alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Sebanyak 171 Buruh Terdampak Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Buruh sebagai garda terdepan perusahaan saat ini harus menanggung beban ketika dunia dilanda Covid-19. Tak sedikit di antara mereka terpaksa menerima keputusan pahit dari perusahaan untuk dirumahkan dan bahkan kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Jember mencatat sebanyak 171 buruh anggota Sarbumusi terdampak korona. Di Kabupaten Jember 164 orang buruh telah dirumahkan oleh perusahaan dan tujuh orang di-PHK gara-gara korona.

“Kondisi semacam ini tidak saja terjadi di Kabupaten Jember namun merata di berbagai kota di Indonesia,” ungkap Umar Faruk, Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut Faruk menegaskan, meski ratusan buruh itu dirumahkan, bukan berarti mereka tidak bisa beraktivitas sama sekali di perusahaan. Buruh tetap bisa bekerja namun tidak seperti saat sebelum ada korona.

“Selama pandemi korona ini buruh bekerja tidak selama enam hari penuh, tapi tiga hari masuk kerja dan tiga hari libur. Maka, praktis upah mereka berkurang atau terpotong,” tukasnya.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Buruh sebagai garda terdepan perusahaan saat ini harus menanggung beban ketika dunia dilanda Covid-19. Tak sedikit di antara mereka terpaksa menerima keputusan pahit dari perusahaan untuk dirumahkan dan bahkan kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Jember mencatat sebanyak 171 buruh anggota Sarbumusi terdampak korona. Di Kabupaten Jember 164 orang buruh telah dirumahkan oleh perusahaan dan tujuh orang di-PHK gara-gara korona.

“Kondisi semacam ini tidak saja terjadi di Kabupaten Jember namun merata di berbagai kota di Indonesia,” ungkap Umar Faruk, Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Jember.

Lebih lanjut Faruk menegaskan, meski ratusan buruh itu dirumahkan, bukan berarti mereka tidak bisa beraktivitas sama sekali di perusahaan. Buruh tetap bisa bekerja namun tidak seperti saat sebelum ada korona.

“Selama pandemi korona ini buruh bekerja tidak selama enam hari penuh, tapi tiga hari masuk kerja dan tiga hari libur. Maka, praktis upah mereka berkurang atau terpotong,” tukasnya.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Buruh sebagai garda terdepan perusahaan saat ini harus menanggung beban ketika dunia dilanda Covid-19. Tak sedikit di antara mereka terpaksa menerima keputusan pahit dari perusahaan untuk dirumahkan dan bahkan kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Jember mencatat sebanyak 171 buruh anggota Sarbumusi terdampak korona. Di Kabupaten Jember 164 orang buruh telah dirumahkan oleh perusahaan dan tujuh orang di-PHK gara-gara korona.

“Kondisi semacam ini tidak saja terjadi di Kabupaten Jember namun merata di berbagai kota di Indonesia,” ungkap Umar Faruk, Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Jember.

Lebih lanjut Faruk menegaskan, meski ratusan buruh itu dirumahkan, bukan berarti mereka tidak bisa beraktivitas sama sekali di perusahaan. Buruh tetap bisa bekerja namun tidak seperti saat sebelum ada korona.

“Selama pandemi korona ini buruh bekerja tidak selama enam hari penuh, tapi tiga hari masuk kerja dan tiga hari libur. Maka, praktis upah mereka berkurang atau terpotong,” tukasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/