alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Entaskan Kemiskinan, Tarik Investor Padat Karya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Membahas angka kemiskinan seakan tidak ada habisnya. Masalah data warga miskin pun demikian, hingga hari ini masih belum tuntas. Akibatnya, banyak penyaluran bantuan yang tumpang tindih. Akhirnya, cerita orang lebih kaya dapat bantuan dan orang lebih miskin terlewatkan masih belum terhapuskan dari bumi Jember.

Hadirnya bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman salah satunya karena terpanggil untuk urusan ini. Keduanya punya misi mengembalikan hak-hak warga Jember. Untuk mengentaskan kemiskinan, sudah barang tentu bukan pekerjaan mudah.

Menyikapi banyaknya warga miskin di Jember, Hendy Siswanto menyebut, Pemkab Jember perlu melakukan langkah-langkah terobosan untuk mengatasinya. Kaitan dengan data, nantinya akan dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Sehingga cerita warga miskin melihat bantuan jatuh pada tetangganya yang lebih kaya bisa terhapuskan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bantuan kepada warga banyak yang tidak tepat sasaran. Kami akan lakukan perbaikan data agar bantuan benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan. Tumpang tindih bantuan harus diminimalisasi,” katanya.

Mengandalkan bantuan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), menurut dia, pasti tidak akan cukup. Perlu skala prioritas untuk ketepatan sasaran bantuan. “Warga miskin di Jember ini ada sekitar 280 ribu. Ini bukan jumlah yang sedikit. Maka bantuan-bantuan harus tersalurkan kepada warga yang paling membutuhkan,” ucapnya.

Selain melakukan pengaturan bantuan agar tidak salah sasaran, perlu adanya langkah pemberdayaan demi meningkatkan kreativitas masyarakat. Bisa melalui latihan kerja, pemberdayaan dari pemerintah desa, dan kegiatan padat karya lain. “Bantuan tetap ada, tetapi tidak semua diberi umpan. Pemerintah perlu memberikan kail pemberdayaan agar masyarakat bisa mandiri,” beber Hendy.

Guna melakukan pengentasan kemiskinan dengan maksimal, Hendy-Firjaun juga akan serius menggarap wilayah investasi. Untuk itulah, segala potensi yang dimiliki Jember akan dieksplorasi agar menjadi magnet para investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Membahas angka kemiskinan seakan tidak ada habisnya. Masalah data warga miskin pun demikian, hingga hari ini masih belum tuntas. Akibatnya, banyak penyaluran bantuan yang tumpang tindih. Akhirnya, cerita orang lebih kaya dapat bantuan dan orang lebih miskin terlewatkan masih belum terhapuskan dari bumi Jember.

Hadirnya bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman salah satunya karena terpanggil untuk urusan ini. Keduanya punya misi mengembalikan hak-hak warga Jember. Untuk mengentaskan kemiskinan, sudah barang tentu bukan pekerjaan mudah.

Menyikapi banyaknya warga miskin di Jember, Hendy Siswanto menyebut, Pemkab Jember perlu melakukan langkah-langkah terobosan untuk mengatasinya. Kaitan dengan data, nantinya akan dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Sehingga cerita warga miskin melihat bantuan jatuh pada tetangganya yang lebih kaya bisa terhapuskan.

“Bantuan kepada warga banyak yang tidak tepat sasaran. Kami akan lakukan perbaikan data agar bantuan benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan. Tumpang tindih bantuan harus diminimalisasi,” katanya.

Mengandalkan bantuan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), menurut dia, pasti tidak akan cukup. Perlu skala prioritas untuk ketepatan sasaran bantuan. “Warga miskin di Jember ini ada sekitar 280 ribu. Ini bukan jumlah yang sedikit. Maka bantuan-bantuan harus tersalurkan kepada warga yang paling membutuhkan,” ucapnya.

Selain melakukan pengaturan bantuan agar tidak salah sasaran, perlu adanya langkah pemberdayaan demi meningkatkan kreativitas masyarakat. Bisa melalui latihan kerja, pemberdayaan dari pemerintah desa, dan kegiatan padat karya lain. “Bantuan tetap ada, tetapi tidak semua diberi umpan. Pemerintah perlu memberikan kail pemberdayaan agar masyarakat bisa mandiri,” beber Hendy.

Guna melakukan pengentasan kemiskinan dengan maksimal, Hendy-Firjaun juga akan serius menggarap wilayah investasi. Untuk itulah, segala potensi yang dimiliki Jember akan dieksplorasi agar menjadi magnet para investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Membahas angka kemiskinan seakan tidak ada habisnya. Masalah data warga miskin pun demikian, hingga hari ini masih belum tuntas. Akibatnya, banyak penyaluran bantuan yang tumpang tindih. Akhirnya, cerita orang lebih kaya dapat bantuan dan orang lebih miskin terlewatkan masih belum terhapuskan dari bumi Jember.

Hadirnya bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman salah satunya karena terpanggil untuk urusan ini. Keduanya punya misi mengembalikan hak-hak warga Jember. Untuk mengentaskan kemiskinan, sudah barang tentu bukan pekerjaan mudah.

Menyikapi banyaknya warga miskin di Jember, Hendy Siswanto menyebut, Pemkab Jember perlu melakukan langkah-langkah terobosan untuk mengatasinya. Kaitan dengan data, nantinya akan dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Sehingga cerita warga miskin melihat bantuan jatuh pada tetangganya yang lebih kaya bisa terhapuskan.

“Bantuan kepada warga banyak yang tidak tepat sasaran. Kami akan lakukan perbaikan data agar bantuan benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan. Tumpang tindih bantuan harus diminimalisasi,” katanya.

Mengandalkan bantuan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), menurut dia, pasti tidak akan cukup. Perlu skala prioritas untuk ketepatan sasaran bantuan. “Warga miskin di Jember ini ada sekitar 280 ribu. Ini bukan jumlah yang sedikit. Maka bantuan-bantuan harus tersalurkan kepada warga yang paling membutuhkan,” ucapnya.

Selain melakukan pengaturan bantuan agar tidak salah sasaran, perlu adanya langkah pemberdayaan demi meningkatkan kreativitas masyarakat. Bisa melalui latihan kerja, pemberdayaan dari pemerintah desa, dan kegiatan padat karya lain. “Bantuan tetap ada, tetapi tidak semua diberi umpan. Pemerintah perlu memberikan kail pemberdayaan agar masyarakat bisa mandiri,” beber Hendy.

Guna melakukan pengentasan kemiskinan dengan maksimal, Hendy-Firjaun juga akan serius menggarap wilayah investasi. Untuk itulah, segala potensi yang dimiliki Jember akan dieksplorasi agar menjadi magnet para investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/