alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Demi Untung Rp 20 Ribu, Pasutri Jual Okerbaya

Mobile_AP_Rectangle 1

Saat itu, pasutri tersebut berboncengan mengendarai sepeda motor. Tak ingin buruannya kabur, polisi menyergap dengan menghentikan laju motor yang mereka kendarai. Saat digeledah, rupanya dugaan polisi tidak salah. Aparat menemukan okerbaya di saku depan tersangka Erfan. “Saat dimintai keterangan, keduanya mengakui baru saja kulakan atau membeli okerbaya dari orang lain untuk dijual lagi. Jika 130 butir Trex itu laku, tersangka mendapat untung Rp 20 ribu,” kata Adri.

Kepada petugas, tersangka Erfan dengan Rosalinda mengaku, mereka telah menjalankan bisnisnya sekitar dua bulan terakhir. Keduanya beralasan, bisnis itu dijalani karena faktor ekonomi. Berdasarkan keterangan polisi, selama ini yang sering bertransaksi dengan pembeli adalah sang istri. Tersangka mengaku sudah empat kali bertransaksi. Sementara itu, suaminya yang bertugas membeli dari bandar.

Lebih lanjut Adri menambahkan, setelah mendapatkan keterangan dari kedua tersangka, saat itu juga pihaknya langsung menggerebek rumah seseorang berinisial Z. Sebab, menurut pasutri tersebut, mereka mebeli obat yang juga dikenal sebagai pil koplo ini dari Z. “Tapi saat kami gerebek rumahnya, Z ternyata sudah tidak ada. Namun yang jelas, kami akan terus memburu penyuplai okerbaya itu,” pungkasnya.

- Advertisement -

Saat itu, pasutri tersebut berboncengan mengendarai sepeda motor. Tak ingin buruannya kabur, polisi menyergap dengan menghentikan laju motor yang mereka kendarai. Saat digeledah, rupanya dugaan polisi tidak salah. Aparat menemukan okerbaya di saku depan tersangka Erfan. “Saat dimintai keterangan, keduanya mengakui baru saja kulakan atau membeli okerbaya dari orang lain untuk dijual lagi. Jika 130 butir Trex itu laku, tersangka mendapat untung Rp 20 ribu,” kata Adri.

Kepada petugas, tersangka Erfan dengan Rosalinda mengaku, mereka telah menjalankan bisnisnya sekitar dua bulan terakhir. Keduanya beralasan, bisnis itu dijalani karena faktor ekonomi. Berdasarkan keterangan polisi, selama ini yang sering bertransaksi dengan pembeli adalah sang istri. Tersangka mengaku sudah empat kali bertransaksi. Sementara itu, suaminya yang bertugas membeli dari bandar.

Lebih lanjut Adri menambahkan, setelah mendapatkan keterangan dari kedua tersangka, saat itu juga pihaknya langsung menggerebek rumah seseorang berinisial Z. Sebab, menurut pasutri tersebut, mereka mebeli obat yang juga dikenal sebagai pil koplo ini dari Z. “Tapi saat kami gerebek rumahnya, Z ternyata sudah tidak ada. Namun yang jelas, kami akan terus memburu penyuplai okerbaya itu,” pungkasnya.

Saat itu, pasutri tersebut berboncengan mengendarai sepeda motor. Tak ingin buruannya kabur, polisi menyergap dengan menghentikan laju motor yang mereka kendarai. Saat digeledah, rupanya dugaan polisi tidak salah. Aparat menemukan okerbaya di saku depan tersangka Erfan. “Saat dimintai keterangan, keduanya mengakui baru saja kulakan atau membeli okerbaya dari orang lain untuk dijual lagi. Jika 130 butir Trex itu laku, tersangka mendapat untung Rp 20 ribu,” kata Adri.

Kepada petugas, tersangka Erfan dengan Rosalinda mengaku, mereka telah menjalankan bisnisnya sekitar dua bulan terakhir. Keduanya beralasan, bisnis itu dijalani karena faktor ekonomi. Berdasarkan keterangan polisi, selama ini yang sering bertransaksi dengan pembeli adalah sang istri. Tersangka mengaku sudah empat kali bertransaksi. Sementara itu, suaminya yang bertugas membeli dari bandar.

Lebih lanjut Adri menambahkan, setelah mendapatkan keterangan dari kedua tersangka, saat itu juga pihaknya langsung menggerebek rumah seseorang berinisial Z. Sebab, menurut pasutri tersebut, mereka mebeli obat yang juga dikenal sebagai pil koplo ini dari Z. “Tapi saat kami gerebek rumahnya, Z ternyata sudah tidak ada. Namun yang jelas, kami akan terus memburu penyuplai okerbaya itu,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/