alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Nur Hasan, Pemimpin Ritual Maut Berpotensi Jadi Tersangka?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID– Pemimpin ritual maut Kelompok Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan, mulai menjalani pemeriksaan oleh kepolisian, siang kemarin (15/2). Hal itu setelah Hasan mendapat perawatan intensif di RSD dr Soebandi, Kecamatan Patrang.

Proses pemeriksaan terhadap Hasan dilakukan polisi, setelah pihak RSD dr Soebandi menyatakan pimpinan ritual itu sehat dan bisa menjalani rawat jalan. “Dokter yang menangani Nur Hasan menyatakan kondisi yang bersangkutan hari ini (kemarin) sudah sehat,” kata Tri Wiranto, Wakil Direktur RSD dr Soebandi, kemarin.

Setelah dinyatakan sehat, kepolisian selanjutnya menjemput hasan dari ruang perawatan di RSD dr Soebandi. Pria ini dibawa ke Mapolres Jember untuk dimintai keterangan seputar tragedi maut yang membuat sebelas orang meninggal dunia. “Sekitar pukul 13.00 tadi (kemarin) setelah yang bersangkutan dinyatakan layak rawat jalan, kita bawa,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga petang kemarin, Hasan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Jember. Selain itu, polisi juga mengaku telah memeriksa sejumlah saksi tambahan, dari yang sebelumnya berjumlah 13 saksi, kemarin menjadi 18 saksi.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, sementara ini, Hasan dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas insiden tewasnya sebelas pengikutnya yang diajak ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu dini hari (13/2) lalu.

Sementara itu, polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sejauh mana peran Hasan selaku pimpinan jamaah tersebut. Siapa yang menginisiasi atau mendalangi, sudah berapa lama, berapa kali, dan dimana saja ritual nyeleneh itu dilakukan. “Penyelidikan masih kami lakukan untuk mendapatkan informasi yang dalam dan akurat,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID– Pemimpin ritual maut Kelompok Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan, mulai menjalani pemeriksaan oleh kepolisian, siang kemarin (15/2). Hal itu setelah Hasan mendapat perawatan intensif di RSD dr Soebandi, Kecamatan Patrang.

Proses pemeriksaan terhadap Hasan dilakukan polisi, setelah pihak RSD dr Soebandi menyatakan pimpinan ritual itu sehat dan bisa menjalani rawat jalan. “Dokter yang menangani Nur Hasan menyatakan kondisi yang bersangkutan hari ini (kemarin) sudah sehat,” kata Tri Wiranto, Wakil Direktur RSD dr Soebandi, kemarin.

Setelah dinyatakan sehat, kepolisian selanjutnya menjemput hasan dari ruang perawatan di RSD dr Soebandi. Pria ini dibawa ke Mapolres Jember untuk dimintai keterangan seputar tragedi maut yang membuat sebelas orang meninggal dunia. “Sekitar pukul 13.00 tadi (kemarin) setelah yang bersangkutan dinyatakan layak rawat jalan, kita bawa,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Hingga petang kemarin, Hasan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Jember. Selain itu, polisi juga mengaku telah memeriksa sejumlah saksi tambahan, dari yang sebelumnya berjumlah 13 saksi, kemarin menjadi 18 saksi.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, sementara ini, Hasan dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas insiden tewasnya sebelas pengikutnya yang diajak ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu dini hari (13/2) lalu.

Sementara itu, polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sejauh mana peran Hasan selaku pimpinan jamaah tersebut. Siapa yang menginisiasi atau mendalangi, sudah berapa lama, berapa kali, dan dimana saja ritual nyeleneh itu dilakukan. “Penyelidikan masih kami lakukan untuk mendapatkan informasi yang dalam dan akurat,” tambahnya.

JEMBER.RADARJEMBER.ID– Pemimpin ritual maut Kelompok Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan, mulai menjalani pemeriksaan oleh kepolisian, siang kemarin (15/2). Hal itu setelah Hasan mendapat perawatan intensif di RSD dr Soebandi, Kecamatan Patrang.

Proses pemeriksaan terhadap Hasan dilakukan polisi, setelah pihak RSD dr Soebandi menyatakan pimpinan ritual itu sehat dan bisa menjalani rawat jalan. “Dokter yang menangani Nur Hasan menyatakan kondisi yang bersangkutan hari ini (kemarin) sudah sehat,” kata Tri Wiranto, Wakil Direktur RSD dr Soebandi, kemarin.

Setelah dinyatakan sehat, kepolisian selanjutnya menjemput hasan dari ruang perawatan di RSD dr Soebandi. Pria ini dibawa ke Mapolres Jember untuk dimintai keterangan seputar tragedi maut yang membuat sebelas orang meninggal dunia. “Sekitar pukul 13.00 tadi (kemarin) setelah yang bersangkutan dinyatakan layak rawat jalan, kita bawa,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Hingga petang kemarin, Hasan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Jember. Selain itu, polisi juga mengaku telah memeriksa sejumlah saksi tambahan, dari yang sebelumnya berjumlah 13 saksi, kemarin menjadi 18 saksi.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, sementara ini, Hasan dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas insiden tewasnya sebelas pengikutnya yang diajak ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu dini hari (13/2) lalu.

Sementara itu, polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sejauh mana peran Hasan selaku pimpinan jamaah tersebut. Siapa yang menginisiasi atau mendalangi, sudah berapa lama, berapa kali, dan dimana saja ritual nyeleneh itu dilakukan. “Penyelidikan masih kami lakukan untuk mendapatkan informasi yang dalam dan akurat,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/