alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Dikunjungi Gubernur, Jembatan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setahun yang lalu, tepatnya Februari 2020, Desa Klungkung, Sukorambi dilanda banjir bandang. Luapan sungai yang hulunya dari Gunung Argopuro, membawa material kayu dan air yang luar biasa banyaknya. Akibatnya sampai ada jembatan yang putus. Yakni jembatan kecil yang menghubungkan Desa Klungkung dengan Kecamatan Patrang.

Saat itu, padahal Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sempat turun. Tak urung Gubernur Khofifah berkunjung ke Jember untuk melihat dari dekat jembatan rusak itu.

Kini memasuki awal tahun 2021, nasib jembatan itu masih apa adanya. Hanya jembatan sementara yang dibangun memakai bambu. Hanya bisa dilewati motor. Dan itupun harus berhati-hati saat melintasi agar tidak terjatuh di sungai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Abdul Gafur, Kepala Desa Klungkung mengatakan, jembatan itu disanggah menggunakan bambu dan dilengkapi lonjoran papan untuk bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Jembatan ini memiliki panjang dua puluh meter dan berada di ketinggian empat meter dari air sungai, di pagi hari warga lalu-lalang melewati jembatan tersebut,” tutur Gafur.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setahun yang lalu, tepatnya Februari 2020, Desa Klungkung, Sukorambi dilanda banjir bandang. Luapan sungai yang hulunya dari Gunung Argopuro, membawa material kayu dan air yang luar biasa banyaknya. Akibatnya sampai ada jembatan yang putus. Yakni jembatan kecil yang menghubungkan Desa Klungkung dengan Kecamatan Patrang.

Saat itu, padahal Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sempat turun. Tak urung Gubernur Khofifah berkunjung ke Jember untuk melihat dari dekat jembatan rusak itu.

Kini memasuki awal tahun 2021, nasib jembatan itu masih apa adanya. Hanya jembatan sementara yang dibangun memakai bambu. Hanya bisa dilewati motor. Dan itupun harus berhati-hati saat melintasi agar tidak terjatuh di sungai.

Abdul Gafur, Kepala Desa Klungkung mengatakan, jembatan itu disanggah menggunakan bambu dan dilengkapi lonjoran papan untuk bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Jembatan ini memiliki panjang dua puluh meter dan berada di ketinggian empat meter dari air sungai, di pagi hari warga lalu-lalang melewati jembatan tersebut,” tutur Gafur.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setahun yang lalu, tepatnya Februari 2020, Desa Klungkung, Sukorambi dilanda banjir bandang. Luapan sungai yang hulunya dari Gunung Argopuro, membawa material kayu dan air yang luar biasa banyaknya. Akibatnya sampai ada jembatan yang putus. Yakni jembatan kecil yang menghubungkan Desa Klungkung dengan Kecamatan Patrang.

Saat itu, padahal Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sempat turun. Tak urung Gubernur Khofifah berkunjung ke Jember untuk melihat dari dekat jembatan rusak itu.

Kini memasuki awal tahun 2021, nasib jembatan itu masih apa adanya. Hanya jembatan sementara yang dibangun memakai bambu. Hanya bisa dilewati motor. Dan itupun harus berhati-hati saat melintasi agar tidak terjatuh di sungai.

Abdul Gafur, Kepala Desa Klungkung mengatakan, jembatan itu disanggah menggunakan bambu dan dilengkapi lonjoran papan untuk bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Jembatan ini memiliki panjang dua puluh meter dan berada di ketinggian empat meter dari air sungai, di pagi hari warga lalu-lalang melewati jembatan tersebut,” tutur Gafur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/