian anjlok yakni pengangguran dan kemiskinan bertambah alias meningkat. Pada 2020, pengangguran di Jember mencapai 5,21 persen atau 67.488 jiwa. Pada 2020 itu juga, kemiskinan di Jember meningkat. Pada 2019, kemiskinan sebesar 9,25 persen atau 226,57 ribu orang. Sedangkan pada 2020 naik menjadi 10,09 persen atau sebanyak 247,99 ribu jiwa. “Pelayanan kesehatan masyarakat miskin pada program pembiayaan kesehatan merealisasikan Rp 110,8 miliar pada 2020. Secara tidak langsung ini juga upaya untuk menanggulangi angka kemiskinan,” papar Hendy.

Secara umum, perekonomian Jember anjlok. Nah, di tubuh pemerintah pun, PAD juga tak mencapai target. Dari Rp 660 miliar yang diharapkan, terealisasi Rp 593 miliar saja. Dengan demikian, perlu terobosan agar PAD Jember meningkat atau bahkan bisa melebihi target.

Menanggapi LKPJ Tahun Anggaran 2020, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim meminta agar ada langkah-langkah strategis yang diambil Bupati Jember. Menurutnya, LKPJ era Bupati Faida yang dibacakan di era Bupati Hendy patut dievaluasi. Baik dari segi rencana program maupun realisasinya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/