alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pelantikan Hendy-Firjaun Ditunda

Tunggu Putusan Sela MK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman, yang sedianya akan dilangsungkan besok (17/2), akhirnya ditunda. Informasi penundaan itu santer tersiar, karena surat keputusan (SK) pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih belum terbit. Ini menyusul belum rampungnya sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) dari tiga daerah lain di Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, belum terbitnya SK dari Kemendagri, karena Mendagri ingin agar pelantikan bisa digelar secara serentak. “Semangat Mendagri ingin pelantikannya tetap serentak. Makanya, pelantikan bupati-wabup terpilih dimungkinkan ditunda karena ada tiga gugatan Pilkada Jatim,” ucapnya.

Menurut Itqon, informasi yang dia dapat dari Pemerintah Provinsi Jatim, penundaan pelantikan menunggu putusan sela sengketa hasil pilkada tiga kabupaten/kota di Jatim. Yakni Banyuwangi, Lamongan, dan Surabaya yang sedang berjalan di MK. “Informasi ini saya terima dari Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Jatim, Pak Jempin Marbun,” lanjut Itqon.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepastian pelantikan 19 kepala daerah di Jatim pun akan melihat putusan sela yang akan dibacakan hakim MK, yang rencananya digelar hari ini (16/2). “Kalau gugatan tiga daerah ditolak, pelantikan akan dilakukan serentak. Kalau putusan sela menyatakan gugatan berlanjut, maka kabupaten yang sengketa pilkadanya lanjut akan ditunda,” beber Itqon, yang kemudian menyampaikan pelantikan bupati 17 Februari kemungkinan besar akan ditunda.

Apabila pelantikan Hendy-Firjaun benar-benar ditunda, maka konsekuensinya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa harus menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember. Hal ini karena masa bakti Bupati-Wabup Jember Faida-Abdul Muqit Arief habis per tanggal 17 Februari besok.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman, yang sedianya akan dilangsungkan besok (17/2), akhirnya ditunda. Informasi penundaan itu santer tersiar, karena surat keputusan (SK) pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih belum terbit. Ini menyusul belum rampungnya sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) dari tiga daerah lain di Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, belum terbitnya SK dari Kemendagri, karena Mendagri ingin agar pelantikan bisa digelar secara serentak. “Semangat Mendagri ingin pelantikannya tetap serentak. Makanya, pelantikan bupati-wabup terpilih dimungkinkan ditunda karena ada tiga gugatan Pilkada Jatim,” ucapnya.

Menurut Itqon, informasi yang dia dapat dari Pemerintah Provinsi Jatim, penundaan pelantikan menunggu putusan sela sengketa hasil pilkada tiga kabupaten/kota di Jatim. Yakni Banyuwangi, Lamongan, dan Surabaya yang sedang berjalan di MK. “Informasi ini saya terima dari Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Jatim, Pak Jempin Marbun,” lanjut Itqon.

Kepastian pelantikan 19 kepala daerah di Jatim pun akan melihat putusan sela yang akan dibacakan hakim MK, yang rencananya digelar hari ini (16/2). “Kalau gugatan tiga daerah ditolak, pelantikan akan dilakukan serentak. Kalau putusan sela menyatakan gugatan berlanjut, maka kabupaten yang sengketa pilkadanya lanjut akan ditunda,” beber Itqon, yang kemudian menyampaikan pelantikan bupati 17 Februari kemungkinan besar akan ditunda.

Apabila pelantikan Hendy-Firjaun benar-benar ditunda, maka konsekuensinya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa harus menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember. Hal ini karena masa bakti Bupati-Wabup Jember Faida-Abdul Muqit Arief habis per tanggal 17 Februari besok.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman, yang sedianya akan dilangsungkan besok (17/2), akhirnya ditunda. Informasi penundaan itu santer tersiar, karena surat keputusan (SK) pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih belum terbit. Ini menyusul belum rampungnya sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) dari tiga daerah lain di Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan, belum terbitnya SK dari Kemendagri, karena Mendagri ingin agar pelantikan bisa digelar secara serentak. “Semangat Mendagri ingin pelantikannya tetap serentak. Makanya, pelantikan bupati-wabup terpilih dimungkinkan ditunda karena ada tiga gugatan Pilkada Jatim,” ucapnya.

Menurut Itqon, informasi yang dia dapat dari Pemerintah Provinsi Jatim, penundaan pelantikan menunggu putusan sela sengketa hasil pilkada tiga kabupaten/kota di Jatim. Yakni Banyuwangi, Lamongan, dan Surabaya yang sedang berjalan di MK. “Informasi ini saya terima dari Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Jatim, Pak Jempin Marbun,” lanjut Itqon.

Kepastian pelantikan 19 kepala daerah di Jatim pun akan melihat putusan sela yang akan dibacakan hakim MK, yang rencananya digelar hari ini (16/2). “Kalau gugatan tiga daerah ditolak, pelantikan akan dilakukan serentak. Kalau putusan sela menyatakan gugatan berlanjut, maka kabupaten yang sengketa pilkadanya lanjut akan ditunda,” beber Itqon, yang kemudian menyampaikan pelantikan bupati 17 Februari kemungkinan besar akan ditunda.

Apabila pelantikan Hendy-Firjaun benar-benar ditunda, maka konsekuensinya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa harus menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember. Hal ini karena masa bakti Bupati-Wabup Jember Faida-Abdul Muqit Arief habis per tanggal 17 Februari besok.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/