alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pertahankan, karena Jadi Ikon Jember

Tentang Wacana Pemindahan Gedung Pemerintahan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mencuatnya wacana pemindahan kantor pemerintahan ke lokasi baru menuai beragam reaksi. Masyarakat awam menilai, gagasan itu sah-sah saja karena menjadi kewenangan bupati. Sementara, akademisi mengkritik gagasan tersebut karena menganggap gedung itu bukan hanya pusat pemerintahan, tapi merupakan ikon Jember. Dan hal itu, harus dipertahankan.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) Abubakar Eby Hara menyatakan tak sependapat bila Kantor Pemkab Jember harus berpindah tempat. Sebab, dia menilai, bangunan yang ada sekarang ini merupakan ikon kota Jember dan menjadi kebanggaan bagi wong Jember.

Sebab, menurut dia, bangunan kantor pemerintah daerah itu memiliki bentuk yang unik. Desainnya memanjang dari timur ke barat, dan bila diteropong dari atas bentuknya mirip burung Garuda. “Ini jadi ciri khas tersendiri bagi Kabupaten Jember. Karena itu, biarkan saja kantor tersebut berada di situ saja. Lebih baik, kantor DPRD saja yang dipindah ke tempat lain, karena bila ada demo, arus lalu lintas menjadi macet,” kata Eby Hara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Letak kantor Pemkab Jember selama ini ia nilai sangat strategis karena bertempat di jantung kota. Hal itu juga memudahkan orang untuk berkunjung ke tempat tersebut bila hendak mengurus keperluan. Lokasinya juga mudah dijangkau dari berbagai arah.

Selain itu, Eby menambahkan, penempatan kantor pemerintah daerah di tengah kota merupakan konsep dari pemerintah kolonial Belanda waktu itu. Di Indonesia, kata dia, semua pusat pemerintahan, masjid jami, dan lembaga pemasyarakatan (LP) terletak tidak jauh dari alun-alun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mencuatnya wacana pemindahan kantor pemerintahan ke lokasi baru menuai beragam reaksi. Masyarakat awam menilai, gagasan itu sah-sah saja karena menjadi kewenangan bupati. Sementara, akademisi mengkritik gagasan tersebut karena menganggap gedung itu bukan hanya pusat pemerintahan, tapi merupakan ikon Jember. Dan hal itu, harus dipertahankan.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) Abubakar Eby Hara menyatakan tak sependapat bila Kantor Pemkab Jember harus berpindah tempat. Sebab, dia menilai, bangunan yang ada sekarang ini merupakan ikon kota Jember dan menjadi kebanggaan bagi wong Jember.

Sebab, menurut dia, bangunan kantor pemerintah daerah itu memiliki bentuk yang unik. Desainnya memanjang dari timur ke barat, dan bila diteropong dari atas bentuknya mirip burung Garuda. “Ini jadi ciri khas tersendiri bagi Kabupaten Jember. Karena itu, biarkan saja kantor tersebut berada di situ saja. Lebih baik, kantor DPRD saja yang dipindah ke tempat lain, karena bila ada demo, arus lalu lintas menjadi macet,” kata Eby Hara.

Letak kantor Pemkab Jember selama ini ia nilai sangat strategis karena bertempat di jantung kota. Hal itu juga memudahkan orang untuk berkunjung ke tempat tersebut bila hendak mengurus keperluan. Lokasinya juga mudah dijangkau dari berbagai arah.

Selain itu, Eby menambahkan, penempatan kantor pemerintah daerah di tengah kota merupakan konsep dari pemerintah kolonial Belanda waktu itu. Di Indonesia, kata dia, semua pusat pemerintahan, masjid jami, dan lembaga pemasyarakatan (LP) terletak tidak jauh dari alun-alun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mencuatnya wacana pemindahan kantor pemerintahan ke lokasi baru menuai beragam reaksi. Masyarakat awam menilai, gagasan itu sah-sah saja karena menjadi kewenangan bupati. Sementara, akademisi mengkritik gagasan tersebut karena menganggap gedung itu bukan hanya pusat pemerintahan, tapi merupakan ikon Jember. Dan hal itu, harus dipertahankan.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) Abubakar Eby Hara menyatakan tak sependapat bila Kantor Pemkab Jember harus berpindah tempat. Sebab, dia menilai, bangunan yang ada sekarang ini merupakan ikon kota Jember dan menjadi kebanggaan bagi wong Jember.

Sebab, menurut dia, bangunan kantor pemerintah daerah itu memiliki bentuk yang unik. Desainnya memanjang dari timur ke barat, dan bila diteropong dari atas bentuknya mirip burung Garuda. “Ini jadi ciri khas tersendiri bagi Kabupaten Jember. Karena itu, biarkan saja kantor tersebut berada di situ saja. Lebih baik, kantor DPRD saja yang dipindah ke tempat lain, karena bila ada demo, arus lalu lintas menjadi macet,” kata Eby Hara.

Letak kantor Pemkab Jember selama ini ia nilai sangat strategis karena bertempat di jantung kota. Hal itu juga memudahkan orang untuk berkunjung ke tempat tersebut bila hendak mengurus keperluan. Lokasinya juga mudah dijangkau dari berbagai arah.

Selain itu, Eby menambahkan, penempatan kantor pemerintah daerah di tengah kota merupakan konsep dari pemerintah kolonial Belanda waktu itu. Di Indonesia, kata dia, semua pusat pemerintahan, masjid jami, dan lembaga pemasyarakatan (LP) terletak tidak jauh dari alun-alun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/